Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 45


__ADS_3

Dan Ustadz Habibi berpamitan untuk pulang, dan didalam perjalanan, syifa terus terbayang bayang dengan ketampanan Ustadz Hafizh meskipun sebentar lagi dia akan menikah.


"Oh ya Bah emang dulu Ustadz Hafizh pernah ngajar dipesantren kita.??


" Ya sebelum ngajar dipesantren Kyai Abdullah Hafizh ngajar disana, karena ada sedikit masalah lalu Abah mengirimnya untuk ngajar dipesantren Kyai Abdullah."ucap Ustadz Habibi sambil menyetir.


"Emang masalahnya apa??


Tanya syifa dengan nada penasaran.


" Dulu Abah punya temen, dan temen Abah mencari kan jodoh untuk putrinya, lalu Abah menjodohkan Hafizh dengan anak temen Abah itu tapi setelah beberapa kenal lalu putri temen Abah itu, menolak perjodohan itu, karena Hafizh terlahir dari orang nggak punya dan tidak mempunyai pendidikan tinggi, makanya dia nggak mau."jawab Ustadz Habibi singkat.


"Oh gitu ceritanya Bah, coba aja dulu syifa udah besar dan bertemu dengan Ustadz Hafizh, syifa mau aja dijodohkan dengan Ustadz Hafizh." Ucap syifa senyum senyum.


"Eh jangan punya pikiran kayak gitu sayang, jodoh, takdir dan maut sudah ada yang atur, lagian sebentar lagi syifa udah mau nikah, dan calonnya syifa juga nggak kalah tampan sma Hafizh." Ucap Ustadz Habibi memberi pengertian pada putrinya.

__ADS_1


Dan setelah beberapa hari tibalah acara pernikahan syifa dengan calonnya yang bernama Rohman,


Persiapan ditempat Ustadz Habibi saat sudah siap seratus persen tinggal menunggu pengantin laki-laki dan wanita datang ke tempat acara digelar, karena saat itu acara digelar di gedung bukan ditempat Ustadz Habibi.


Ustadz Hafizh dan Khadijah datang lebih awal karena sekalian mampir ke tempat bukde nya Ustadz Hafizh.


"Assalamu'alaikum bukde, pakde.." Ucap Ustadz Hafizh dari luar pintu.


"Waalaikumsalam.." Jawab bukde dari dalam rumah tanpa melihat siapa yang datang, dan karena Ustadz Hafizh sudah terbiasa dirumah bukde nya Ustadz Hafizh langsung masuk, dan ternyata bukde nya lagi masak di dapur.


"Bukde masak apa?? Tanya Khadijah sambil berdiri dibelakang bukde nya.


" Sayang bukde masak kesukaan Hafizh, oseng oseng daun singkong tapi nggak pedes, udah sana nak Khadijah tunggu didepan, duduk aja biar bukde yang nyiapin."


"Ternyata Abi nggak suka pedas, tapi kalau dirumah kenapa lahap sekali, ya Allah mungkin Abi tidak mau membuat aku kecewa." Gumamnya dalam hati Khadijah dan semenjak saat itu Khadijah mulai mengurangi makan pedas karena mengikuti kebiasaan suaminya.

__ADS_1


Dan setelah makan bersama dan berbincang bincang panjang lebar lalu Ustadz Hafizh dan Khadijah berpamitan untuk ketempat acara pernikahan Syifa karena takut acara nya selesai.


Dan dalam perjalanan Khadijah menyuruh Ustadz Hafizh buru buru karena takut terlambat, karena acara digelar jam 9 pagi sedangkan jam sudah menunjukkan jam 10,Khadijah mengira akan terlambat satu jam karena saking enaknya makan makan dirumah bukde sampai lupa dengan undangan Ustadz Habibi.


Dan setelah sampai ditempat acara digelar ternyata disana terjadi sesuatu. Semua orang disana membicarakan calon penganten yang tak kunjung datang.


Ustadz Habibi pun bingung mondar-mandir menunggu kedatangan putri nya yang tak kunjung datang, lalu Ustadz Hafizh mendatangi Ustadz Habibi yang kebingungan.


"Sayang tunggu disni dulu ya Abi mau nanyak ada apa sebenarnya.


" Maaf Ustadz, memang nya ada apa ya?


Kok calon pengaantennya belom datang.??


"Saya nggak tau juga Fiz tadi itu, Syifa dijemput sama calon suaminya kerumah, dan saya berangkat duluan bersama keluarga yang lain, tapi ini sudah satu jam tapi nggak datang datang, ditelfon nggak diangkat." Ucap Ustadz Habibi dengan suara penuh dengan kegelisahan.

__ADS_1


__ADS_2