Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 67


__ADS_3

67


Ustadz Hafizh hanya bisa diam melihat percakapan antara istri dan mertuanya, Ustadz Hafizh tidak berani bicara apa apa, karna takut mertuanya tambah marah dan emosi.


"Tapi sampai kapanpun Abah nggak rela kamu dimadu, dan Abah nggak habis pikir sama Habibi kok bisa menikahkan anaknya dengan suami dari anak sahabat nya sendiri." Ucap Kyai Abdullah sambil Menggeleng gelengkan kepalanya.


"Udah Abah jangan mikirin itu terus, mungkin dengan berjalan nya waktu semuanya akan menjadi biasa."


"Tapi nak Abah nggak bisa kalau harus melihat kamu bersedih, dan sungguh mulia hatimu nak, merelakan suamimu dengan wanita lain." Ucap Kyai Abdullah sambil mengelus kepala Khadijah.


"Kan Abah yang ngajarin, kalau kita bisa berbagi pada orang lain dan membuat orang lain senang dan bahagia, kenapa nggak..semuanya ini hanya titipan, kapan pun Allah bisa mengambilnya." Ucap Khadijah tersenyum.


Dan Kyai Abdullah pergi meninggal kan meja makan, melihat keadaan pesantren, karena semenjak datang belum sempat melihat pesantren yang sudah berapa bulan ditinggal nya.


Dan keesokan harinya Syifa menelfon kalau waktu nya kontrol kedokter untuk melihat kondisi nya.


"Assalamu'alaikum.."


Ucap Ustadz Habibi pada Ustadz Hafizh.


"Waalaikumsalam Ustadz..jawab Ustadz Hafizh.


" Oh ya nak, apa nak Hafizh repot??


Kalau nggak repot nanti jam 1 waktunya Syifa kontrol, dan Syifa nggak mau kalau bukan nak Hafizh yang mengantar ke rumah sakit."tutur Ustadz Habibi.


"Oh ya Insya Allah Ustadz,nanti siang saya kesana." Ucap Ustadz Hafizh kebingungan dengan jawaban nya sendiri karena mau nolak juga nggak enak, tapi kalau pergi nggak enak sama mertuanya.


"Sayang gimana menurut mu, apa Abi harus mengantar Syifa ke rumah


sakit, terus kalau Abah nanti tanya gimana??


" Ya kita jawab jujur aja, karena lebihh baik jujur dari pada harus berbohong untuk menutupi kesalahan yang lain."ucap Khadijah.


"Tapi Abi boleh sekarang ke rumah Syifa sayang??


" Ya boleh bi..


"Ya udah Abi pergi dulu ya, Insya Allah nanti sore Abi pulang."


"Ya bi. Hati-hati" Ucap Khadijah dengan perasaan berat hati,"


tapi mau gimana lagi semuanya sudah terjadi. "Gumam batin Khadijah.


Dan Ustadz Hafizh pergi ke rumah Syifa tanpa berpamitan pada Kyai Abdullah.


Dan tak berapa lama pergi Ustadz Hafizh lalu Kyai Abdullah datang dari pondok.

__ADS_1


Dan Kyai Abdullah melihat Khadijah sedang melamun sendiri duduk diruang tengah sambil memegang sebuah buku, tentang seorang istri yang mengabdi pada suaminya.


" Oh ya nak mana suamimu??


Tanya Kyai Abdullah sambil melihat ke kiri dan ke kanan.


"Hhmm pergi Bah.." Jawab Khadijah berbelit belit.


"Pergi kemana??


" Nganterin Syifa ke rumah sakit karena waktunya kontrol bah.."


"Oh istri kedua suamimu,"


"Ya bah, tapi jangan ngomong kayak gitu bah."


"Ya emang betul itu istri kedua suamimu, terus kamu ijinkan??


" Ya bah,kan Syifa juga kewajiban Abi sebagai suaminya."


"Khadijah Abah bingung sama jalan pikiran kamu sendiri nak,Abah yang nggak tega disaat seperti ini kamu ditinggal dan kamu lagi keadaan hamil." Ucap Kyai Abdullah dan berdiri meninggalkan Khadijah.


Dan menjelang malam Ustadz Hafizh menelfon Khadijah.


"Assalamu'alaikum sayang lagi apa??


" Waalaikumsalam bi.. Ngga ada lagi nungguin Abi pulang."ucap Khadijah dengan suara manja manja.


"Memangnya kenapa bi.?? Tanya Khadijah penuh kekecewaan.


" Hhmm Syifa nggak mau makan lagi sayang, kalau bukan Abi yang nyuapin, dan tadi pas kontrol tensi darah nya turun dan harus banyak istirahat dan nggak boleh banyak pikiran."


