Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 52


__ADS_3

Dan saat Ustadz Habibi menelfon lagi Khadijah langsung berdiri dihadapan Ustadz Hafizh.


"Bi, dinda ikut.." Tutur Khadijah.


"Tumben dinda mau, kangen sama Abi ya.." Ucap Ustadz Hafizh Menggombali istrinya.


"Dinda pengen tau kondisi Syifa sekarang."


"Ya udah ayo."


Tanpa meras keberatan Ustadz Hafizh mengajak istrinya, dan Khadijah berganti pakaian dengan yang cantik dari biasanya.


Dan setelah sampai dirumah sakit keluarga Ustadz Habibi kaget dengan kedatangan Ustadz Hafizh yang tak biasanya membawa istrinya.


Dan karena saat itu kondisi Syifa nggak stabil Ustadz Habibi langsung menyuruh Ustadz Hafizh masuk kedalam kamar Syifa, dan didalam kamar itu ada ibunya Syifa yang menyuapi Syifa, tapi Syifa enggan memakan makanannya dia terus menunggu kedatangan Ustadz Hafizh untuk menyuapi nya.


Dan setelah didalam kamar Syifa terkejut karena Ustadz Hafizh datang bersama istrinya.


Syifa diam melihat Khadijah, tapi Khadijah langsung menyapa nya duluan.


"Syifa bagaimana kondisi mu sekarang??

__ADS_1


Tanya Khadijah sambil memegang tangan Syifa.


" Nggak aku sudah mendingan."jawab Syifa ketus.


Tapi Syifa tak menghiraukan Khadijah,dia tetap meminta Ustadz Hafizh yang menyuapi makanannya, tapi Ustadz Hafizh menolaknya dengan lembut karena nggak enak pada Khadijah takut menyakiti perasaan nya.


Tapi Khadijah yang penuh pengertian menyuruh Ustadz Hafizh untuk menyuapi Syifa.


"Sayang nggak apa apa Abi menyuapi Syifa??


" Kenapa Abi harus bertanya pada dinda kalau itu udah menjadi kebiasaan Abi menyuapi Syifa."ucap Khadijah dengan suara pelan.


Dan tak berapa lama Khadijah mengajak pulang pada Ustadz Hafizh, dan Syifa yang masih kurang dengan kebersamaan nya dengan Ustadz Hafizh memohon agar jangan cepat cepat pulang, tapi Khadijah tak mau kalah, Khadijah pura pura marah dan langsung berpamitan pada orang tua Syifa, dan langsung beranjak pergi tanpa mengajak Ustadz Hafizh keluar dari kamar Syifa.


Dan Khadijah menunggu Ustadz Hafizh didalam mobil, dan dalam perjalanan Khadijah tak bicara satu kata patah pun pada Ustadz Hafizh, Khadijah hanya diam menampakkan kalau dirinya benar benar marah dan cemburu.


"Sayang dinda.. Dinda marah sama Abi ya. "


"Jawab dong sayang..


Ya udah Abi nggak bakalan kerumah sakit lagi untuk nengokin Syifa,

__ADS_1


Abi janji sayang, tapi Abi mohon dinda jawab pertanyaan Abi.."


Khadijah terus diam tanpa bicara apapun, dan sampailah dirumah Khadijah.


Dan Khadijah langsung keluar dari dalam mobil tanpa menunggu dibukakan pintunya.


Khadijah yang masih marah langsung masuk kamar mengganti pakaiannya dan pergi mengambil wudhu dan sholat yang lama.


Dan Karena Ustadz Hafizh yang merasa bersalah terus duduk disamping Khadijah yang sedang sholat di musholah rumahnya.


"Sayang udah dulu ya sholat nya, dinda kan belum makan dari tadi kasian dedeknya yang ada dalam perut dinda nanti kelaparan. " Ucap Hafizh sambil merayu Khadijah.tapi Khadijah enggan menjawab pertanyaan Ustadz Hafizh.


Dan setelah beberapa jam Khadijah mulai luluh dengan rayuan Ustadz Hafizh, Khadijah mulai turun dari tempat sholat nya dan makan ditemenin Ustadz Hafizh.


Ustadz Hafizh yang masih merasa bersalah mencoba menyuapi Khadijah tapi Khadijah langsung menolaknya.


"Nggak usah disuapin dinda bisa sendiri lagian dinda sehat nggak sakit apa apa." Ucap Khadijah dengan nada marah.


"Sayang nggak apa apa Abi suapin ya, ini adalah sunnah Rosul sayang."


"Nggak usah bawa bawa Rosul Bi, untuk menutupi kesalahan Abi, dan istri Rosul juga punya rasa marah dan cemburu apa lagi dinda yang hanya manusia biasa yang tak luput dari khilaf dan dosa," Ucap Khadijah sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


__ADS_2