Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 112


__ADS_3

112


Dan setelah sampai di rumah Ustadz Hafizh langsung menemui Aisyah untuk menanyakan tentang perjodohan nya.


"Assalamu'alaikum Aisyah.. Kamu ada di dalam..?? Tanya Ustadz Hafizh dari luar pintu kamar Aisyah.


" Waalaikum salam..Ustadz iya ada apa.?? Jawab Aisyah kaget mendengar suara Ustadz Hafizh yang datang memanggilnya.


Lalu Aisyah keluar tanpa melihat ke arah Ustadz Hafizh yang ada di hadapannya.


"Aisyah boleh aku bicara sama kamu."


"Iya boleh Ustadz, ada apa.?? Jawab Aisyah deg degan jantung nya berdetak sangat kencang sekali mendengar ucapan Ustadz Hafizh.


" Kamu pasti sudah tau tentang perjodohan kita, bagaimana menurut mu Aisyah.?? Tanya Ustadz Hafizh tanpa menatap juga pada Aisyah.


Aisyah diam sejenak karena malu mau menjawab pertanyaan Ustadz Hafizh yang langsung mengarah Keperjodoh.


"Aisyah aku tau kamu pasti tidak bisa menerima perjodohan ini, Aisyah kamu nggak usah malu atau merasa nggak enak sama aku atau Abah, karena ini menyangkut masa depan kamu, kamu layak mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari aku, karena kamu masih perawan dan muda, aku nggak pantas buat kamu yang sudah memiliki dua istri." Ucap Ustadz Hafizh merendah dihadapan Aisyah.


"Tapi aku mau menikah dengan mu Ustadz.." Ucap Aisyah dengan lantangnya dan dengan suara yang gemetar.

__ADS_1


"Apa Aisyah.?? Ustadz Hafizh berpura-pura tidak mendengar ucapan Aisyah.


" Aku mau Ustadz.. Menikah dengan Ustadz, asalkan Ustadz Hafizh bisa adil dengan istri istri yang lain."ucap Aisyah.


"Alhamdulillah.. Kalau kamu mau menikah dengan ku, insya Allah aku akan adil waktu dan lahir batin." Ucap Ustadz Hafizh.


Dan Ustadz Hafizh langsung menemui Kyai Abdullah, untuk membicarakan perihal akad nikahnya karena semua sudah setuju.


"Assalamu'alaikum Abah.. Ucap Ustadz Hafizh pada mertuanya yang sedang duduk di ruang tengah.


" Waalaikum salam nak Hafizh..ada apa.?? Tanya Kyai Abdullah sambil melihat Ustadz Hafizh yang berdiri didepan nya.


"Oh bagus kalau sudah setuju semua, Abah tinggal bertanya pada Aisyah.." Ucap Kyai Abdullah.


"Aisyah juga sudah setuju bah," Jawab Ustadz Hafizh.


"Oh kamu sudah bicara pada Aisyah.??


" Iya barusan bah,"


"Kalau begitu tinggal mencari tanggal akad nya saja. " Ucap Kyai Abdullah.

__ADS_1


Dan Kyai Abdullah mencari tanggal yang baik buat pernikahan Ustadz Hafizh dengan Aisyah.


"Kalau begitu Abah nikahkan kamu dengan Aisyah hari jumat besok karena lebih cepat lebih baik, dan kalau keluarga Aisyah biar Abah yang urus karena walinya Aisyah juga Abah, karena orang tuanya meninggal sejak kecil." Ucap Kyai Abdullah.


Dan persiapan mulai ditata oleh para santri karena akad nikahnya digelar secara kekeluargaan tanpa resepsi.


Dan Ustadz Hafizh meminta ijin pada Kyai Abdullah, untuk sementara tinggal di rumah syifa sampai akad nikah tiba.


Dan Ustadz Hafizh menitipkan Muhammad putra nya pada Aisyah sampai tiba hari H.


Ustadz Hafizh menghabiskan waktu berdua nya bersama syifa,


Ustadz Hafizh berbulan madu keluar kota karena itu permintaan syifa sebelum menikahi Aisyah.


Walaupun uminya syifa tidak setuju dengan pernikahan Ustadz Hafizh dan Aisyah tapi uminya syifa cukup bijak menerima keputusan menantu dan putri nya.


Ustadz Hafizh memberi semua kasih sayang nya pada syifa saat bulan madu, karena semenjak menikah Ustadz Hafizh belum berbulan madu atau merasakan indahnya hidup berumah tangga bersama syifa.


"Mas makasih ya atas semua kebahagiaan ini, kalau aku sebahagia ini rasanya hati ini tidak ikhlas harus membagi suami." Ucap syifa dalam pelukan Ustadz Hafizh.


"Iya maafkan mas karena baru bisa membuka hati buat syifa." Jawab Ustadz Hafizh memeluk syifa dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2