
90
Lalu semuanya terdiam saling memandang tanpa bicara apa apa.
Setelah beberapa menit syifa mengambil makanan yang dibawa oleh suaminya.
"Mas bawa apa.?? Tanya syifa mendamaikan suasana.
" Oh iya mas lupa, ini mas beliin makanan buat syifa, umi, dan juga Abah."Jawab Ustadz Hafizh sambil membuka makanan nya.
"Maaf ya umi, Abah, syifa, mas harus pamit karena mas harus menjaga Khadijah yang nanti malam akan dioperasi." Ucap Ustadz Hafizh dengan perasaan tak enak.
"Iya nak pergi lah nggak enak kalau kamu lama lama disini pasti Khadijah sudah menunggu kamu." Ucap Ustadz Habibi dengan penuh pengertian pada menantunya.
"Hem kalau punya dua istri itu harus adil jangan pilih kasih masak karena istri kedua jadi dinomer duain." Ucap ketus ibunya syifa melenggak lenggokan kepalanya.
"Umi jangan bilang gitu nggak baik. " Tegur Ustadz Habibi pada istrinya.
Ustadz Hafizh hanya diam dan berpamitan pergi kembali ke kamar Khadijah karena takut ketahuan Kyai Abdullah jika terlalu lama pergi nya.
"Syifa mas pergi dulu ya, maafin mas karena tidak bisa menemani kamu disaat seperti ini semoga kamu mengerti dengan keadaan ini." Ucap Ustadz Hafizh sambil mencium kening syifa lalu bersalaman pada mertuanya dan pergi mengucapkan salam.
__ADS_1
Syifa hanya diam pasrah tanpa menjawab apa apa karena syifa tau Ustadz Hafizh lebih mencintai Khadijah dari pada diri nya.
"Syifa kamu juga istrinya jangan mau diperlakukan seperti itu, kalau kamu cuma diam pasrah apa yang kamu dapat cuma sakit hati.." Ucap ibunya syifa dengan tatapan penuh kemarahan.
"Umi jangan ngajarin seperti itu pada anak kita, memang ini konsekuensi nya jadi istri kedua syifa pasti sudah tahu." Tegur Ustadz Habibi pada istrinya.
Syifa yang sedang terbaring diatas tempat tidur hanya membalikkan badan nya lalu menangis dengan apa yang iya rasakan.
Ustadz pergi berlari karena takut ketahuan Kyai Abdullah dan setelah sampai didepan kamar Khadijah Ustadz Hafizh menarik panjang nafasnya agar tidak terlihat capek.
Lalu membuka pintu kamar Khadijah dan mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum.." Ucap Ustadz Hafizh dengan sopan nya karena mengira ada Kyai Abdullah dikamar itu ternyata saat Ustadz Hafizh kembali Kyai Abdullah pulang untuk melihat keadaan dipesantren.
"Oh iya sayang Abah sudah dari tadi pulang nya.??
" Iya pas Abi keluar Abah tak lama pulang."
"Eeemm... "Jawab Ustadz Hafizh sedikit lega karena tidak ada mertuanya.
" Oh iya bi maaf ya kalau dinda pengen tahu." Tanya Khadijah dengan wajah penasaran.
__ADS_1
"Iya sayang ada apa.??
" Heem semalam Abi kerumah syifa.??
"Maafin Abi ya sayang, Abi ninggalin dinda sendiri, sebenarnya Abi itu mau kembali sesudah sholat subuh eh ternyata syifa panas tinggi jadi Abi bawa kerumah sakit dan nungguin sampai dokternya keluar dari ruangan UGD."
"Rumah sakit mana bi.?? Tanya Khadijah tanpa menampakkan kalau dirinya juga punya rasa cemburu dan sakit hati.
" Rumah sakit disini juga, karena menurut Abi, Abi bisa memantau kedua istri Abi tanpa bolak balik pulang."
"Memang nya sakit apa bi.. "
"Panas tinggi dan asam lambung nya naik karena telat makan sayang, jadi dinda sayang jangan sampai telat makan ya biar cepat sembuh.."
Khadijah diam dan menganggukkan kepala nya.
Tak lama kemudian ada seseorang mengetuk pintu kamar. Tok.. Tok..
"Assalamu'alaikum..
" Waalaikumsalam. "Jawab Ustadz Hafizh dan membuka pintu, ternyata yang datang adalah bukde dengan pakde nya.
__ADS_1
" Bukde, pakde kok nggak ngabarin dulu kalau mau kesini. "Ucap Ustadz Hafizh sambil mengedipkan kedua matanya memberi isyarat bahwa kedatangan bukdenya bukan karena mau nganterin duit pinjaman melainkan mau menjenguk kedua istrinya.
Dan