Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 14


__ADS_3

Dan saatnya tiba akad nikah Ustadz Hafizh menyudahi pembacaan ayat ayat Alquran dan mengembalikan mikro fonnya pada panitia.


Dan ditengah tengah undangan tak lupa hadir seorang mantan Khadijah yaitu Ustadz Fatah.


Ustadz Fatah terlihat sangat kecewa dan berharap Khadijah tidak jadi menikah dengan Ustadz Hafizh.


Ustadz Fatah terus memandangi Ustadz Hafizh dengan pandangan yang begitu sinis.


Tapi Ustadz Hafizh tak menghiraukan Ustadz Fatah yang terus melirik pada Ustadz Hafizh.


Ustadz Hafizh hanya fokus pada acara akad nikahnya.


Setelah bangun dari tempat duduk nya Ustadz Hafizh meminta restu pada pakde dan bukde nya.


"Pakde, bukde restui Hafizh ya dan do'akan Hafizh semoga menjadi suami yang bertanggung jawab dunia akhirat." Ucap Ustadz Hafizh pada pakde dan bukde nya.


"Iya nak doa bukde sama pakde mu ini akan selalu bersama mu, pesan bukde jangan engkau kecewa kan Kyai Abdullah dan putrinya patuhilah perintah mertuamu dan taatlah kepada Allah." Ucap bukde nya Ustadz Hafizh mengingat kan.

__ADS_1


Dan setelah itu Ustadz Hafizh duduk ditengah tengah undangan untuk melangsungkan acara akad nikah.


Penghulu mulai menduduki tempat duduk nya dan Kyai Abdullah pun duduk didepan Ustadz Hafizh dan para saksi sudah siap untuk menjadi saksi.


Semua sudah siap tepat pada hari jumat jam9 pagi akad nikah akan segera dilaksanakan. Penghulu mulai menulis nama Ustadz Hafizh Dan Khadijah dibuku nikah dan para saksi mulai mentanda tanganinya surat dokumen pernikahan.


Dan dimulailah acara akad nikah, Ustadz Hafizh mulai menjabat tangan Kyai Abdullah. Saat itu tangan Ustadz Hafizh mulai gemeteran dan kedinginan saat dijabat tangannya oleh Kyai Abdullah.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku Siti Khadijah binti Abdullah dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas satu set dan sehelai surban dibayar tuna"


Dan langsung dijawab oleh Ustadz Hafizh.


Dan semua undangan berteriak


Syah.. Syah.. Syah...


Alhamdulillah. Langsung dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Abdullah Sendiri selaku tuan rumah.

__ADS_1


Dan Ustadz Hafizh pun menghembuskan nafas dengan perasaan lega dan bahagia karena acara berjalan sangat lancar walaupun ada kendala sedikit masalah maskawin tapi semua itu sudah terlewat kan.


Dan Kyai Abdullah menyuruh Khadijah untuk keluar kamar karena sudah selesai akad nikahnya maka sudah syah menjadi seorang istri dari penghafal Alquran yaitu Ustadz Hafizh.


Dengan perasaan yang sangat bahagia Khadijah keluar kamar didampingi oleh sepupunya Yang bernama Almahira tapi dipanggil Alma dan santri wati juga mengikuti dari belakang.


Khadijah berjalan selayaknya penganten.


Jalannya Khadijah seperti tuan putri yang pelan setiap langkah kakinya.


Dan Ustadz Hafizh yang duduk ditengah tengah para undangan kepanasan dan keringatnya mulai bercucuran membasahi bajunya yang berwarna putih.


Ustadz Hafizh duduk tanpa melihat siapa pun, dia terus menundukkan kepalanya karena saking malunya menunggu kehadiran seorang putri dari Kyai besar yang tidak disangka nya sekarang menjadi belahan jiwanya.


Dan dari dalam Khadijah mulai menginjakkan kakinya di karpet merah yang menandakan Khadijah sudah sampai di aula pesantren tempat dimana sang suami sudah menunggu kehadiran nya.


Dan semua tamu undangan pandangannya tertuju hanya kepada Khadijah. Tapi walaupun acara pernikahan nya Khadijah tetap bercadar karena kecantikan nya hanya untuk sang suami.

__ADS_1


Dan disisi lain Ustadz Fatah terus memandangi Khadijah karena kecantikan yang seperti bidadari surga walaupun bercadar.


Ustadz Fatah benci pada dirinya sendiri karena melepaskan seorang bidadari.


__ADS_2