Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 34


__ADS_3

"Oh ya biar jelasnya lagi silahkan bapak datang ke rumah saya dipesantren Al_Furqan dikediaman Kyai Abdullah."


Ucap Ustadz Hafizh pada orang itu.


Dan keesokan harinya datang lah orang yang menelfon tadi malam itu.


"Assalamu'alaikum"


Ucap orang itu dari pesantren Roudlotul Jannah.


"Waalaikum salam." Jawab Ustadz Hafizh sambil mempersilahkan nya untuk masuk.


"Silahkan duduk. " Ucap Ustadz Hafizh pada orang itu dan Ustadz Hafizh mengambil kan segelas teh hangat untuk orang itu, dan mempersilahkan untuk meminumnya.


"Kedatangan saya ke sini untuk melanjutkan pembicaraan saya tadi malam, untuk meminta Ustadz Hafizh menjadi juri dipesantren kami."


Ucap orang itu tanpa basa basi.


"Insya Allah saya bisaa tapi saya meminta waktu untuk meminta izin pada istri saya, insya Allah besok saya kabarin lagi." Jawab Ustadz Hafizh pelan.


"Ya sudah kalau gitu saya pamit sya tunggu kabar baiknya dari Ustadz Hafizh." Ujar orang itu.

__ADS_1


Dan saat menjelang tidur malam Ustadz Hafizh meminta pendapat pada istrinya.


"Oh ya sayang gimana menurut dinda tentang Abi yang diminta untuk menjadi juri dipesantren Roudlotul Jannah itu, apa dinda mengijinkan." Tanya Ustadz Hafizh pada istrinya.


"Ya nggak apa apa Bi, sekalian menambah ilmu buat Abi, tapi dinda ikut.." Ucap Khadijah pada suaminya.


"Ya udah Abi telfon dulu orang dipesantren itu ya,boleh nggak membawa istri Abi kesana."jawab Ustadz Hafizh.


Dan Ustadz Hafizh menelfon orang dipesantren Roudlotul Jannah.


" Assalamu'alaikum saya Ustadz Hafizh yang diminta untuk menjadi juri."


"Waalaikumsalam, Ustadz Hafizh bagaimana keputusan nya."


" Maaf sekali Ustadz Hafizh bukan nggak boleh cuma disini fasilitas nya hanya untuk para juri karena kamarnya terbatas."jawab panitia dari pesantren Roudlotul Jannah itu.


"Oh gitu pak, terus kapan pelaksanaan acara nya itu pak."


"Insya Allah satu minggu lagi" Ucap panitia itu.


"Oh ya terimakasih pak atas informasinya."jawab Ustadz Hafizh.

__ADS_1


" Maaf sayang ternyata nggak boleh ikut karena fasilitasnya hanya untuk panitia saja."ucap Ustadz Hafizh dengan suara pelan karena kasian sama istrinya yang nggak bisa ikut.


"Ya nggak apa apa Bi, dinda nunggu dirumah, tapi dinda sama siapa, Abh kan nggak ada??


Tanya Khadijah sambil manja manja dipangkuan Ustadz Hafizh.


" Apa Abi pulang tiap hari aja ya din."ucap Ustadz Hafizh.


"Jangan Bi, tar Abi capek pesantren Roudlotul Jannah kan jauh dari sini kira kira 3 jam dari sini.tenang Abi nggak usah hawatirin dinda, selama Abi jadi juri nanti dinda ngajak Aisyah untuk nemenin dinda dirumah." Ucap Khadijah memberi pengertian pada suaminya.


"Tapi pasti Abi kepikiran sama dinda masak baru ditinggal Abah kemaren, mau ditinggal juga sama Abi."


Ustadz Hafizh bingung harus bagaimana disisi lain Ustadz Hafizh udah menyanggupi menjadi juri tapi di sisi lain nggak tega harus ninggalin istrinya sendiri dirumah.


"Udah sayang Abi..nggak usah bingung dinda nggak apa apa dirumah, masih banyak santri dan Aisyah yang nemenin dinda dirumah, tenang.. Yang penting di sini dinda sehat dan Abi juga sehat ok sayang." Ucap Khadijah memberi semangat pada suaminya.


"Ya udah kalau gitu Abi percaya sama dinda, tapi kalau ada apa-apa langsung hubungi Abi ya."


"Siap bos!! Ucap Khadijah sambil tersenyum.


" Ya udah tidur yuk, oh ya din, tamu nya belum pulang??

__ADS_1


Tanya Ustadz Hafizh sambil senyum senyum.


"Dari tadi nggak ada tamu Bi," Jawab Khadijah dengan wajah yang serius.


__ADS_2