Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 102


__ADS_3

102


Dan syifa mencoba menenangkan hati suaminya yang saat itu tak sadar kan diri, tapi tak berapa lama Ustadz Hafizh sadar dari pingsannya dan langsung bangun dan berlari menuju pemakaman tapi beberapa orang mengejar takut terjadi apa apa lagi.


Sesampainya di pemakaman Ustadz Hafizh langsung masuk ke liang lahat untuk menerima jenazah Khadijah diperistirahatannya yang terakhir.


Ustadz Hafizh sangat terpukul disaat menerima jenazah istrinya diliang lahat,


Tangannya gemeteran badannya seperti es yang beku tidak bisa merasakan apa apa,


Dan setelah beberapa jam akhirnya pemakaman Khadijah selesai Dan Ustadz Hafizh langsung pulang ke rumah Kyai Abdullah.


Dan disana sudah ada syifa yang menunggu nya sejak dari tadi.


"Syifa kamu belum pulang.??


Sapa Ustadz Hafizh tanpa senyuman.


" Belum mas, apa boleh syifa nginep untuk menemani mas disini.??


Tanya syifa sambil menatap wajah suaminya yang penuh kesedihan.


"Jangan syifa..!!


Mas nggak enak pada keluarga Khadijah apalagi ini dalam keadaan berduka.


Jawab Ustadz Hafizh.

__ADS_1


" Tapi mas aku mau nemenin mas disaat seperti ini.. Bujuk syifa mencari kesempatan.


"Maaf syifa jangan, mending kamu sekarang pulang dan istirahat lah dirumah. " Ucap Ustadz Hafizh dengan nada sedikit tinggi, agar syifa mengerti dengan keadaan saat itu.


Lalu Ustadz Hafizh meninggalkan syifa tanpa pamit, karena hati nya masih sangat terluka dengan kepergian istri tercinta nya.


Syifa hanya diam tanpa mengejar nya karena takut suaminya tambah marah padanya.


Malam itu seperti mimpi bagi Ustadz Hafizh karena baru pertama kalinya ditinggal sang istri.


Malam semakin sepi tanpa ada suara orang, Ustadz Hafizh mencoba memejamkan matanya tapi pikiran nya selalu teringat pada istrinya.


Lalu Ustadz Hafizh teringat pada putra nya yang ditinggalkan sejak kemaren.


Tapi saat itu keadaan nya sudah malam Ustadz Hafizh juga tidak enak untuk membangun kan Aisyah yang menemani putra nya tidur.


Hampir setiap malam Ustadz Hafizh tak tidur di kamar nya tapi menghabiskan waktunya di masjid.


Sampai tujuh hari nya Khadijah, Ustadz Hafizh tetap tidur di masjid untuk memenangkan hati nya yang sedih ditinggal sang istri tercinta.


Dan tujuh hari berlalu kepergian Khadijah meninggal kan duka yang begitu dalam bagi Ustadz Hafizh dan Kyai Abdullah.


Sejak saat meninggal nya putri nya Kyai Abdullah mulai sakit sakitan dan Muhammad sering rewel tak beralasan.


Tapi karena Ustadz Hafizh hanya sebagai menantu Ustadz Hafizh berpamitan untuk pulang ke rumah nya karena merasa dirinya bukan siapa-siapa lagi.


Ustadz Hafizh mendatangi kamar Kyai Abdullah untuk berpamitan.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum.. Bah.." Ucap Ustadz Hafizh mengetuk pintu kamar mertuanya.


" Waalaikum salam masuk..Jawab Kyai Abdullah dengan suara rintihan.


"Abah kenapa.??


Tanya Ustadz Hafizh sambil membuka pintu.


" Abah nggak enak badan, ada apa nak.??


"Sebenarnya Saya mau pamit pulang bah..


" Pulang kemana..??


Ke rumah syifa.?


Tanya Kyai Abdullah dengan nada sedikit tinggi.


"Ngga bah, ke rumah Hafizh sendiri."


"Ooh, nak Hafizh istri mu baru tujuh hari meninggal, jangan pergi dulu nak Hafizh siapa yang akan menemui tamu jika ada tamu yang datang, lagian kasian Muhammad baru ditinggal uminya masak harus berjauhan dengan Abahnya.


Ucap Kyai Abdullah dengan suara lemah.


Ustadz Hafizh hanya diam menundukkan kepalanya tanpa menjawab apa apa.


" Abah tidak ijin kan kamu pulang apalagi membawa Muhammad, tunggu lah sampai 100 hari Khadijah, insya Allah Abah akan sehat kembali. "Tutur Kyai Abdullah pada menantu nya.

__ADS_1


__ADS_2