Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 97


__ADS_3

97


Lalu saudara nya syifa hanya diam mendengar cerita ibunya syifa yang tidak menyukai menantu nya itu.


"Kalau gitu kita pamit semua tante.. Ucap saudara nya syifa.


" Nggak pamitan sama syifa dulu.. "Suruh ibunya syifa.


" Nggak usah deh tante takut ngeganggu..


"Oh iya udah hati hati dijalan..


Sedang kan Ustadz Hafizh mencoba merayu syifa yang terlihat ngambek pada suaminya.


" Syifa mas bawain bakso kesukaan kamu, makan ya mas suapin.."rayu Ustadz Hafizh pada syifa.


Syifa hanya diam tak menjawab perkataan suaminya.


Lalu Ustadz Hafizh keluar menuju dapur untuk mengambil mangkok dan bertemu dengan Ustadz Habibi diruang makan.


"Bah ini ada bakso, tadi sekalian Hafizh belikan buat Abah dan umi." Ucap Ustadz Hafizh menyodorkan baksonya.


"Terima kasih nak.. Mau kemana.??


Tanya Ustadz Habibi.


" Mau kedapur ngambil mangkok buat syifa bah..

__ADS_1


"Oh ya sudah."


Dan setelah ngambil mangkok Ustadz Hafizh kembali ke kamar syifa untuk menyuapi syifa.


"Ayo syifa makan yang banyak biar kamu cepat sembuh ya.." Bujuk Ustadz Hafizh pada istri kedua nya itu.


"Mas nggak nginep.??


Tanya syifa dengan wajah penuh harapan pada suaminya.


" Heeemmm syifa maafin mas ya karena mas nggak bisa ninggalin Khadijah sendiri,mas janji kalau Khadijah sudah sembuh mas nginep disini sampai rasa kangen mu hilang ok..!! