
101
Saat Ambulan mulai sampai didepan rumah Kyai Abdullah, semua orang mulai mendekati ambulan itu untuk membawa jenazah Khadijah kedalam rumah, tapi Ustadz Hafizh melarang laki-laki yang bukan mahramnya mengangkat jenazah istrinya, hanya saudara dekat nya yang boleh membawa jenazah Khadijah kedalam rumah.
Suasana saat itu tak bisa dibayangkan dan diungkapkan dengan kata-kata karena semua orang bersedih atas meninggalnya Khadijah putri tunggal dari Kyai Abdullah.
Ustadz Hafizh mulai turun dari ambulan itu dan membawa Khadijah kedalam rumah bersama saudara dari Khadijah.
Saat itu Kyai Abdullah belum sadar kan diri dari pingsannya, dan Ustadz Hafizh terpaksa langsung memandikan jenazah Khadijah karena takut kemalaman untuk dimakamkan..
Saat itu yang memandikan Khadijah hanya Ustadz Hafizh dengan saudara perempuan dari Khadijah, karena permintaan Khadijah agar tidak dimandikan orang lain selain keluarga nya sendiri.
Setelah dimandikan saudara Khadijah mulai memakai kan kain kafan di badan Khadijah yang wangi nya begitu harum walaupun belum dipakai kan parfum di badan nya.
Dan Ustadz Hafizh menunggu diluar untuk membawa Khadijah ke mesjid untuk di sholatin.
__ADS_1
Tiba-tiba Kyai Abdullah sadar dan langsung menuju mesjid setelah membersihkan badan nya.
Kyai Abdullah menunggu di mesjid untuk menyolati putri tercintanya untuk yang terakhir kalinya.
Saking ramainya orang sampai berdesakan, semua orang berkumpul didepan rumah Kyai Abdullah untuk melihat kepergian Khadijah yang terakhir kalinya.
Tak terkecuali keluarga Ustadz Habibi juga datang untuk melayat Khadijah.
Ustadz Habibi langsung menuju mesjid untuk mengucapkan bela sungkawa pada Kyai Abdullah, walaupun keadaan nya saat itu ramai sekali tapi Kyai Abdullah tetap menghargai kedatangan Ustadz Habibi walaupun hati Kyai Abdullah sebenarnya kecewa, karena semenjak kehadiran syifa putri Ustadz Habibi dikehidupan Ustadz Hafizh, kesehatan Khadijah mulai saat itu menurun dan banyak ujian yang datang tak henti henti.
Para sahabat dan kerabat sudah bersiap dan berdiri untuk menyolati jenazah Khadijah dimesjid.
Kyai Abdullah tak sanggup melihat putri nya yang dibungkus kain kafan berwarna putih dan wanginya menyebar sampai keseluruh mesjid.
Saat itu semua orang sudah berbaris rapi untuk menyolati jenazah Khadijah, dan Kyai Abdullah mencoba tegar dan ikhlas dan menjadi imam untuk putri tercintanya.
__ADS_1
Dan masjid saat itu penuh dengan orang untuk menyolati jenazah Khadijah.
Setelah selesai di sholatin, Khadijah diangkat dari mesjid dan menuju peristirahatan terakhirnya.
Tak ada kata apa apa lagi selain permintaan maaf untuk Khadijah yang terakhir kalinya pada semua orang.
Saat itu Khadijah mulai dimasukkan kekeranda jenazah, untuk dibawa keperistirahatannya yang terakhir.
Dan saat itu semua orang banyak yang histeris menangisi kepergian Khadijah, tak terkecuali putra nya yang masih kecil juga ikut menangisi dengan kepergian uminya.
Ustadz Hafizh mencoba memberi pengertian pada putra nya tapi malah Ustadz Hafizh sendiri yang jatuh pingsan melihat kepergian istri tercinta nya dan tak sanggup melihat kesedihan yang dirasakan putra nya.
Lalu beberapa orang membawa Ustadz Hafizh masuk kedalam sedangkan Khadijah langsung dibawa ke kuburan karena waktu sudah menjelang malam.
Kyai Abdullah mengiringi kepergian putri nya dibelakangnya, sambil berjalan perlahan menuju pemakaman.
__ADS_1
Semua orang bertahlil sambil berjalan menuju pemakaman, dan terasa sampai lah jenazah Khadijah di pemakaman.