
79
Dan Khadijah yang masih kesakitan mencoba menahan rasa sakitnya karena takut membuat suaminya tambah khawatir.
"Udah dinda rebahan aja nggak usah bangun, biar abi yang nyiapin sarapan buat dinda.."
"Jangan bi.. Itu kan tugas dinda.."
"Nggak apa apa sayang abi pengen masak buat dinda, nanti cobain ya masakan Abi, pasti enak.." Ucap Ustadz Hafizh sambil menatap wajah istrinya yang semakin hari tambah kurus.
Dan pagi itu Ustadz Hafizh memasak bubur untuk istri tercinta nya.
Sebelum sarapan pagi Ustadz Hafizh memandikan Khadijah menggendongnya kekamar mandi, dengan penuh kelembutan dan kasih sayang Ustadz Hafizh menyabuni dan penuh perlahan menggosok tubuhnya yang sudah tinggal tulang dan kulit.
Khadijah yang masih malu karena belum terbiasa dimandi kan suami nya, berusaha menutupi bagian tubuhnya.
"Sayang jangan ditutupin biar abi bersihkan dulu ya.."
"Tapi bi.. "Ucap Khadijah dengan nada malu..
" Sayang kita kan suami istri, dinda nggak usah malu sama abi ya..
Dan perlahan Khadijah menurunkan tangannya yang menutupi bagian tubuhnya.
__ADS_1
Ustadz Hafizh tak terasa meneteskan air matanya karena merasa dirinya bukan laki laki yang sempurna karena merasa gagal menjadi seorang suami, karena semenjak Khadijah sakit baru kemaren Khadijah dibawa ke rumah sakit,
Karena kesulitan ekonomi membuat Ustadz Hafizh tak bisa membawa Khadijah ke rumah sakit saat pertama kali dirasa ada benjolan Khadijah hanya diberi jamu tradisional.
Dan setelah selesai memandikan istrinya, Ustadz Hafizh menggendong Istrinya lagi kedalam kamar, mengusap bagian tubuhnya dengan sehelai handuk,
Dan mengusap kan hand body keseluruhan tubuhnya agar terasa segar.
Mengabilkan baju lalu memakaikannya,
Setelah selesai Khadijah mencium tangan Suaminya.
"Abi maafin dinda, karena dinda menjadi beban buat abi.. " Ucap Khadijah sambil meneteskan air mata di pipi nya.
"Sayang istriku.. Dinda bukan beban buat abi tapi adalah anugerah yang terindah yang Allah titipkan buat Abi..
Ucap Ustadz Hafizh sambil mengusap air mata istrinya.
"Makasih bi.. Sudah menjadi suami yang terbaik, dan Abah yang terbaik buat putra kita.."
Dan Khadijah sarapan bubur yang dibuatkan oleh Ustadz Hafizh.
"Sayang gimana rasanya..?? Tanya Ustadz Hafizh sambil menyuapi istrinya.
__ADS_1
" Enak banget bi.. Makasih.."ucap Khadijah sambil mengangkat jempol walaupun bubur itu nggak ada rasanya, tapi bagi Khadijah rasa makanan itu tidak penting, yang penting perhatian dan kasih sayang dari suami nya.
Dan sejak saat itu Khadijah tidak bisa apa apa lagi hanya duduk diatas kursi roda dan tidur diatas kasur.
Pagi itu Ustadz Hafizh membawa Khadijah jalan jalan disekitar pesantren dan Ustadz Hafizh sambil menggendong putranya Muhammad.
Dan disaat sampai didepan pintu gerbang datang sebuah mobil yang tak lain adalah Syifa istri kedua Ustadz Hafizh.
"Bi... Ada tamu dinda mau masuk aja.." Ucap Khadijah menundukkan pandangannya.
"Maaf sayang itu Syifa sama Ustadz Habibi dan ibunya juga."
"Ooh.. " Ucap Khadijah lembut.
Dan Ustadz Hafizh menegur Ustadz Habibi yang baru sampai.
"Assalamu'alaikum bah.." Ucap Ustadz Hafizh pada Abah nya Syifa.
"Waalaikumsalam..
Gimana kabarnya kamu nak..?? Tanya Ustadz Habibi pada Khadijah.
" Alhamdulillah baik Ustadz..."
__ADS_1
Jawab Khadijah dengan lemahnya.
Ustadz Habibi terkejut melihat keadaan Khadijah yang tidak seperti biasanya.