Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 58


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit, Ustadz Hafizh dan Khadijah langsung menuju ke ruang rawat Ustadz Habibi, dan disana sudah ada ibunya Syifa yang sedang menyuapi Ustadz Habibi.


"Assalamu'alaikum.." Ucap Ustadz Hafizh.


"Waalaikumsalam." Ucap ibunya Syifa sambil menaruh sisa makanan Ustadz Habibi.


"Nak Hafizh Dan Khadijah datang lagi, Alhamdulillah." Ucap ibunya Syifa.


"Ya bu.. Ini saya bawa makanan buat ibu dan juga Ustadz." Ucap Khadijah sambil menyodorkan makanannya.


"Nak Khadijah nggak usah repot repot, kalian datang kesini Ibu sudah senang, ibu ada teman nya." Ucap ibunya Syifa.


"Oh ya gimana kabarnya Syifa bu..??


" Baik nak.."


"Sebenarnya kedatangan kami kesini ada perlu sama Ustadz Habibi dan juga ibu." Ucap Khadijah sambil ngeliatin wajah suaminya.


Ustadz Hafizh curiga dengan kata-kata Khadijah karena sambil memandang ke arah nya.


"Apa yang mau diomongin dinda ya, kok tadi dinda nggak ngomong apa apa dijalan, jadi penasaran." Gumam dalam hati Ustadz Hafizh karena benar-benar nggak tau apa yang mau diomongin pada keluarga Ustadz Habibi.


"Ya ada apa nak??


Tanya ibunya Syifa.


Khadijah terdiam bibir nya berat untuk berkata kata, tapi Khadijah sudah bertekad dan ikhlas kalau harus berbagi suami demi kesembuhan Syifa.


" Heemm gini bu, saya sama suami saya sepakat, kalau saya ikhlas dan rela Ustadz Hafizh menikahi Syifa demi kesembuhan Syifa.


Semua tercengang kaget dengan perkataan Khadijah yang tiba-tiba mengikhlaskan suaminya menikahi Syifa.


Ustadz Hafizh pun langsung panas dingin mendengar perkataan Khadijah karena semalam tidak ada kata sepakat apa apa, hanya omongan biasa yang menurut Ustadz Hafizh tak masuk akal.


Dan Ustadz Hafizh pun tak bisa berkata kata apa apa lagi hanya diam sambil mengusap keringat nya yang mulai bercucuran.


"Ya Allah nak.. Sungguh mulia benar hatimu nak, kamu merelakan orang yang paling kamu cintai dimiliki orang lain, tapi bagaimana dengan perasaan mu, apa lagi kamu lagi hamil, apa tidak menganggu pada janin mu." Ucap Ibunya Syifa dengan perasaan senang dan terharu.


"Ibu nggak usah khawatirin saya dan anak saya, Insya Allah kami berdua sehat." Ucap Khadijah sambil mengelus perut nya.

__ADS_1


"Jangan nak..Ustadz Nggak mau merusak pernikahan mu, bagaimana dengan Abahmu, apa beliau sudah tau semua ini." Ucap Ustadz Habibi sambil meneteskan air mata karena begitu terharunya dengan pengorbanan Khadijah, yang harus merelakan suaminya dengan wanita lain


"Ustadz nggak usah mikirin itu, nanti biar Khadijah yang memberi pengertian pada Abah." Ucap Khadijah dengan suara lembut nya.


Dan setelah bicara panjang lebar Khadijah berpamitan untuk pulang, sedangkan Ustadz Hafizh masih terdiam melamun mengingat ucapan Khadijah yang tak seharusnya mengambil keputusan sendiri.


Sesampainya di lobby rumah sakit Ustadz Hafizh mengajak Khadijah ke taman rumah sakit.


Dan setelah duduk di taman Ustadz Hafizh meminta penjelasan pada istrinya.


"Sayang.. Kenapa dinda nggak minta pendapat Abi dulu tentang pernikahan Abi sama Syifa, ini bukan cuman masalah kita berdua tapi ini menyangkut tiga keluarga."Ucap Ustadz Hafizh dengan tegas.


"Bi.. Maaf sebelumnya, tapi kan dinda udah bicara sama Abi semalam." Jawab Khadijah pelan.


"Ya sayang.. Tapi kan nggak ada kesepakatan kita berdua, dinda sayang setiap permasalahan jangan mengambil keputusan terburu buru karena itu merugikan kita sendiri."


"Tapi dinda ikhlas dan rela bi, kalau harus berbagi suaminya dengan Syifa."


