
110
Malam berlalu, dan pagi menyapa dengan sinar mentari pagi yang cerah.
Pagi itu syifa menyiapkan sarapan buat sang suami yang menginap di rumah nya.
Dan tak disangka pagi itu Kyai Abdullah datang bertamu ke rumah Ustadz Habibi,
Dan semua di rumah itu terkejut dengan kedatangan Kyai Abdullah yang tiba-tiba datang.
"Assalamu'alaikum.." Ucap Kyai Abdullah dari luar rumah Syifa.
"Waalaikum salam.." Jawab syifa kaget dengan kedatangan Kyai Abdullah sambil membuka pintu.
"Abahnya ada..?? Tanya Kyai Abdullah yang sedang berdiri didepan pintu.
" Ada Kyai.. Silahkan masuk.."jawab Syifa dan mempersilahkan duduk pada Kyai Abdullah.
Lalu syifa masuk memanggil Abahnya.
Dan Ustadz Habibi langsung keluar menemui Kyai Abdullah.
__ADS_1
Syifa masuk ke kamar untuk memberi tau suaminya kedatangan Kyai Abdullah yang tiba-tiba.
"Mas mas.." Panggil syifa dengan suara ngos ngosan karena terburu buru.
"Ada apa syifa.??
Tanya Ustadz Hafizh yang sedang tiduran di atas kasur.
" Mas diluar ada Kyai Abdullah."ucap syifa dengan wajah kaget.
"Apa, Abah kesini ngapain.?? Tanya Ustadz Hafizh dan langsung bangun dari tempat tidurnya.
Lalu Ustadz Hafizh keluar keruang tamu untuk menemui mertuanya karena takut ada sesuatu yang penting.
"Waalaikum salam.." Jawab Kyai Abdullah menatap wajah Ustadz Hafizh dengan tatapan tanda tanya.
"Kedatangan saya kesini ada yang mau dibicarakan sama keluarga disini," Ucap Kyai Abdullah pada semuanya.
"Oh iya ada apa, keliatan nya penting sekali." Saut Ustadz Habibi sambil meminum secangkir teh hangat.
"Saya nggak mau basa basi lagi mungkin kalau nak syifa sudah tahu tentang perjodohan ini." Ucap Kyai Abdullah membuat keluarga syifa semakin penasaran.
__ADS_1
"Perjodohan apa, saya nggak ngerti.?? Jawab Ustadz Habibi sambil celingak celinguk, melihat ke yang lain.
Ustadz Hafizh tegang karena takut terjadi kesalah fahaman antara mertua dengan mertua nya.
" Hafizh sebelum nya Abah minta maaf karena tidak memberi tahu kamu tentang kedatangan Abah kesini, tapi ini semua untuk kebaikan kita semua."ucap Kyai Abdullah.
"Ya udah langsung aja, jangan bikin penasaran," Ucap Ustadz Habibi udah mulai naik darah.
"Iya saya mau menjodohkan Hafizh dengan Aisyah, saya punya alasan kenapa saya menjodohkan Hafizh dengan Aisyah, karena yang merawat dan menjaga Muhammad putra Hafizh dan Khadijah Ada Aisyah dan saya takut terjadi Fitnah, karena sering kali Hafizh mengunjungi kamar Aisyah untuk menemui Muhammad, dan sebaliknya Aisyah pun sering ke kamar Hafizh saat Muhammad nangis." Ucap Kyai Abdullah menjelaskan pada keluarga Ustadz Habibi.
Saat itu Ustadz Habibi langsung menyenderkan tubuh nya ke senderan kursi karena merasa putri nya akan tersakiti lagi setelah sekian lama diduakan dan menerima semua nya.
"Apa ini karma terhadap anakku Ya Allah.." Ucap batin Ustadz Habibi.
Syifa dan Ustadz Hafizh hanya diam dan saling memandang tanpa mengucapkan sesuatu apa pun.
Sedangkan ibunya syifa langsung pergi meninggalkan ruang tamu karena tak setuju tentang perjodohan ini.
"Syifa apa kamu sudah tau semua..?? Tanya Abahnya syifa.
" Iya bah syifa sudah tau, dan syifa menyetujui nya karena bagaimana pun syifa belum bisa menjadi ibu dari anak mas Hafizh, dan syifa belajar ikhlas seperti mbak Khadijah yang mengikhlaskan suaminya buat syifa, walaupun kadang semua ini menyakiti hati syifa, tapi syifa nggak apa apa bah, Abah nggak usah khawatir, dan mas Hafizh sudah berjanji akan lebih adil lagi tentang waktu."ucap syifa penuh keikhlasan.
__ADS_1
Ustadz Hafizh memegang tangan syifa dan berterima kasih atas semua keihlasan nya.