
85
Dan jam menunjukkan jam 8 malam Kyai Abdullah pamit pada menantunya untuk pulang melihat keadaan dipesantren sedang kan Ustadz Hafizh menjaga Khadijah dirumah sakit.
"Hafizh Abah pulang dulu ya, besok pagi Abah kembali lagi, Abah nitip Khadijah. "
Ucap Kyai Abdullah dan berdiri disamping putrinya.
"Ya bah..
" Assalamu'alaikum.. "Pamit Kyai Abdullah sambil membuka pintu kamar Ruang rawat Khadijah.
Dan Ustadz Hafizh berpikir untuk pulang melihat keadaan Syifa yang sedang sakit dirumah nya.
" Tapi gimana ya, kalau aku pulang ke rumah Syifa gimana dengan Khadijah siapa yang mau ngejagain. "Gumam hati Ustadz Hafizh.
Lalu Ustadz Hafizh menemui dokter yang menangani Khadijah, dan Langsung menuju ruang prakteknya.
Tapi saat itu ruangan dokter itu sudah sepi, tak ada lagi orang keluar masuk diruangan itu.
Lalu seorang suster lewat dan Ustadz Hafizh bertanya.
" Maaf suster, dokter budi kemana ya.?? Tanya Ustadz Hafizh pada suster itu.
"Oh maaf Pak, kalau jam segini dokter budi sudah pulang, ada perlu apa ya pak.? Tanya balik suster itu.
" Oh ya suster tadi suster yang ikut menangani istri saya ya.??
"Ya kenapa pak.??
__ADS_1
" Saya mau nanya kalau disuntik penenang kira kira berapa jam ya siumannya.??
"Ohh biasanya kalau disuntik nya malam, mungkin besok pagi baru sadar.." Ucap suster itu.
"Oo begitu ya Sus,
Oh ya Sus saya mau minta tolong boleh.??
" Minta tolong apa ya pak.."
"Saya mau pulang dulu, dan saya mau menitipkan istri saya pada suster takut nya ada apa-apa soalnya nggak ada yang jaga lagi selain saya, dan Insya Allah besok subuh saya balik lagi kesini.."
Ucap Ustadz Hafizh pada suster itu.
"Oh ya nggak apa apa pak, lagian saya sif malam, dan jam 6 pagi baru saya pulang." Ucap suster itu.
Dan setelah dicatat nomer ponsel Ustadz Hafizh bergegas pulang ke rumah Syifa karna takut kemalaman.
Ustadz Hafizh langsung pulang menaiki ojek yang ada didepan rumah sakit.
Dalam perjalanan sebenarnya Ustadz Hafizh khawatir dengan keadaan Khadijah karna ditinggal sendiri, tapi Ustadz Hafizh tak punya pilihan lagi karena sudah kewajiban menjaga dan memperhatikan kedua istrinya.
Sesampainya didepan rumah syifa saat itu rumah Syifa sudah gelap karena jam sudah menunjukkan jam 10 malam, lalu Ustadz Hafizh menelpon Syifa dibukakan pintu.
"Assalamu'alaikum.. " Ucap Ustadz Hafizh menelpon Syifa.
"Waalaikumsalam mas.. " Jawab Syifa.
"Syifa tolong bukakan pintu mas sudah didepan pintu depan." Ucap Ustadz Hafizh bisik bisik.
__ADS_1
Lalu Syifa langsung loncat dari tempat tidur nya walaupun dalam keadaan badannya masih panas.
Syifa begitu bahagia suaminya pulang menemui nya.
"Ya mas tunggu sebentar.. " Ucap Syifa sambil membuka pintu.
Syifa langsung bersalaman dan memeluk suaminya tanpa malu malu, karena walaupun sudah menikah lebih dari satu tahun Ustadz Hafizh masih canggung pada Syifa, karena belum terbiasa memeluk atau sekedar mencium kening nya, karena pernikahan Ustadz Hafizh dengan Syifa paksaan dari Khadijah untuk menyelamatkan nyawa Syifa yang bergantung pada suaminya.
"Syifa ayo masuk dulu nggak enak dilihat orang.." Sontak Ustadz Hafizh karena belum terbiasa dengan pelukan Syifa.
Dan Ustadz Habibi pun terbangun mendengar ada suara pintu terbuka.
"Nak Hafizh.." Ucap ibunya Syifa kaget.
"Kenapa pulang malam malam sekali..? Tanya juga Ustadz Habibi.
" Maaf Abah, umi, Hafizh mengganggu istirahat nya Abah sama umi, tapi Hafizh dari rumah sakit nganterin Khadijah untuk jadwal operasi."
Jawab Ustadz Hafizh.
"Terus siapa yang menjaga Khadijah.??
Tanya ibunya Syifa.
" Nggak ada umi, Khadijah baru disuntik obat penenang dan Insya Allah baru besok pagi sadar nya, dan Hafizh juga sudah menitipkan nya pada suster."jawab Ustadz Hafizh.
"Ya sudah masuk dulu, biar umi menyiapkan makanan.."
"Nggak usah Terima kasih umi, Hafizh sudah makan tadi dirumah sakit.." Jawab Ustadz Hafizh sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1