
Dan pergilah Ustadz Hafizh dan mengucapkan salam pada istrinya.
Dan setelah tiba di masjid waktu shalat sudah tiba, biasanya Ustadz Hafizh yang mengumandang kan azan tapi saat itu karena sedang capek setelah acara akad nikah Ustadz Hafizh tidak sempat pergi ke masjid lebih awal.
Dan setelah shalat Ustadz Hafizh dipanggil Kyai Abdullah kedepan.
"Ustadz Hafizh kemari." Ucap Kyai Abdullah pada menantunya itu.
"Iya Bah, ada apa??"
Tanya Ustadz Hafizh pada mertuanya itu.
"Nak Hafizh libur dulu beberapa hari ya,
nikmati dulu menjadi seorang pengantin.
Ucap Kyai Abdullah pada menantunya itu.
" Tapi Bah nggak apa apa saya mengajar kasian santri yang mau menyetor hafalannya."ucap Ustadz Hafizh pelan.
__ADS_1
"Udah nggak apa apa libur dulu bahagiakan istri mu nanti Abah kasih hadiah tiket bulan madu." Ucap Kyai Abdullah pada Ustadz Hafizh.
"Baik Bah," Jawab Ustadz Hafizh dengan penuh perasaan bahagia karena punya mertua yang begitu pengertian nya.
Dan Ustadz Hafizh mampir ke kamar pondok untuk mengambil baju bajunya dan disana Ustadz Hafizh bertemu dengan sahabat sahabat nya.
"Ustadz Hafizh bagaimana perasaan mu sekarang menjadi seorang menantu Kyai besar, sungguh beruntung Ustadz Hafizh, udah ngajarnya disini cuma beberapa bulan eehh malah menjadi seorang menantu dari pengasuh pesantren disini,
Sebernarnya aku iri sama Ustadz Hafizh saya aja yang sudah lama disini nggak pernah ketemu sama putrinya Kyai Abdullah malah Ustadz Hafizh yang baru masuk pondok ini malah langsung jadi menantu nya, apa resepnya tadz biar saya juga beruntung seperti Ustadz Hafizh. Ucap sahabat Ustadz Hafizh yaitu Ustadz Ali.
" Nggak ada ya penting kita harus berusaha dan pasrah sama ketentuan Allah subhanallahu Ta'ala, karna jodoh maut dan rejeki itu sudah ditentukan oleh Allah,sebenarnya semua ini ujian mungkin kata Ustadz Ali saya beruntung mempunyai seorang istri dari putri Kyai besar tapi apa saya bisa menjaga amanah Kyai Abdullah itu, sekarang yang menjadi ujian dan sumber pahala buat kehidupan saya adalah istri saya yang sedang menunggu dirumah."ucap Ustadz Hafizh sambil tertawa karena Ustadz Ali tegang sekali mendengar ucapan Ustadz Hafizh.
Dan pulanglah Ustadz Hafizh dari pondok kerumah Khadijah.
Khadijah berdiri di balik pintu sambil tengak tengok melihat kearah luar menunggu kepulangan suaminya dari masjid.
Dan tak beberapa lama Ustadz Hafizh mngucapkan salam.
"Assalamu'alaikum" Ucap Ustadz Hafizh sambil membawa tas gendong yang berisi baju bajunya.
__ADS_1
Lalu Khadijah menjawab salam Ustadz Hafizh sambil membukakan pintu.
"Waalaikumsalam." Jawab Khadijah pelan dan mencium tangan Ustadz Hafizh.
"Maaf ya permaisuri ku lama pulang nya karena raja mampir ke kamar pondok untuk mengambil baju baju raja yang ketinggalan." Ucap Ustadz Hafizh pada istrinya itu dengan memberikan penjelasan.
"Nggak apa apa, nggak lama kok." Jawab Khadijah sambil mempersilakan suaminya masuk.
Dan masuk lah Ustadz Hafizh kedalam rumah dan diruang makan sudah ada Kyai Abdullah yang sedang menunggu untuk makan malam.
"Nak Hafizh sudah pulang??" Tanya Kyai Abdullah pelan.
"Iya Bah, maaf Bah lama nunggu nya karena Hafizh masih mengambil baju dikamar pondok." Jawab Ustadz Hafizh pelan.
Lalu Khadijah yang sudah kelaparan karena menunggu terlalu lama langsung mengambil kan nasi buat sang suami dan buat Abahnya.
Dan makanlah mereka bertiga dan di pertengahan makan tiba-tiba Ustadz Hafizh cekukan karena makanannya terlalu pedas sedang kan Khadijah dan Kyai Abdullah suka sekali dengan pedas.
Dan dengan sigap Khadijah langsung mengambil kan minum untuk suaminya itu.
__ADS_1
"Kenapa nggak suka pedas ya??" Tanya Kyai Abdullah pada menantunya itu.
"Nggak Alhamdulillah suka Bah." Ucap Ustadz Hafizh dengan muka yang sudah kemerahan.