"Ooh gitu bi," Jawab Khadijah dengan suara lembut nya.


"Dinda tidur ya jangan malam malam boboknya kasian dedek bayi nya takut ngantuk."


Ucap Ustadz Hafizh bercandain istrinya.


tapi Khadijah tidak tertawa karena hatinya sedikit kecewa dengan penantian nya.


"Ya sudah bi, dinda tidur dulu Assalamu'alaikum.." Ucap Khadijah tanpa menunggu jawaban dari suaminya dan langsung mematikan hendpon nya.


"Waalaikumsalam.. Dinda sayang, halo..." Ucap Ustadz Hafizh tapi tak ada jawaban dari sang istri.


Tapi Ustadz Hafizh mengerti sekali dengan perasaan Khadijah yang kecewa dan sakit hati.


Dan setelah tiga hari berlalu Ustadz Hafizh tak kunjung pulang, Khadijah selalu menunggu suaminya siang, malam didepan teras, tapi Khadijah tak berani menelfon duluan karena takut mengganggu kebersamaan nya dengan Syifa.

__ADS_1


Kyai Abdullah hanya bisa melihat kesetiaan Khadijah yang terus menunggu suaminya pulang.


Tapi karena tak tega dengan putrinya akhirnya Kyai Abdullah mendatangi rumah Ustadz Habibi untuk menjemput menantunya pulang.


"Khadijah Abah keluar sebentar ya, ada keperluan." Ucap Kyai Abdullah sambil bersalaman pada putrinya.


"Ya bah, hati hati dijalan."


Lalu Kyai Abdullah pergi ke rumah Ustadz Habibi bersama Ustadz Ali.


Sesampainya disana Kyai Abdullah mengucapkan salam dan yang membuka pintu Ustadz Habibi sendiri.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam" Jawab Ustadz Habibi dan mempersilahkan untuk duduk.


"Tanpa panjang lebar Kyai Abdullah langsung mengutarakan kedatangan untuk menjemput menantunya pulang.


Dan Ustadz Habibi langsung memanggil Ustadz Hafizh yang sedang duduk di teras belakang.


Dan Ustadz Hafizh langsung menuju ruang tamu dan betapa terkejutnya Ustadz Hafizh dengan kedatangan mertuanya ke rumah Ustadz Habibi.


"Assalamu'alaikum bah.."


"Waalaikumsalam..jawab Kyai Abdullah.


" Abah nggak mau banyak bicara, Abah kesini mau jemput kamu, karena kamu sudah lewat dari waktunya, kasian Khadijah yang setiap hari harus menunggu kepulangan mu."tutur Kyai Abdullah pada Ustadz Hafizh.


"Tapi gimana dengan Syifa, dia nggak mau makan kalau bukan nak Hafizh yang nyuapin." Ucap Ustadz Habibi keberatan dengan kepulangan Ustadz Hafizh.


"Saya kesini hanya ingin mau menjemput menantu saya, setau saya katanya kesepakatan nya Lima hari bersama Khadijah, dan dua hari lagi bersama Syifa, apa betul semua itu.? Tanya Kyai Abdullah pada semuanya.


" Ya betul sekali sahabat, tapi kondisi putriku lagi sakit terus gimana??


"Kalau melihat dari segi kesehatan putriku lagi hamil dan dia butuh perhatian yang lebih, sebagai orang kita sama sama sayang pada putri kita masing-masing tapi mau gimana lagi, keadaan nya seperti ini, ya udah saya pamit ya Assalamu'alaikum.." Ucap Kyai Abdullah tanpa basa basi lagi.


Dan Ustadz Hafizh kebingungan harus bagaimana, karena mertuanya sama sama menginginkan dirinya bersama putrinya.


Dan Kyai Abdullah terus menunggu Ustadz Hafizh dimobil.


Lalu Ustadz Hafizh pergi menemui Syifa untuk berpamitan, tapi seperti biasa Syifa melarang nya dengan alasan nggak mau makan kalau bukan suaminya yang menyuapi.


Tapi Ustadz Hafizh terpaksa pulang karena sudah ditunggu mertuanya, dan Syifa di tenangin oleh ibunya.


Dan Ustadz Hafizh pulang bersama mertuanya, dan dalam perjalanan Kyai Abdullah mengingatkan kalau Khadijah nggak boleh tau tentang kepergian Abahnya ke rumah Ustadz Habibi.


Dan Ustadz Hafizh meng iyakan permintaan mertuanya.

__ADS_1


Dan dalam perjalanan Ustadz Hafizh melihat jajanan kesukaan Khadijah, dan Ustadz Hafizh mampir untuk membelikan oleh oleh buat istrinya itu.


Dan Kyai Abdullah cukup senang dengan perhatian menantunya pada putrinya.


__ADS_2