
65
Ustadz Hafizh hanya bisa diam dan pasrah, karena biar bagaimana pun semuanya sudah terjadi.
Dan keesokan harinya Kyai Abdullah datang dan minta dijemput di bandara, dan Ustadz Ali yg menjemputnya.
Dan Kyai Abdullah langsung menuju ke rumah sakit tempat Khadijah dirawat.
Sesampainya di rumah sakit Kyai Abdullah langsung menuju kamar Khadijah, dan di sana sudah ada Ustadz Hafizh dan Aisyah yang menunggu.
"Assalamu'alaikum putriku sayang.."
"Waalaikumsalam Abah.." Peluk Khadijah dengan penuh rasa rindu dan kesedihan.
"Sayang putriku kenapa kamu nak..??
" Nggak apa apa Bah.. Khadijah hanya rindu sama Abah."ucap keluh Khadijah.
Dan tak lama kemudian datang lah keluarga Ustadz Habibi dan langsung bersalaman dengan Kyai Abdullah.
"Assalamu'alaikum kapan datang sahabat ku Kyai Abdullah?? Tanya Ustadz Habibi.
" Waalaikumsalam.. Baru datang dan langsung kesini karena putriku lagi sakit,
Oh ya siapa memberi kabar kalau Khadijah lagi di rumah sakit??
Tanya KYAI Abdullah.
"Ooh Hafizh yang memberi tahu saya dan saya langsung kesini."
"Oh gitu. " Ucap Kyai Abdullah penasaran karena tak biasanya Ustadz Habibi langsung datang kalau ada apa apa.
"Oh ya kalau begitu gimana kalau kita ngopi di kantin." Ucap Ustadz Habibi pada Kyai Abdullah.
"Ya udah, putriku Abah ke kantin dulu ya, sekalian makan soalnya Abah belum makan apa apa."
"Ya Abah.."
Dan mereka berdua pergi ke kantin hanya berdua tanpa ada yang ikut, sedangkan Ustadz Hafizh dalam kebimbangan takut terbongkar semuanya.
Sesampainya di kantin, Kyai Abdullah memesan makanan yang sama dengan Ustadz Habibi karena kesukaan mereka berdua sama.
Dan setelah bincang bincang panjang lebar Ustadz Habibi memberanikan untuk menceritakan semua yang sudah terjadi, tap Ustadz Habibi masih ragu karena takut Kyai Abdullah tidak bisa menerima.
"Ya Allah aku harus mulai dari mana?
__ADS_1
Tapi kalau aku nggak cerita, aku takut Kyai Abdullah mendengar dari orang lain." Ucap batin Ustadz Habibi.
"Ada apa kok kayak nya kamu gelisah gitu?? Tanya Kyai Abdullah.
" Begini, sebelumnya aku minta maaf yang sebesar-besarnya, tapi aku mohon semoga kamu bisa mengerti dengan kejujuran ku ini."ucap Ustadz Habibi terbata bata.
"Udah jujur aja nggak apa apa Insya Allah aku bisa menerima." Ucap tegas Kyai Abdullah.
"Kemarin pas aku mau nikahkan putriku dengan laki laki ternyata pas lagi diperjalanan menuju tempat akad nikah, ternyata putriku kecelakaan dan menyebabkan calon Suaminya meninggal, dan setelah putriku sadar dia tidak tau kalau calon suaminya sudah meninggal dan yang dia ingat hangat pernah suka pada menantumu Hafizh.
"Terus apa hubungannya dengan menantuku?? Tanya Kyai Abdullah penasaran.
" Ya sebab kejadian itu putriku menyangka kalau calon suaminya adalah Hafizh."tutur Ustadz Habibi dengan raut wajah sedikit tegang.
"Terus apa yang terjadi, nggak menantuku menikahi putriku kan??
" Ya itu sahabat putriku terus meronta ronta minta dinikahkan dengan Hafizh sampai sampai putriku koma selama beberapa hari dan dokter menyarankan kalau obat hidup nya harus membuat dia bahagia maka putriku akan sembuh total karena ada gangguan di otaknya,"
"Hhmmm" Kyai Abdullah sambil mengangguk-angguk kepala nya.
"Dan akhirnya putrimu Khadijah terus mendesak Hafizh untuk menikahi putriku demi kesembuhan nya Syifa."
"Terus Hafizh menikah dengan putrimu??
" Ya karena itu aku sebagai sahabat mu minta maaf karena aku nggak bisa ngelarang anakku agar tidak menikah dengan Hafizh, tapi aku juga nggak bisa ngeliat Syifa dalam kondisi koma dan hanya menyenangkan hati nya dia bisa sembuh.
