
Lalu Ustadz Hafizh mendatangi Khadijah yang sedang duduk diruang tengah.
"Sayang bagaimana pendapat mu??
Tanya Ustadz Hafizh pelan.
" Gimana apanya Bi..?? Khadijah balik bertanya.
"Ya Abi mau nanya sama dinda, gimana pendapat dinda tentang Ustadz Habibi yang terus memohon pada kita, Abi tau, dinda orang yang bijak, dinda pasti tau yang terbaik."
"Dinda juga bingung Bi, harus bilang apa?
Dinda juga manusia biasa yang juga punya rasa cemburu, tapi dinda juga nggak tega melihat Ustadz Habibi yang terus memohon kayak gitu, kalau menurut Abi gimana??
" Abi terserah dinda aja, karena Abi tidak mau melakukan sesuatu hal yang membuat dinda kecewa sam Abi."
Ustadz Habibi terus menunggu jawaban dari Ustadz Hafizh dan Khadijah,
Ustadz Habibi mondar mandir didepan rumah Khadijah tanpa merasa capek untuk kesembuhan putri tercinta nya.
__ADS_1
"Bi.. Dinda izinkan Abi menemui Syifa tapi ini demi pengabdian Abi pada guru Abi, Ustadz Habibi."
Ucap Khadijah dengan suara sedikit berat.
"Emang dinda nggak apa Apa??
" Jangan ditanya kalau hati dinda Bi, setiap wanita pasti punya rasa marah dan cemburu, tapi dinda pasrah dan ihlas karena Allah."ucap Khadijah dengan wajah yang kemerahan.
Lalu Ustadz Hafizh keluar dan bilang pada Ustadz Habibi kalau Ustadz Hafizh bersedia menemui Syifa dirumah sakit tapi harus bersama Khadijah.
Dan Ustadz Habibi menyetujuinya.
Ustadz Hafizh yang takut akan dosa membuat Ustadz Hafizh berpikir untuk menikahi Syifa sampai Syifa sembuh, lalu Ustadz Hafizh dengan keberanian berbicara pada Khadijah.
"Sayang Abi mau bicara sama dinda serius."
"Ya bicara apa Bi, ngomong aja."
"Ini masalah serius sayang, tapi Abi mohon tolong dinda jangan emosi dulu ya, Abi hanya mau tau jawaban dinda."
__ADS_1
"Ya Bi, udah ngomong aja" Ucap Khadijah sambil tiduran didekat suaminya.
"Sayang Abi mau jujur sama dinda, Abi kan setiap hari harus datang menemui Syifa dan menyuapi nya, Abi takut semua itu akan menjadi dosa, jadi Abi berpikir gimana kalau Abi menikahi Syifa untuk sementara sampai Syifa sembuh, karena Abu takut dosa sayang, gimna kalau menurut dinda?? Tanya Ustadz Hafizh sambil memandang wajah istrinya.
Khadijah diam terkejut dengan ucapan Ustadz Hafizh yang tiba-tiba pengen menikahi Syifa, Khadijah tidak bisa berkata apa apa saking terkejutnya.
Wajah Khadijah mulai kemerahan, badannya gemeteran, air matanya mengalir di pipinya, Khadijah tak sanggup mendengar Ucapan Ustadz Hafizh yang meminta untuk menikahi Syifa.
"Sayang Abi tidak bermaksud menyakiti perasaan dinda, Abi hanya mau tau pendapat dinda, Abi tidak akan memaksa dinda harus setuju dengan menikahi Syifa, Abi hanya tidak ingin melakukan dosa terus sayang, mungkin dinda punya solusi dengan masalah kita ini.?? Ucap Ustadz Hafizh sambil mengusap air mata Khadijah yang penuh dengan luka di hati Khadijah.
Khadijah terus diam tanpa menjawab pertanyaan Ustadz Hafizh,
Khadijah lalu pergi kekamar mandi dan mengambil air wudhu untuk shalat, Khadijah tidak tau lagi harus mengadu pada siapa??
Selain pada Allah yang maha besar dan tau.
Ustadz Hafizh terus menunggu sampai Khadijah selsai shalat, Khadijah mengadu pada Allah dengan linangan air mata yang tak bisa dibendung, Khadijah terus ter sedu sedu
menangis tanpa henti, dan Ustadz Hafizh pun tak tega dengan tangisan Khadijah yang air mata nya tak henti mengalir di pipinya, Khadijah hanya memohon yang terbaik untuk rumah tangganya,
__ADS_1
"Ya Allah ujian apa ini, disaat aku sedang hamil begitu berat cobaan yang harus aku hadapi, Abah.. Khadijah kangen Abah.." Ucap Khadijah didalam do'a nya.