
81
Khadijah hanya tersenyum dengan jawaban Syifa, karena Khadijah tak menyangka Syifa yang sekarang lebih dewasa.
Setelah beberapa jam keluarga Ustadz Habibi berpamitan pada keluarga Kyai Abdullah.
"Khadijah Ustadz pamit dulu ya.. Semoga kamu cepat sembuh dan diberikan barokah umur amin.. " Ucap Ustadz Habibi.
"Amin amin amin..Makasih Ustadz kedatangannya." Ucap Khadijah dari tempat tidur nya.
Syifa dan ibunya pun juga berpamitan pada Khadijah, dan Ustadz Hafizh mengantarkannya sampai depan gerbang.
Sesampainya didepan gerbang Ustadz Hafizh menarik tangan Syifa.
"Syifa makasih ya.. Karena kamu sudah berbesar hati untuk membagi waktu kita untuk Khadijah."
"Ya sama sama mas, aku pulang dulu ya, kalau ada apa apa kabarin aku." Ucap Syifa sambil mencium tangan Ustadz Hafizh.
"Ya Syifa.." Ucap Ustadz Hafizh.
Dan Syifa membuka pintu mobilnya tapi Ustadz Hafizh menarik tangannya lagi dan Syifa membalikkan badannya pada Ustadz Hafizh lalu Ustadz Hafizh mencium kening Syifa dan bilang.
"Syifa hati hati ya, kalau sampai rumah kabarin mas.." Ucap Ustadz Hafizh sambil mencubit pipinya.
__ADS_1
"Ya mas." Jawab Syifa dengan senyuman yang sangat bahagia karena baru pertama kalinya Ustadz Hafizh memandang Syifa dengan penuh perasaan sayang.
Syifa pun menutup pintu mobilnya dan melambaikan tangannya pada Ustadz Hafizh, dan Ustadz Hafizh melambaikan tangannya juga sampai Syifa pergi dari hadapan nya.
"Ya Allah semoga kebahagiaan ku ini tidak akan pernah berakhir walaupun aku harus berbagi suami dengan wanita lain aku ikhlas ya Allah." Ucap batin Syifa yang masih berat meninggalkan suaminya dengan istri pertamanya.
Kondisi Khadijah semakin hari semakin memburuk nggak ada perubahan walaupun dikemo beberapa kali.
Dan setelah beberapa hari ponsel Kyai Abdullah berbunyi, kring kring....
"Assalamu'alaikum dok.." Ucap Kyai Abdullah.
"Waalaikumsalam pak.. Saya dari pihak rumah sakit mau memberi tahu kan bahwa jadwal operasi Khadijah itu lusa, dan Khadijah sekarang harus dibawa ke rumah sakit untuk dicek kesehatan nya." Ucap dokter itu.
"Sama sama pak,. " Jawab dokter itu.
Kyai Abdullah bermusyawarah dengan Ustadz Hafizh rencana Khadijah yang akan dibawa ke rumah sakit hari itu juga.
Lalu Ustadz Hafizh membicarakan nya pada Khadijah tentang operasi itu.
"Sayang barusan ada dokter menelpon Abah, dan membicarakan tentang jadwal operasi dinda, menurut dinda gimana, apa dinda udah siap kalau dioperasi besok lusa.?? Tanya Ustadz Hafizh pada istrinya.
" Dinda siap bi.. Kapan pun yang penting Abi mengijinkan.."jawab Khadijah tanpa ragu.
__ADS_1
"Kalau begitu Abi mau nyiapin keperluan kita pas dirumah ya.."
"Ya bi, Abi dinda minta tolong nggak..?
" Ya apa sayang."
"Tolong Muhammad bawak kesini dinda mau main sama putra kita untuk terakhir kalinya.." Ucap Khadijah sambil menghela nafasnya.
"Sayang jangan bilang gitu, dinda kan pergi ke rumah sakit tujuan nya untuk sembuh bukan mau pergi jauh kan.. " Ucap Ustadz Hafizh sambil mengelus kepala Khadijah.
Lalu Ustadz Hafizh mendatangi kamar Aisyah untuk mengambil Muhammad.
"Assalamu'alaikum Aisyah.." Ucap Ustadz Hafizh dari balik pintu kamar Aisyah.
"Waalaikumsalam..Ustadz Hafizh ada apa.??tanya Aisyah sambil membuka pintu kamarnya.
" Aisyah aku mau bawa Muhammad dulu karena Khadijah mau main main dulu dengan Muhammad sebelum berangkat ke rumah sakit, karena Insya Allah besok lusa Khadijah akan segera dioperasi."ucap Ustadz Hafizh.
"Ohh ya ambil aja Ustadz, tapi Muhammad nya baru tidur.."
"Nggak apa apa biar Muhammad tidur ditemenin uminya, lagian sudah lama Muhammad nggak tidur dipelukan uminya."
"Ya sudah kalau gitu." Ucap Khadijah sambil mengambil Muhammad dari tempat tidurnya.
__ADS_1