
Dan keesokan harinya Kyai Abdullah pergi kerumah saudara nya. Yang tak jauh dari pesantren.
"Assalamu'alaikum." Ucap Kyai Abdullah
Dirumah saudara nya yaitu Kyai Kholel.
"Waalaikumsalam." Jawab Kyai Kholel dengan nada yang bahagia karena sudah lama tidak berjumpa dengan saudara nya yaitu Kyai Abdullah.
"Mari mari masuk saudara ku sudah lama kita tidak ketemu karna kesibukan kita masing masing." Ucap Kyai Kholel sambil memegang tangan Kyai Abdullah mempersilahkan untuk duduk.
"Apa ada yang penting sekali sehingga tidak memberi tahu dulu kalau mau kesini. " Tanya Kyai Kholel pada Kyai Abdullah.
"Ya aku kesini memang ada yang penting karna kamu adalah satu satunya saudara ku,ada yang aku mau musyawarah kan."
Ucap Kyai Abdullah.
Sebelum mengatakan maksud kedatangan Kyai Abdullah tiba-tiba seseorang keluar dari dalam ruangan tengah. "Assalamu'alaikum. Sehat bah?"
Ucap Ustadz Fatah yang tak lain adalah putra Kyai Kholel.
"Sehat sehat. Kapan kamu datang kok nggak ngasih kabar sama Abahmu ini." Jawab Kyai Abdullah.
"Baru semalam aku datang Bah, makanya belum ngasih kabar, gimana kabarnya adek Khadijah."
Tanya Ustadz Fatah pada Kyai Abdullah.
"Oh baik baik sekali." Jawab Kyai Abdullah. "Apa adek masih di pondok Bah." Ucap Ustadz Fatah.
"Nggak Khadijah ada dirumah semenjak Abah sering sakit sakitan, dan saat kamu memutuskan Untuk Melanjutkan Kuliah kamu kekairo."
__ADS_1
"Ya Bah aku mau minta maaf sama adek Khadijah karna aku membuat keputusan tanpa bertanya dulu pada Khadijah."
Ucap Ustadz Fatah.
"Sebenarnya kedatangan ku kesini mau membicarakan pernikahan Khadijah."
Ucap Kyai Abdullah pada Kyai Kholel.
"Apa Bah?? Kepulanganku ini untuk minta maaf Pada Khadijah dan meneruskan perjodohan kita tapi kenapa Abah buru buru menjodohkan Khadijah dengan orang lain."ucap Ustadz Fatah dengan perasaan marah dan kecewa.
Dulu Khadijah memang dijodohkan dengan Ustadz Fatah, tapi saat pernikahan hampir tiba Ustadz Fatah memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke Kairo karna mendapatkan bea siswa.
Dan sejak saat itu Khadijah tidak berharap lagi pada Ustadz Fatah.
Karna Khadijah tidak mau mengganggu kuliahnya.
"Ya kalau saya terserah Kyai Abdullah, Khadijah mau dijodohkan sama siapa karna dulu yang memutuskan pernikahan adalah Fatah sendiri." Ucap Kyai Kholel pada Kyai Abdullah.
"Ya mau gimana lagi mungkin bukan jodoh nya, itu kan salah kamu sendiri
Memilih untuk melanjutkan kuliah." Ucap Kiyai Kholel pada putranya Ustadz Fatah.
"Ya sudah kalau gitu saya pamit karna sudah malam." Ucap Kyai Abdullah.
Dan pulanglah Kyai Abdullah kerumahnya. Sesampainya dirumah beliau disambut oleh putrinya.
"Assalamu'alaikum" Ucap Kyai Abdullah pada putrinya.
"Waalaikumsalam." Jawab Khadijah sambil membukakan pintu.
__ADS_1
"Kenapa Abah keliatan capek sekali, apa pakde Kholel nggak ada dirumah Bah??
Tanya Khadijah pada Abahnya.
" Ada sayang, cuma Abah sedikit kaget aja, karna ternyata ada Fatah baru datang semalam."jawab Kyai Abdullah sambil memandangi putrinya.
"Oh Fatah datang Bah??
Ucap Khadijah pada Abahnya.
" Kok cuma oh sayang kamu nggak kaget Fatah Datang."tanya Kyai Abdullah.
"Ya nggak Bah kenapa Khadijah harus kaget mungkin waktunya pulang." Ucap Khadijah sambil rebahan dipangkuan Abahnya.
"Gimana perasaan mu sama Fatah nak??
Tanya Kyai Abdullah pada putrinya.
" Perasaan itu sudah tidak ada Bah,
Perasaan Khadijah pada Fatah biasa seperti adek ke kakaknya."jawab Khadijah sambil manja manja sama Abahnya.
"Alhamdulillah kalau gitu sayang."ucap Kyai Abdullah pada putrinya.
" Abah jangan bahas masa lalu aku sama Abang Fatah lagi ya, Khadijah nggak mau Ustadz Hafizh kecewa." Ucap Khadijah pada Abahnya.
"Ya sayang putriku Abah masuk dulu ya.
Ucap Kyai Abdullah.
__ADS_1
" Ya Bah."jawab Khadijah