Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 83


__ADS_3

83


Ustadz Hafizh bingung harus berbuat apa, karena dua dua nya sama sama istrinya.


Dan Ustadz Hafizh masuk ke kamar Khadijah dengan wajah murung dan gelisah.


"Bi.. Ada apa.?? Tanya Khadijah khawatir.


" Nggak ada apa apa dinda sayang,


Dinda sudah siap.??


"Sudah bi.."


"Kalau gitu mau berangkat sekarang sayang."


"Ya bi."ucap Khadijah sambil mencoba bangun dari tempat tidurnya.


Dan Ustadz Hafizh dengan siap siaga langsung menggendong istrinya menuju mobil.


" Bi, nggak usah digendong, dinda pakai kursi roda aja."


"Udah diam aja Ratunya Abi.."


Khadijah tersenyum sambil digendong suaminya keluar menuju mobil.


Dan Kyai Abdullah pun menyusul keluar untuk mengantarkan Khadijah ke rumah sakit.

__ADS_1


"Sayang sudah siap semua.?? Tanya Kyai Abdullah.


" Sudah bah.."jawab Khadijah.


"Ya sudah kalau gitu ayok.. " Ajak Kyai Abdullah.


Dan Kyai Abdullah duduk didepan bersama santri yang menyetir, Ustadz Hafizh bersama Khadijah duduk ditengah.


Dan dalam perjalanan ponsel Ustadz Hafizh berbunyi lagi kring.. Kring..


Ustadz Hafizh tidak langsung mengangkatnya ponselnya, tapi masih bingung mau diangkat apa nggak??


Soalnya telpon itu dari Syifa, Ustadz Hafizh tidak nyaman untuk mengangkat telpon itu karena takut membuat Khadijah cemburu atau kepikiran.


"Bi dari siapa kok nggak diangkat.??


" Heemm sudah dimatiin sayang."jawab Ustadz Hafizh sambil memasukkan ponselnya kedalam sakunya lagi.


"Kenapa nggak ditelpon balik bi, takutnya penting." Suruh Khadijah sambil memegang tangan suaminya.


Karena Khadijah sudah mengerti dengan kebiasaan suaminya yang menutupi ketika ada telpon dari Syifa.


Dan Ustadz Hafizh pun mengirim pesan pada Syifa.


"Assalamu'alaikum Syifa, maaf ya mas belum bisa pulang, karena masih mau nganterin Khadijah ke rumah sakit untuk jadwal operasi, nanti kalau sudah sampai dirumah sakit dan urusan nya sudah selesai semua, mas pasti langsung pulang menemui kamu, sabar ya tunggu sebentar lagi.. " Ucap pesan Ustadz Hafizh untuk Syifa istrinya.


Dan tak lama Syifa membalas pesan suaminya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, ya Syifa tunggu." Jawab Syifa dengan singkat nya membalas pesan dari suaminya.


"Ya Allah..Syifa pasti kecewa sama aku, karena aku nggak bisa langsung pulang disaat Syifa membutuhkan ku, gimana nih, sedangkan istriku yang satunya lagi sangat membutuhkan perhatian ku dan yang satunya lagi juga membutuhkan perhatian ku, ya Allah jadikan lah istri istriku menjadi seorang istri yang sabar dan penuh pengertian hanya kepada mu aku meminta, maaf kan hamba mu ini karena masih belum bisa adil untuk istri istri hamba.."ucap dalam hati Ustadz Hafizh.


"Bi.. Kenapa Syifa.?? Tanya bisik bisik Khadijah.


" Nggak apa apa sayang."jawab Ustadz Hafizh sambil menyenderkan Khadijah kebahunya.


"Bilang sama Syifa maafin dinda bi, karena sudah mengambil waktunya bersama Abi, insya Allah kalau dinda udah sembuh dinda akan ganti waktu Abi bersama Syifa."


"Udah sayang nggak usah mikirin yang macem macem dulu, sekarang dinda fokus dulu sama kesembuhan dinda, ok sayang.."


"Ya bi makasih ya..


Selama dalam perjalanan Kyai Abdullah diam tanpa berbicara apa apa, karena sangat sedih dengan keadaan putrinya yang kondisi sangat menghawatirkan.


Dan tak lama kemudian sampailah di rumah sakit.


Ustadz Hafizh langsung mengambil kursi roda untuk istrinya dan menggendong nya keluar dari mobil nya.


Lalu seorang santri membawakan barang bawaan Khadijah kedalam rumah sakit.


"Putri ku apa kita makan dulu didepan situ, itu kayaknya makanan kesukaan kamu.." Ajak Kyai Abdullah pada putrinya sambil menunjuk kearah rumah makan depan rumah sakit


"Terserah Abah aja." Jawab Khadijah dan dan bertanya pada suaminya.


"Abi nggak apa apa makan dulu.?

__ADS_1


" Ya nggak apa sayang."ucap Ustadz Hafizh sambil mendorong istrinya.


__ADS_2