Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 91


__ADS_3

91


Bukdenya Ustadz Hafizh terdiam kaget diam kedipan mata ponakannya itu dan tak lama ingat dengan duit pinjaman itu.


"Maaf nak bukde nggak ngasih tau kalau mau kesini, tadi kan Hafizh telpon ngasih kabar kalau kedua istri nya ada di rumah sakit semua ya jadi pakde dengan pakde berpikir untuk kesini menjenguk kedua menantu bukde. " Jawab bukde.


"Kok bukde bisa tau kamar Khadijah.??


" Tadi pas diloby nggak sengaja bukde bertemu dengan Ustadz Habibi dan bukde langsung ke kamar syifa untuk jenguk syifa dulu soalnya nggak enak sudah ketemu sama orang tuanya,


Pas syifa lagi diperiksa bukde nanya sama suster dimana kamar rawat Khadijah, terus bukde langsung dianterin nyampek sini mana mungkin bukde langsung nyampe sini kalau nggak nelpon dulu.."jawab panjang lebar bukde itu.


"Oh ya nak gimana keadaan kamu.??


" Baik bukde. "Jawab Khadijah dengan wajah nya yang sangat pucat.


" Ini bukde bawain bubur semoga nak Khadijah suka ya..


Lalu Ustadz Hafizh mengambil nya dari tangan bukdenya dan menyuapi istrinya.


"Oh iya sayang ini sudah habis dhuhur cepetan dinda makan ya karena habis ini dinda harus berpuasa." Ucap Ustadz Hafizh.


"Memang nya kenapa harus puasa.?? Tanya bukde.


" Nanti malam Khadijah akan dioperasi bukde, jadi sebelum dioperasi harus puasa dulu." Ucap Ustadz Hafizh menerangkan pada bukde nya.


Lalu Ustadz Hafizh menyuapi istrinya dengan bubur yang dibawakan bukde nya itu.


"Sayang gimana enak.??

__ADS_1


Khadijah hanya menganggukkan kepalanya saat itu kondisi Khadijah sanggup lemah.


Dan beberapa suap bubur itu masuk ke mulut Khadijah, Khadijah menutup mulutnya agar tak disuapi lagi.


" Sayang udah.. Lagi ya sedikit lagi biar dinda punya tenaga."ucap Ustadz Hafizh sambil menyodorkan sendok ke mulut Khadijah.


"Eeemmm.. " Ucap Khadijah sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah minum.. " Ucap Ustadz Hafizh dengan telaten nya.


Dan setelah tak berapa lama bukde dan pakde Ustadz Hafizh berpamitan untuk pulang.


"Nak Khadijah bukde sama pakde pulang dulu ya, semoga kamu cepat sembuh dan operasi nya lancar Ami.." Ucap bukde.


"Makasih bukde.." Ucap Khadijah dengan ketidak berdayaannya.


"Ya bukde Hafizh antar keluar..


" Sayang Abi nganterin bukde dulu sampai depan ya takut kesasar..


Pamit Ustadz Hafizh pada istrinya.


"Ya bi.. " Jawab Khadijah


Dan setelah sampai di lobby bukde lalu memberikan uang itu kepada Ustadz Hafizh.


"Hafizh ini uangnya, punya nayla lima juta dan punya bukde dua juta, kalau kamu punya rejeki jangan lupa punya nayla dibayar dulu ya..*ucap bukde mengingat kan Ustadz Hafizh.


" Ya bukde insya Allah secepatnya Hafizh bayar."jawab Ustadz Hafizh.

__ADS_1


"Ya bukde percaya sama kamu nak, jaga kesehatan mu dan inget sekali kali lihat syifa kekamar nya biar ibunya syifa nggak ngomel ngomel terus.."


"Ya bukde, bukde sama pakde hat hati dijalan ya, pakde bawa motor.??


" Ya fiz biar irit.."jawab pakde dengan senyuman.


"Udah sana kamu balik lagi kekamar takut Khadijah nungguin."


"Ya bukde makasih banyak bantuan nya.."


"Ya sama sama.


Lalu Ustadz Hafizh kembali ke kamar Khadijah, dan setelah sampai dikamar ternyata Khadijah tidur dengan pulasnya.


Ustadz Hafizh pun dengan pelannya merebahkan badannya ke sofa di kamar itu.


Dan setelah sholat isak dimasjid Ustadz Hafizh membawakan segelas air putih yang sudah didoakan waktu diMasjid.


" Dinda minum dulu ya, ini air Al Qur'an yang Abi baca tadi pas diMasjid."


Khadijah menganggukkan kepalanya dan mengangkat nya untuk meminum air dari suaminya.


"Bi, dinda mau ngeliat putra kita dulu sebelum dinda dioperasi."


"Ooh video call ya..


Dan Ustadz Hafizh menelpon Aisyah.


Kring... Kring.. Bunyi ponsel Aisyah berdering.

__ADS_1


__ADS_2