"Tapi kan Abi belum tentu siap dinda,terus gimana caranya kita menjelaskan pada Abah dan keluarga Abi."ucap Ustadz Hafizh dengan wajah penuh dengan kekecewaan.


Karena tak menyangka istrinya langsung mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya.


"ya udah kalau gitu Abi pasrah sam dinda.


sayang mumpung kita dirumah sakit dinda periksa dulu ya ada spesialis kandungan disini."


"ya bi.."


setelah diperiksa Khadijah dan Ustadz Hafizh pulang, dan dalam perjalanan Khadijah melihat hasil pemeriksaan tadi.


"sayang Alhamdulillah ya anak kita sehat, dan dinda ingat pesan dokter jangan terlalu banyak pikiran."


"Insya Allah bi.." ucap Khadijah sambil merebahkan badannya dikursi mobil.


dan setelah beberapa hari dirumah Khadijah ada yang mengucapkan salam dan ternyata ibunya Syifa datang ke rumah Khadijah.


"assalamu'alaikum" ucap ibunya Syifa.


"waalaikumsalam" jawab Khadijah dari dalam rumah dan setelah dibuka pintunya ternyata ibunya Syifa.

__ADS_1


"ibu.. ada apa ibu jauh jauh kesini apa ada yang penting, gimana keadaan Ustadz Habibi dan Syifa.?? tanya Khadijah penasaran dengan kedatangan Ibu nya Syifa.


" baik nak.. ya kalau Syifa begitu lah belum ada perkembangan."jawab ibunya Syifa.


"ibu silahkan diminum dulu biar saya panggilkan Abi dulu soalnya lagi di pondok pas lagi ada jadwal ngajar." ucap Khadijah sambil mengambil Handphone nya untuk menelfon suaminya.


setelah beberapa saat Ustadz Hafizh datang.


"assalamu'alaikum..ibu sudah lama.?? tanya Ustadz Hafizh


" baru nak.."jawab ibunya Syifa


"ibu sam siapa kesini??


" ibu dianterin sama santri tapi nunggu dimobil."ucap ibunya Syifa.


dan tanpa basa basi ibunya Syifa langsung berterus terang maksud kedatangannya.


"Nak Hafizh dan nak Khadijah ibu kesini mau menanyakan kelanjutan perkataan nak Khadijah pas lagi dirumah sakit." tutur ibunya Syifa dengan wajah rasa malu.


"perkataan ya mba ya bu..?? tanya Ustadz Hafizh heran.


" pas waktu nak Khadijah bilang kalau nak Hafizh siap untuk menikahi Syifa, jadi ibu mau nanya kapan akan dilaksanakan kalau memang betul betul mau menolong nyawa Syifa, karena Syifa begitu semangat hidup pas tau kalau bak Hafizh mau menikahi nya."ucap Ibunya Syifa sambil menundukkan kepalanya karena seperti sedikit memohon.


"memangnya Syifa sudah sadar dari komanya bu.." tanya Khadijah.


"ya nak, tapi dia tak semangat hidup, makan pun tak mau hanya dibantu alat rumah sakit untuk bisa bertahan hidup, menurut dokter jalan satu satunya adalah membuat nya bahagia, makanya ibu datang kesini minta penjelasan dari Nak Khadijah dan Nak Hafizh." ucap Ibunya Syifa sambil meneteskan air mata.


"ibu nggak usah sedih Insya Allah, Allah akan memberikan kesembuhan untuk Syifa." ucap Khadijah memberi semangi pada ibunya Syifa.


dan Ustadz Hafizh berpamitan pada ibunya Syifa untuk musyawarah dengan istri nya dikamar.


"ya ada apa bi.."


"sayang maafin Abi ya, tapi Abi nggak bisa menikah dengan Syifa, Abi nggak mau menyakiti hati dan perasaan dinda." ucap Ustadz Hafizh sambil memegang tangan istrinya.


"suamiku tersayang nggak usah khawatir, Insya Allah dinda ikhlas dan rela bi.."


"tapi Abi nggak bisa sayang, apa dinda pernah berpikir, setelah menikah waktu Abi, kasih sayang Abi dan cinta Abi semuanya akan terbagi dua, apa dinda bisa melewati hari hari dengan perasaan cemburu dan sakit hati."

__ADS_1


"Insya Allah dinda siap bi, mungkin dengan berjalannya waktu semua akan terbiasa, dinda mohon sama Abi tolong jangan sakiti perasaan seorang ibu, karena ibunya Syifa sangat berharap putrinya sembuh dan sehat." ucap Khadijah dengan keikhlasan nya.


__ADS_2