Lalu Kyai Abdullah pergi begitu saja tanpa bicara apa apa lagi dan langsung ke kamar Khadijah.
Sesampainya di kamar Kyai Abdullah langsung memeluk putrinya dan menangis.
"Ya Allah ujian apa yang Engkau berikan kepada putriku, kenapa harus putriku??
Sayang putri Abah kamu nggak usah khawatir nak, sekarang ada Abah yang akan melindungi mu dari orang orang yang ingin menyakitimu nak." Ucap Kyai Abdullah membuat orang ya ada di kamar itu Tercengang kaget dengan sikap Kyai Abdullah yg tiba-tiba memeluk Khadijah.
"Ya Allah apa yang terjadi??
Kenapa mertua ku menangis seperti itu, apa mungkin Ustadz Habibi sudah menceritakan semua nya?? Gumam hati Ustadz Hafizh melihat mertuanya yang tak seperti biasanya.
" Abah kenapa??
Ada apa Bah..??
Tanya Khadijah penuh dengan keheranan pada Abahnya.
Kyai Abdullah hanya diam tak menjawab pertanyaan Khadijah, Kyai Abdullah mencoba untuk menahan rasa emosi terhadap sang menantunya sampai putrinya sembuh dan pulang dari rumah sakit.
__ADS_1
Dan beberapa saat Ustadz Habibi datang menyusul dari belakang tapi langsung berpamitan pulang karena takut menambah suasana semakin panas.
"Nak Khadijah semoga cepat sembuh ya, Ustadz pulang dulu." Ucap Ustadz Habibi terburu-buru dan langsung mengajak istrinya pergi dari ruangan itu.
"Ya Makasih Ustadz..
Kenapa buru buru sekali baru juga nyampek" Ucap Khadijah.
"Ya Nak Ustadz Pulang dulu kasian Syifa sendirian."
"Kalau begitu biar Abi mengantar Ustadz Habibi pulang." Ucap Khadijah tanpa berat hati.
"Nggak usah nak..Ustadz Habibi bawa kendaraan sendiri." Ucap Ustadz Habibi sambil keluar dari ruang rawat Khadijah.
Kyai Abdullah memandang Ustadz Hafizh dengan pandangan yang begitu sinis dan menakutkan.
Dan tak beberapa saat suara hendpon berbunyi, tak ternyata suara hendpon milik Ustadz Hafizh yang ternyata adalah Syifa.
"Bah, maaf mau ngangkat telfon dulu." Ucap Ustadz Hafizh pada mertuanya, tapi mertuanya tak merespon omongan Ustadz Hafizh.
Dan Ustadz Hafizh keluar dari kamar untuk mengangkat telfon dari Syifa.
"Assalamu'alaikum Syifa ada apa??
" Waalaikumsalam, kok nanya ada apa sih mas, aku ini istri mu masak nggak boleh nelfon."ucap Syifa ketus.
"Ya ada apa, memangnya ada apa kamu nelfon?? Tanya lagi Ustadz Hafizh.
" Aku kangen mas.. Kapan kamu pulang.?
Ucap Syifa dengan rengekan manja.
"Kamu kan tau Khadijah baru masuk rumah sakit dan mertua ku baru datang mana mungkin aku kesana Syifa, lagian kamu sudah sembuh dan ingat sama kesepakatan kita sebelum ijab qobul." Ucap tegas Ustadz Hafizh.
"Ya iya aku ingat tapi masak aku nggak boleh nelfon suamiku sendiri." Ucap Syifa manja.
"Ya udah dulu Insya Allah aku lama nggak bisa nengokin kamu." Ucap Ustadz Hafizh dan langsung mematikan hendpon nya.
"Mas mas mas " Panggil Syifa tapi hendponnya keburu dimatiin oleh suaminya tanpa mengucapkan salam.
Suami apaan kayak gitu, istri nelfon ditanya ada apa, giliran Khadijah ya nelfon ditanyakan segala macem, dinda lagi apa, dinda udah makan belom, ini boro boro mau ditanya belum selesai ngomong udah dimatiin, awas kamu Khadijah akan kubuat suamimu nggak betah sama kamu."ucap batin Syifa ngegerutu sendiri tanpa henti.
Dan Ustadz Hafizh langsung masuk kedalam lagi karena takut sama mertuanya yang keliatan nya sudah mulai tau dengan keadaan semuanya.
Dan dokter masuk memeriksa Khadijah dan Kyai Abdullah langsung menanyakan kondisi Khadijah.
__ADS_1
Sedangkan Untuk Hafizh hanya bisa diam melihat mertuanya yang terlihat sibuk dengan kedatangan dokter.