
Dan setelah diruang tamu Khadijah dan Ustadz Hafizh duduk di depan Kyai Abdullah.
"Ada yang mau dibicarakan sama Abah,
Abah rencananya mau ke Mekkah untuk umroh sekalian ada urusan disana, mungkin Abah disana lima bulanan, ya insya Allah kalau urusan nya udah selesai Abah pasti langsung pulang." Ucap Kyai Abdullah.
"Kenapa sampai lima bulan Bah, emang ada urusan apa?? Khadijah bertanya pada Abahnya.
" Ya kan sekarang Khadijah udah punya suami, sekarang waktu nya Abah menikmati hidup, Abah pengen beribadah di tanah suci dengan tenang tanpa menghawatirkan pesantren,
nak Hafizh terutama Abah titip Khadijah dan yang kedua titip pesantren, Abah serahkan semua urusan pesantren pada nak Hafizh, Abah percaya sama Nak Hafizh pasti bisa membimbing dan menjaga santri wan dan santri wati disini."dengan penuh kepercayaan Ustadz Hafizh menerima Amanah dari Kyai Abdullah.
"Insya Allah Bah, Hafizh akan menjaga amanah dari Abah, oh ya Abah sama siapa berangkat ke Mekkah.??
" Abah sendiri tadinya ngajak Ustadz Habibi tapi nggak bisa soalnya Ustadz Habibi mengurus pernikahan putrinya."jawab Kyai Abdullah.
"Khadijah baik baik dirumah, layanin suamimu dengan benar, dan jangan pergi kemana mana tanpa suamimu." Ucap Kyai Abdullah sambil memandang wajah putrinya yang sebentar lagi akan ditinggalkan nya.
__ADS_1
"Oh ya kapan Abah berangkat??
Tanya Khadijah.
" Insya Allah besok lusa."jawab Kyai Abdullah.
"Kenapa dadakan Bah, apa nggak bisa ditunda, Khadijah kan baru beberapa minggu datang dari tanah suci Bah, Khadijah masih kangen sama Abah,"
"Sayang kalau urusan nya udah selesai Abah pasti langsung pulang." Ucap Kyai Abdullah dengan penuh kelembutan.
Dan setelah dua hari tibalah keberangkatan Kyai Abdullah ketanah suci, keluarga terdekat datang untuk mengantar keberangkatan Kyai Abdullah kebandara.
Khadijah meneteskan air mata karena tak sanggup melihat kepergian Abahnya, karena saat itu Khadijah tidak bisa ikut mengantar Kyai kebandara, karena saat itu Khadijah sedang tidak enak badan karena kecapean mengurus semua keperluan Abahnya ke tanah suci.
Dan beberapa mobil sudah terparkir didepan kediaman Kyai Abdullah untuk mengantar kepergian Kyai Abdullah ke kebandara.
Dan semua orang saat itu bersholawat mengiringi kepergian Kyai Abdullah.
__ADS_1
Khadijah terus menangis dipelukan Ustadz Hafizh, karena saat itu Kyai Abdullah pun melarang Khadijah untuk ikut mengantar ke bandara.
Dan malam itu terasa sunyi bagi Khadijah karena sudah terbiasa dengan keberadaan Abahnya dirumah, dan Ustadz Hafizh sepulang dari masjid melihat istrinya termenung dimeja makan dan menegurnya.
"Sayang kenapa melamun terus, makan dong tuu makanan ngliatin dinda." Ucap Ustadz Hafizh sambil Memeluk Khadijah dari belakang.
Dan setelah makan Khadijah dan Ustadz Hafizh duduk santai diruang tengah menikmati indahnya sebagai penganten baru dan suara hendpon pun berbunyi
Kriiinng kriiiing "halo Assalamu'alaikum ya ini siap" Ustadz Hafizh menjawab telfon itu.
"Waalaikum salam Ini dari pesantren Roudlotul Jannah bener ini dengan Ustadz Hafizh seorang Hafizh Al-quran."
"Ya benar ada apa??
Ucap Ustadz Hafizh dengan penuh kebingungan karena tidak pernah mendapatkan telfon dari siapa pun.
" Saya perwakilan dari pesantren Roudlotul Jannah mau mengundang Ustadz Hafizh untuk menjadi juri dipesantren kami, karena dipesantren kami mengadakan lomba Hafizh Al-qura"
__ADS_1
Jawab orang itu.