
106
Ustadz Hafizh tercengang dengan belaian tangan syifa diwajahnya, Ustadz Hafizh terdiam merasakan belaian lembut tangan syifa yang membuat Ustadz Hafizh lupa dengan keberadaan putra nya yang menangis karena terbangun dari tidurnya.
"Hua Hua Hua.. Suara Muhammad nangis kencang dibelakang Ustadz Hafizh.
Ustadz Hafizh kaget mendengar putra nya menangis, dan langsung mengambilnya dari tempat tidur nya.
Syifa menekukkan wajah nya karena merasa terganggu dengan tangisan Muhammad yang mengganggu kemesraan nya bersama suaminya.
" Syifa maaf ya aku nggak turun, sampai disini saja karena mas takut Muhammad tambah rewel kalau dibawa masuk, insya Allah besok mas kesini lagi kalau keadaan nya baik baik saja. "Ucap Ustadz Hafizh memberi pengertian pada syifa.
Syifa tidak menjawab apa apa setelah bersalaman syifa langsung turun tanpa mengucapkan salam.
Dan Ustadz Hafizh langsung pulang ke rumah Kyai Abdullah.
Setelah sampai di rumah Ustadz Hafizh langsung menuju kamar Aisyah karena Muhammad sudah keliatan lelah sekali.
" Assalamu'alaikum Aisyah.. Ucap Ustadz Hafizh dibalik pintu.
"Waalaikum salam. " Jawab Aisyah yang saat itu membersihkan lemari Muhammad.
Aisyah langsung membuka pintu dan mengambil Muhammad dari gendongan Ustadz Hafizh.
__ADS_1
"Sayang Muhammad gimana jalan jalannya senang ya.." Tanya basa basi Aisyah pada Muhammad.
"Nggak juga Aisyah.."
"Memang nya kenapa Ustadz..??
" Muhammad nangis dan rewel sekali pas baru nyampe di rumah syifa, dan akhirnya aku bawa Muhammad jalan keluar bersama syifa, "tutur Ustadz Hafizh.
" Pas jalan jalan nggak nangis sayang.."sapa Aisyah pada Muhammad.
"Alhamdulillah nggak..
Oh ya Abah mana.?? Tanya Ustadz Hafizh.
"Sekarang kemana,?
Masih marah nggak.??
" Ya nggak tau Ustadz, Abah marah karena Ustadz Hafizh nggak ijin dulu sama Kyai Abdullah.."ucap Aisyah.
"Ya sudah kalau gitu aku ke kamar dulu nitip Muhammad ya.." Ucap Ustadz Hafizh pada Aisyah.
"Ya Ustadz..
__ADS_1
Ustadz Hafizh langsung ke kamar untuk bersih bersih,dan malam telah tiba, Ustadz Hafizh langsung ke masjid untuk sholat berjamaah, dan saat dimasjid Ustadz Hafizh ketemu dengan mertuanya, dan Kyai Abdullah menyuruh Ustadz Hafizh untuk menemui nya di ruang tamu rumah nya.
Setelah sholat isyak Ustadz Hafizh langsung pulang dan menunggu Kyai Abdullah di rumah nya.
Dan tak berapa lama menunggu Kyai Abdullah datang dan mengucapkan salam pada menantunya.
"Assalamu'alaikum..
" Waalaikum salam.. Jawab Ustadz Hafizh dan langsung bangun dari tempat duduk nya dan bersalaman pada mertuanya.
Kyai Abdullah tak basa basi lagi, Kyai Abdullah langsung menayangkan kepergian Ustadz Hafizh dengan membawa Muhammad ke rumah syifa.
"Tadi nak Hafizh membawa Muhammad ke rumah syifa.?? Tanya Kyai Abdullah tegas dengan nada tinggi.
" Iya bah, maaf Hafizh nggak pamit sama Abah, karena Hafizh takut Abah nggak ngijinin.."
"Hafizh mungkin menurut kamu setelah Khadijah meninggal, Abah nggak di anggap sebagai mertumu lagi, tapi Abah minta tolong jangan bawa Muhammad ke rumah syifa karena Abah nggak mau Muhammad dekat dengan syifa istri mu."
Ucap Kyai Abdullah dengan tatapan tajam.
"Maaf bah tapi Hafizh menganggap Abah sebagai orang tua ku sendiri bah, Hafizh tidak pernah berpikir kalau Abah adalah mantan mertua, kalau Hafizh nggak menghargai Abah, Hafizh dari dulu sudah pergi dari rumah ini bersama Muhammad, karena Hafizh orang tua Muhammad." Ucap Ustadz Hafizh desa nada merendah takut Kyai Abdullah tersinggung.
"Iya kalau kamu menganggap Abah sebagai orang tua kamu, Abah minta satu permintaan sama kamu." Ucap Kyai Abdullah bikin penasaran.
__ADS_1
"Apa itu bah.?? Tanya Ustadz Hafizh dengan wajah penasaran nya.