
Dan Ustadz Hafizh membantu istrinya yang sedang memasak di dapur.
"Oh ya permaisuri ku masak apa??"
Tanya Ustadz Hafizh sambil ngegoda istrinya.
"Hemm masak nasi goreng sayang nasinya banyak Bi, sama telur ceplok"
Ucap Khadijah sambil mengaduk nasi gorengnya.
"Heemm pasti enak, baunya aja udah wangi." Ucap Ustadz Hafizh pada istrinya.
"Tapi nasi gorengnya pedes nggak apa apa Bi??" Tanya Khadijah.
"Iya nggak apa apa" Jawab Ustadz Hafizh dengan suara sedikit lemes karna sebenarnya Ustadz Hafizh nggak suka pedas tapi karna kasian istrinya capek capek masak.
"Kalau Abi nggak mau pedas biar dinda masakin lagi." Ucap Khadijah pada Ustadz Hafizh.
"Nggak sayang Abi mau kok pedas tapi jangan pedas banget ya." Ucap Ustadz Hafizh.
"Tapi sebenarnya Abi mau nggak pedas, jujur Bi??
Tanya Khadijah pada suaminya.
" Ya sebenarnya Abi nggak begitu suka pedas sih, tapi kalau yang masak permaisuri ku sepedas apapun Pasti Abi makan."jawab Ustadz Hafizh sambil ngegomballin istrinya.
Dan masak sudah selesai Khadijah menyiapkan nya di atas meja makan. Dan memanggil Abahnya.
"Heem dinda panggil Abah dulu ya Bi."
__ADS_1
Ucap Khadijah.
"Iya Sayang."
"assalamu'alaikum Bah.. Ayo sarapan."
Ucap Khadijah sambil mengetuk pintu kamar Kyai Abdullah.
"Maaf Neng tapi Kyai Nggak ada tadi keluar dan berpesan Kyai pergi kerumah Ustadz Habibi, begitu pesannya." Ucap santri itu pada Khadijah.
Dan pergilah Khadijah kemeja makan.
"Abah nggak ada Bi, katanya santri Abah pergi kerumah Ustadz Habibi, bukannya Ustadz Habibi itu guru nya Abi ya??
Ucap Khadijah pada suaminya.
Ucap Ustadz Hafizh pada istrinya.
Khadijah hanya diam dan tersenyum dan duduk disebelah Ustadz Hafizh.
Ustadz Hafizh terus menggoda istrinya yang masih malu malu.
Da makanlah mereka berdua sambil suap suapan. Ustadz Hafizh yang mulai kepedasan wajahnya berubah menjadi kemerah merahan dan masih menahan rasa pedas itu karena tidak mau membuat istrinya kecewa dengan masakannya.
Dan Ustadz Hafizh yang sudah nggak tahan dengan rasa pedas berpamitan untuk ke kamar mandi.
Karena Khadijah begitu suka dengan pedas sedangkan Ustadz Hafizh yang tidak suka pedas membuat Ustadz Hafizh tidak enak untuk bilang kalau Ustadz Hafizh tidak suka pedas karna menjaga perasaan Khadijah.
Setelah dari kamar mandi Khadijah menawarkan Ustadz Hafizh untuk makan lagi tapi Ustadz Hafizh menolak dengan halus karna takut menyakiti perasaan Khadijah.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian datanglah Kyai Abdullah dari rumah Ustadz Habibi.
"Assalamu'alaikum." Ucap Kyai Abdullah sambil membuka pintu depan.
"Waalaikumsalam Abah sudah pulang.??
Tanya Khadijah Pada Abahnya.
" Iya sayang tadi Abah kesana untuk me musyawarahkan tentang umroh kamu sama nak Hafizh ya sebagai hadiah dari Abah untuk kalian berdua dan Abah bertanya sama Ustadz Habibi kapan enaknya kamu sama nak Hafizh berangkat karna itu kan kebaikan lebih cepat lebih baik."ucap Kyai Abdullah pada Khadijah dan Ustadz Hafizh.
"Oh ya Bah, emang kapan rencananya??"
Tanya Khadijah.
"Insya Allah Ahad depan, Abah udah menyuruh orang untuk menjadwal keberangkatan kalian berdua." Ucap Kyai Abdullah pelan.
"Abah kenapa??
Kok sedih"
Tanya Khadijah pada Abah nya.
"Iya Abah sedih karena Abah mikirin kepergian kamu ke mekkah." Ucap Kyai Abdullah pada anak dan menantunya.
"Abah nggak usah khawatir kan Khadijah cuma sebentar nggak lama."
"Iya tapi Abah sudah biasa melihat putri kesayangan Abah dirumah.
Dan Ustadz Hafizh diam hanya mendengarkan percakapan Khadijah dengan Kyai Abdullah dan berpikir.
__ADS_1