Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 111


__ADS_3

111


Dan semua setuju dengan perjodohan Ustadz Hafizh dengan Aisyah,


"Ya sudah kalau gitu, kalau syifa sudah ikhlas abah nggak bisa ngomong apa apa lagi karena yang ngejalanin syifa." Ucap Ustadz Habibi dengan sedikit kecewa dengan keputusan putri nya.


Dan pulang lah Kyai Abdullah ke rumah untuk memberi tahu Aisyah tentang perjodohan ini. Karena Aisyah belum tahu apa pun tentang perjodohan itu.


Sesampainya di rumah Kyai Abdullah langsung mencari Aisyah di kamar nya,


"Aisyah.." Panggil Kyai Abdullah.


"Iya bah.." Jawab Aisyah yang sedang menidurkan Muhammad.


"Ada apa bah..??


Tanya Aisyah menatap wajah Kyai Abdullah.


" Abah mau bicara sama kamu, kalau Muhammad sudah tidur Abah mau bicara diruang tengah sama kamu."ucap Kyai Abdullah.


"Iya bah..

__ADS_1


Lalu Aisyah mengikuti Kyai Abdullah menuju ruang tengah.


Aisyah dan Kyai Abdullah duduk berhadap-hadapan.


" Aisyah Abah langsung terus terang sama kamu, kalau Abah mau menjodohkan mu dengan Hafizh."ucap Kyai Abdullah tegas tanpa basa basi lagi.


"Apa bah..?? Sontak Aisyah kaget dan terkejut dengan omongan Kyai Abdullah.


" Kenapa kamu nggak mau, Abah nggak mau terjadi fitnah karena kamu sering ketemu dengan Hafizh, alasannya karena Muhammad, itu bukan alasan terus menerus, Abah minta jangan kamu menolak nya, dan ini pesan Khadijah pada Hafizh agar menjaga kamu dan Muhammad, dan Abah sudah bicara dengan keluarga syifa dan mereka semua setuju jadi sekarang kamu nggak punya alasan untuk menolak nya."ucap Kyai Abdullah tegas.


Aisyah hanya diam menundukkan kepalanya, dan meneteskan air mata, karena nggak menyangka dirinya akan menikah dengan suami dari sepupunya sendiri.


"Kenapa kamu menangis, apa kamu nggak mau menikah dengan Hafizh, memang menikah itu hak kamu, karena kamu yang akan ngejalanin, tapi kalau kamu nggak terpaksa Muhammad dirawat syifa, karena nggak mungkin kamu terus merawat nya, karena kamu sendiri akan berumah tangga." Ucap Kyai Abdullah.


"Gimana.??


Apa kamu setuju menikah dengan Hafizh." Tanya Kyai Abdullah.


"Bah, beri aisyah waktu untuk berpikir karena ini semua menyangkut hidup Aisyah kedepan nya." Jawab Aisyah.


"Baiklah Abah kasih waktu sampai besok pagi, dan jawabannya harus ada."

__ADS_1


"Baik bah.." Jawab Aisyah dan pergi dari hadapan Kyai Abdullah.


Dan dirumah syifa, uminya syifa marah besar dengan keputusan Ustad Hafizh yang mau menikah lagi.


"Syifa mau maunya kamu dimadu terus, apa kamu sudah nggak waras, keturunan kita nggak ada yang berpoligami, hanya kamu, umi mengira setelah meninggal nya Khadijah kamu akan menjadi istri satu satunya, tapi kenyataan malah mau menikah lagi, syifa udah kamu minta cerai saja, kamu masih muda banyak yang mau sama kamu."ucap uminya syifa dengan kemarahannya yang memuncak.


"Umi diam kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan menasehati anak anak kita bukan memarahinya seperti ini." Ucap Ustadz Habibi menegur istrinya.


"Nak Hafizh sekarang kamu pulang, mungkin ada yang mau dibicarakan dengan Kyai Abdullah tentang pernikahan mu, agar masalah ini cepat selesai,"


"Baik bah."


Dan Ustadz Hafizh berpamitan pada umi dan Abahnya syifa,


"Syifa mas pulang dulu ya, makasih atas keikhlasan dan pengorbanan mu, insya Allah kalau udah selesai semua mas pulang dan memenuhi janji mas sama kamu."


"Iya mas." Lalu syifa mencium tangan Ustadz Hafizh dan Ustadz Hafizh mencium kening syifa,


Syifa tertunduk malu dan kaget karena baru pertama kali nya suaminya mencium kening nya.


Ustadz Hafizh pergi dan melambaykan tangannya pada istrinya, dan syifa membalas dengan senyuman manis.

__ADS_1


"Sayang syifa sungguh besar hatimu nak, semoga ini adalah pintu surga buatmu nak, kamu nggak usah mikirin umimu nanti dia sadar sendiri, " Ucap Ustadz Habibi pada putrinya.


"Iya bah.


__ADS_2