
Ustadz Hafizh masih terdiam dan berpikir lagi.
"Apa aku tepat bercerita pada Ustadz Ali, bagaimana kalau jadi fitnah tapi aku tidak tau lagi harus bercerita pada siapa??
" Ustadz Hafizh kenapa diam, Ustadz nggak usah ragu untuk bercerita pada saya, Insya Allah saya Amanah."tutur Ustadz Ali.
"Ya saya percaya pada Ustadz Ali, saya kesini mau minta pendapat Ustadz Ali apa yang harus saya lakukan dengan masalah ku ini,
Ustadz Ali pasti tau sama Ustadz Habibi teman Kyai Abdullah dan sekaligus guru saya, dia punya seorang putri yang bernama Syifa, yang kemaren sempat mau nikah tapi sebelum pernikahan terlaksana dia mengalami kecelakaan yang membuat calon suaminya meninggal dalam kecelakaan itu."
"Terus apa hubungannya dengan Ustadz Hafizh. " Tutur Ustadz Ali.
"Ustadz Habibi bercerita pada saya kalau Syifa sempat bangun dari komanya dan yang dia ingat hanya nama saya, dan Syifa mengira kalau saya adalah calon suaminya, dan Ustadz Habibi meminta saya untuk menikahi Syifa demi kesembuhannya, saya harus bagaimana, tidak mungkin saya menikahi Syifa, sedangkan saya sudah mempunyai seorang istri."ucap Ustadz Hafizh dengan suara yang lemes karena bingung dengan masalahnya.
"Kalau begitu cerita nya saya juga bingung Ustadz..
Kenapa Ustadz Hafizh nggak cerita aja sama Khadijah.."
"Saya nggak berani karena saya takut menyakiti perasaan nya apa lagi dia lagi hamil."
__ADS_1
"Kalau menurut saya lebih baik Ustadz Hafizh cerita biar beban dipikiran itu nggak terlalu berat, coba Ustadz Hafizh dengar kan bagaimana pendapat Khadijah, ohh ya sebelum bertanya pada Khadijah, saya mau nanya sama Ustadz Hafizh, kalau menurut Ustadz Hafizh, Ustadz Hafizh mau menikahi Syifa??
Sebenarnya kalau hati saya nggak mau karena dalam hidup saya punya satu orang istri sudah cukup, tapi masalah nya ini berkaitan dengan guruku yang sudah banyak berjasa buat hidupku, saya juga bingung bagaimana saya harus menolaknya."
"Kalau begitu cerita nya Ustadz Hafizh harus minta pendapat Khadijah. "
"Heemn ya sudah kalau gitu saya pulang dulu, nanti saya coba pendapat Ustadz Ali."
Dan dalam perjalanan Ustadz Hafizh masih saja kepikiran dengan omongan Ustadz Habibi, dan sesampainya dirumah, tanpa mengetuk pintu Ustadz Hafizh langsung masuk kamar dan melihat istrinya sudah tertidur lelap, Ustadz Hafizh pun memutuskan untuk shalat istighoroh, karena hanya Allah yang tau jawabannya.
Setelah Shalat Ustadz Hafizh tidur didekat istrinya sambil memandangi wajahnya yang membuat Ustadz Hafizh tak sanggup kalau harus bercerita tentang masalah nya.
"Abi sudah bangun.."
"Ya sayang, kenapa nggak bangunin Abi, kan kita bisa sholat bareng."
"Dinda kasian mau bangunin Abi, soalnya Abi tidurnya nyenyak banget."
"Ya udah Abi kekamar mandi dulu ya dan langsung kemesjid soalnya takut ketinggalan sholat subuh."
__ADS_1
"Ya Bi.."
Dan matahari sudah bersinar terang, dan Ustadz Hafizh bertekad untuk menceritakan semuanya pada Khadijah.
Setelah sarapan pagi Ustadz Hafizh mengajak Khadijah ke taman deket pesantren untuk jalan jalan pagi.
Tapi belum sempat cerita Ustadz Hafizh ditelfon oleh Ustadz Habibi kalau Syifa sudah siuman dan terus memanggil nama Ustadz Hafizh,
Ustadz Habibi meminta Ustadz Hafizh untuk datang kerumah sakit, untuk menghibur Syifa yang masih belum ingat semua masa lalunya,
Dan tanpa curiga Khadijah langsung menyuruh Ustadz Hafizh pergi kerumah sakit.
"Sayang Abi nggak apa apa pergi kerumah sakit, memangnya dinda nggak mau ikut."
"Ngga Bi, dinda dirumah aja."
"Ya udah kalau gitu, ayo kita pulang dan Abi langsung berangkat ya"
"Ya Bi.."
__ADS_1