
Ustadz Hafizh terus memandangi istrinya
Yang sedang memeluk Abahnya, dan Ustadz Hafizh menegur istrinya.
"Sayang entar Abah capek kalau dinda terus peluk Abah." Ucap Ustadz Hafizh pada istrinya.
"Tapi dinda nggak mau jauh dari Abah Bi,"
"Ya tapi kan kasian Abah nggak bisa bergerak." Ucap Ustadz Hafizh pelan.
Khadijah langsung mengerti dengan tatapan Ustadz Hafizh tehadap Khadijah.
Karena saat itu wajah Ustadz Hafizh sedikit lesu dan nada suara nya pelan banget tidak seperti biasanya.
Khadijah sadar kalau dirinya sedikit egois tidak memikirkan perasaan suaminya.
"Ya Bi, maafin dinda ya dari tadi dinda kebawa perasaan."ucap Khadijah pada suaminya.
Dan sampailah dibandara.
__ADS_1
Khadijah terus menangis tak sanggup untuk meninggalkan Abahnya.
" Sayang anakku jangan sedih disini Abah tidak sendiri masih banyak santri yang menemani Abah, jaga dirimu dan jangan jauh jauh dari suamimu.
Dan untuk nak Hafizh Abah titip putri kesayangan Abah jangan sampai ditinggal karna Khadijah belum pernah berpengalaman ke tanah Suci dan dia belum pernah keluar negeri."ucap Kyai Abdullah pada menantunya.
"Insya Allah Bah..Hafizh akan selalu menjaga putri kesayangan Abah." Ucap Ustadz Hafizh sambil bersalaman pada Kyai Abdullah.
Dan Ustadz Hafizh dan Khadijah berpamitan pada semua keluarga dan sahabat.
Khadijah dengan rasa berat hati berpamitan pada Abah nya,
Dan smua keluarga pulang kerumah masing-masing.
Kyai Abdullah yang masih sedih dengan kepergian Khadijah dengan Ustadz Hafizh ditemani oleh temannya yaitu Ustadz Habibi yang mengantar Kyai Abdullah sampai kerumah.
"Udah jangan sedih terus lagian putrimu kan cuma ketanah suci perginya sama suaminya dan paling beberapa minggu,
Malu dilihat santri masak Kyai besar cengeng."
__ADS_1
Ucap Ustadz Habibi ngeledekin Kyai Abdullah.
Kyai Abdullah hanya tersenyum mengusap air matanya.
Dan Khadijah dengan Ustadz Hafizh sudah berada diatas pesawat.
Mereka berdua yang hanya orang desa baru pertama kali menaiki pesawat dan Khadijah bertanya pada suaminya.
"Bi, dinda takut ketinggian bagaimana kalau kita jatuh." Ucap Khadijah sambil terus berpegangan pada suaminya.
"Sayang nggak usah takut ya kan ada Abi disini yang selalu menemani dinda kapanpun dan dimanapun dan kita harus percaya dengan takdir Allah SWT apapun yang terjadi pasti sudah kehendaknya." Ucap Ustadz Hafizh memberi pengertian pada istrinya.
Sebenarnya Ustadz Hafizh juga takut dengan ketinggian karena baru pertama kali naik pesawat, dan yang ditakutkan lagi duitnya takut tidak cukup untuk kebutuhan mereka berdua selama di Mekkah. Karena Ustadz Hafizh hanya dikasih oleh Mertuanya yaitu Kyai Abdullah.
"Ya Allah sebenarnya aku takut juga naik pesawat tapi kalau aku takut kan malu sama istriku masak laki-laki takut dan gimana ya kalau uangku tidak cukup sedangkan aku tidak punya uang sendiri hanya dikasih oleh Abah, aku tidak mau membuat istriku kepikiran karena aku membawa uang seadanya,
Ya Allah hamba pasrah hanya kepada mu seberapapun uang yang aku pegang ini semoga cukup untuk semua kebutuhan ku dan juga istriku."gumamnya dalam hati Ustadz Hafizh.
"Bi, kenapa diam terus dan kenapa jantung Abi berdetak begitu kencang??" Tanya Khadijah pada suaminya karna saat itu Khadijah menyenderkan tubuh nya didada Ustadz Hafizh.
__ADS_1
"Nggak sayang mungkin karena kita berada di ketinggian makanya jantung Abi kencang sekali, kan biasanya jantung nya hanya menghirup udara didesa mungkin kaget jantung nya karna belum terbiasa heemmm." Jawab Ustadz Hafizh sambil tersenyum mnggoda istrinya.