
94
Ustadz Hafizh hanya diam tanpa merespon perkataan mertuanya.
"Umi sudah sudah, mas Hafizh tidak seperti itu, syifa tau kalau mas juga sayang sama syifa cuma keadaan yang tidak berpihak pada syifa." Ucap syifa mencoba memberi pengertian pada Ibu nya.
"Iya itu syifa cuma kamu terlalu dibutakan oleh cinta, coba kamu menikah dengan laki-laki yang bisa mencintai kamu mungkin kamu akan lebih diperhatikan nggak harus sama umi terus, ini punya suami tapi nggak ada nengokin istrinya," Ucap Ibu nya syifa sambil melenggokkan kepala nya.
"Syifa kamu mau pulang.?
Memang nya kamu sudah sembuh.?
Tanya Ustadz Hafizh sambil menyentuh kening syifa untuk memastikan kalau panas nya benar-benar sudah turun.
" Iya mas, aku sudah sembuh cuma pusing sedikit, lagian aku bosen dirumah sakit terus nggak ngapain ngapain."ucap syifa sambil menyenderkan tubuh nya didada suaminya.
"Maaf ya syifa mas nggak bisa nganterin kamu pulang, soalnya Khadijah sendiri nggak ada yang ngejagain yang lainnya baru pulang semua."
"Huuhh Khadijah Khadijah lagi, ingat nak Hafizh istri kamu tuh ada dua kamu harus adil lahir dan bathin,ingat tanggung jawab kamu diakhirat.." Ucap Ibu nya syifa meluapkan rasa kesalnya pada menantu nya.
Dan tak lama Ustadz Habibi datang dengan mobil nya.
Dan turun lah Ustadz Hafizh dari mobil nya dan menyapa menantu nya.
"Nak Hafizh.."
"Iya bah,"
__ADS_1
"Nak Hafizh mau ikut bersama kita.?? Tanya Ustadz Habibi sambil menutup pintu mobilnya.
" Maaf bah, Hafizh nggak bisa nganterin syifa pulang soalnya Khadijah baru selesai dioperasi dan dia sendiri nggak ada yang nungguin, sekali lagi Hafizh minta maaf bah.."
"Harus nya sempetin dulu nganterin syifa, syifa kan juga istrinya jangan pilih kasih. " Saut Ibu nya syifa dengan nada kesal.
"Udah umi, nggak apa apa nak Hafizh lagian syifa ada umi sama Abah yang ngejagain." Ucap Ustadz Habibi.
"Syifa maafin mas ya karena nggak bisa nganterin kamu pulang, insya Allah kalau Khadijah keadaan nya sudah membaik mas akan pulang menemui syifa."
Ucap Ustadz Hafizh sambil menuntunnya masuk kedalam mobil.
"Iya nggak mas.. " Ucap syifa dengan perasaan kecewa.
Lalu semua naik keatas mobil dan syifa menutup pintu mobil dan melambaikan tangan nya pada suaminya.
Dan Ustadz Hafizh membalas dengan melambaikan tangan nya juga.
Dan setelah itu Ustadz Hafizh langsung mencari makanan buat Khadijah yang sudah menunggu nya dari tadi.
Setelah membelikan makanan Ustadz Hafizh langsung kekamar Khadijah.
"Assalamu'alaikum sayang.."
"Waalaikum salam bi. ."
"Maaf ya sayang Abi agak lama.." Ucap Ustadz Hafizh sambil mengeluarkan soto ayam yang dibelinya tadi.
__ADS_1
"Nggak apa apa bi, memang nya antri ya bi..?? Tanya Khadijah dengan senyuman.
" Nggak sayang cuma tadi Abi ketemu sama..??
"Sama siapa bi..??
" Heemm ketemu sama syifa di lobby mau pulang."jawab Ustadz Hafizh menundukkan kepala nya.
"Memang nya syifa sudah sembuh bi..??
" Ya sudah sayang.. Cuma lemes aja."ucap Ustadz Hafizh dengan nada khawatir.
"Kenapa Abi nggak nganterin syifa pulang..??
" Ya nggak lah sayang, masak Abi tinggalin dinda sendiri."ucap Ustadz Hafizh dengan raut wajah kusam.
"Nggak apa apa bi, yang penting Abi ngabarin kalau mau nganterin syifa."
Ucap Khadijah dengan kebijaksanaan nya.
"Ya sudah makan dulu ya sayang Abi beliin soto kesukaan dinda.."
"Ya bi.."
Sejak kembali dari membeli makanan Ustadz Hafizh tak fokus lagi pada Khadijah karena memikirkan syifa yang tak bisa mengantar nya pulang.
Khadijah hanya membuka mulutnya saat Ustadz Hafizh menyuapi nya, karena pandangan Ustadz Hafizh mengarah kemana mana tak melihat kearah Khadijah yang sedang Disuapinya.
__ADS_1
"Abi kenapa..??
Apa kepikiran sama syifa ya, kenapa hatiku sakit sekali padahal aku tau kalau Abi sangat menyayangi ku." Ucap batin Khadijah menatap wajah suaminya.