Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 93


__ADS_3

93


Sedangkan Ustadz Hafizh tak berpikir panjang lagi langsung pergi dan berlari tanpa menghiraukan mertua dan kerabat nya, karena saking bahagia nya Ustadz Hafizh tak punya pikiran lagi selain ingin melihat istrinya.


Sesampainya didepan kamar suster melarang Ustadz Hafizh untuk masuk karena keadaan Khadijah belum sadar dan tidak boleh diganggu.


"Dinda sayang alhamdulillah kamu sudah melewati operasi ini Abi seneng banget semoga ini awal dari kebahagiaan kita." Ucap batin Ustadz Hafizh sambil melihat Khadijah dari luar kamar.


Ustadz Hafizh dengan setia nya menunggu didepan kamar tanpa meninggal kan Khadijah sedetikpun.


Sampai tiba waktu sholat subuh berjamaah Ustadz Hafizh langsung pergi ke masjid agar tidak ketinggalan.


Setelah selesai menunaikan shalat subuh Ustadz Hafizh kembali lagi kekamar Khadijah berharap istrinya siuman dari obat tidurnya setelah dioperasi.


Saat itu semua kerabat masih menunggu Khadijah sadar dari pingsannya dan tak lama Khadijah sadar dan memanggil nama putra nya Muhammad.


"Putra umi Muhammad Muhammad Muhammad.. " Ucap Khadijah tanpa sadar dan dalam kondisi lemah.


"Sayang dinda ini Abi.."


Ustadz Hafizh mencoba membangun kan Khadijah dari ketidak sadarannya.


Seorang kerabat langsung memanggil dokter untuk melihat keadaan Khadijah yang mulai mengigau.


"Dokter dokter..!! Panggil saudara Khadijah dengan lantangnya mencari dokter dirumah sakit itu.


" Ya ada apa mbak..? Tanya suster itu.


"Khadijah sudah sadar Sus tolong diperiksa.." Ucap panik saudara Khadijah.

__ADS_1


"Baik mbak tunggu sebentar ya saya panggil dokter dulu." Ucap suster itu.


Lalu dokter datang untuk memeriksa keadaan Khadijah.


"Maaf ya semuanya saya periksa dulu. " Ucap dokter itu.


Dan semuanya mundur dari sebelah Khadijah untuk memberikan ruang pada dokter.


"Alhamdulillah ibu Khadijah sudah mulai membaik, biasa kalau mengigau mungkin dia kangen pada orang yang disebut nya itu." Ucap dokter itu.


"Ooh gitu ya dok.." Jawab saudara Khadijah.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya.."


"Ya Terima kasih dok.."


Tinggal Ustadz Hafizh dan Kyai Abdullah.


"Khadijah gimana nak..masih ada yang dirasa sakit.??


" Alhamdulillah bah, cuma bekas operasi nya aja."


"Kalau begitu Abah pulang dulu ya, mungkin nanti sore Abah kesini lagi."


"Ngga usah bah, besok aja biar Abah nggak capek lagian kasian Aisyah nggak ada yang bantuin ngejaga Muhammad dirumah." Ucap Khadijah.


"Ya sudah kalau gitu Abah pulang dulu, Hafizh nitip putri Abah ya tolong jangan ditinggal sendiri." Ucap Kyai Abdullah dengan lirikan tajam.


"Insya Allah bah..abah hati hati dijalan."

__ADS_1


Dan pulang lah Kyai Abdullah bersama santri nya.


"Dinda mau makan apa biar Abi belikan.??


" Heem apa ya, terserah Abi aja."


"Beneran terserah Abi, nanti nggak suka."


"Pasti suka bi yang penting nggak pahit hehehe." Ucap Khadijah bercanda.


"Ya sudah tunggu ya sebentar Abi belikan dulu."


"Abi jangan lama lama ya.."


"Ya sayang." Ucap Ustadz Hafizh sambil mengelus kepala Khadijah.


Dan keluar lah Ustadz Hafizh mencari makanan tapi tak sampai keluar dari rumah sakit Ustadz Hafizh melihat istri keduanya yaitu syifa sedang berdiri di lobby, Ustadz Hafizh langsung menghampiri istrinya.


"Umi, syifa mau kemana.??


Tanya Ustadz Hafizh menatap wajah syifa.


" Heemm ini baru datang menantu kesayangan Abah, ngapain nak Hafizh disini." Pekik ibu menyapa menantu nya.


"Hafizh mau mencari makanan buat Khadijah umi, soalnya Khadijah baru dioperasi tadi malam."


Jawab Ustadz Hafizh tanpa melihat wajah mertuanya.


"Ooh ya sudah sana urus tuh istri tercinta kamu, memang salahnya syifa memaksa menikah dengan kamu, sekarang liat syifa apa yang kamu dapat harusnya kamu mendapat perhatian yang lebih tapi apa yang kamu dapat sakit sakit syifa." Ucap Ibu nya syifa dengan kekesalan terhadap menantu nya.

__ADS_1


__ADS_2