
Khadijah dan Ilham sama sama bingung dengan percakapan Ustadz Hafizh dengan Alya karena seperti menyimpan masa lalu.
"Kenapa Abi ya kok nggak seperti biasanya apa pernah kenal sama Alya ya?? gumamnya dalam hati Khadijah.
Dan Ilham mengajak mereka semua untuk makan bareng di sebuah warung bakso yang tak jauh dari taman itu.
"Gimana kalau kita makan bakso diwarung itu, baksonya enak loh.."ucap Ilham sambil menggandeng pundak istrinya.
Dan Ustadz Hafizh pun menggandeng Khadijah, tapi Khadijah yang masih bingung dengan sikap Ustadz Hafizh hanya diam melihat suaminya.
" Sayang dinda mau makan bakso?? Tanya Ustadz Hafizh pada istrinya.
"Terserah Abi.." Ucap Khadijah pelan karena masih bingung dengan sikap suaminya.
Dan mereka ber empat sama sama memesan bakso dan duduk satu meja, dan setelah baksonya datang mereka ber empat bergantian menuangkan saos, kecap dan cabe, dan secara tak sengaja Alya menegur Ustadz Hafizh.
Karena Ustadz Hafizh menuangkan cabe di baksonya sendiri.
__ADS_1
"Kebanyakan itu cabenya bukan nya kamu nggak suka pedas.?? Ucap Alya pada Ustadz Hafizh keceplosan.
" Kok kamu tahu sayang kalau Hafizh nggak suka pedas?? Tanya Ilham pada Alya dengan suara terkejut karena masih bingung dengan tatapan istrinya pada Ustadz Hafizh.
"Ya nggak cuma nebak aja biasanya kan cowok nggak suka pedas." Jawab Alya dengan suara gugup karena keceplosan menegur Ustadz Hafizh.
"Kok bisa ya aku kayak gini apa aku merasa cemburu karena sekarang Hafizh mempunyai istri yang begitu cantik dan sholehah, padahal aku dulu sedikit pun tidak punya perasaan apapun pada Hafizh, tapi sekarang Hafizh tambah ganteng, bersih dan tambah sholeh, kenapa dulu Hafizh nggak kayak gini ya, mungkin aku mau dari dulu, Astaghfirullah.. Apa yang aku pikirkan sekarang kita sama sama punya pasangan hidup yang pasti terbaik untuk hidup kita." Gumamnya dalam hati Alya.
Setelah makan bakso Ustadz Hafizh dan Khadijah berpamitan untuk pulang duluan karena waktu sudah menjelang sore.
"Ya udah ana pulang duluan ya udah sore. " Ucap Ustadz Hafizh pada Ilham sambil menjabat tangan Ilham.
"Boleh boleh ana masih tinggal dirumah istri ana." Jawab Ustadz Hafizh.
Setelah diperjalanan Khadijah masih penasaran dengan sikap Ustadz Hafizh yang tak biasanya setelah bertemu dengan Alya.
Selama didalam mobil Khadijah memperhatikan suaminya yang hanya diam tanpa bicara apa pun,dan Khadijah menegurnya.
__ADS_1
"Bi...kenapa Abi nggak enak badan?? Tanya Khadijah sambil memandang wajah Ustadz Hafizh seperti orang banyak pikiran.
Ustadz Hafizh yang tidak konsetrasi dengan ucapan Khadijah masih terus diam tanpa merespon pertanyaan Khadijah, lalu Khadijah menepuk paha Ustadz Hafizh dengan pelan.
" Astaghfirullah..."ucap Ustadz Hafizh dengan suara terkejut dengan tepukan Khadijah.
"Maaf Bi..kalau Abi terkejut dengan tepukan dinda." Ucap Khadijah dengan suara gemetar takut Ustadz Hafizh marah.
"Maafin Abi sayang, Abi jadi tidak fokus dengan pertanyaan dinda, oh ya dinda nanyak apa tadi."
"Abi kenapa.. Nggak enak badan tah?? Ucap Khadijah sambil mengelus jidat Ustadz Hafizh.
" Nggak sayang, Abi nggak apa apa."jawab Ustadz Hafizh sambil memegang tangan Khadijah.
Dan karena nggak enak takut menyinggung perasaan Ustadz Hafizh, Khadijah diam tanpa bertanya lagi.
Sepanjang perjalanan Ustadz Hafizh masih terus diam,
__ADS_1
"Kenapa ya Abi melamun terus, apa Abi pernah kenal sama Alya ya." Gumamnya dalam hati Khadijah yang terus masih penasaran dengan sikap Ustadz Hafizh yang tak seperti biasanya.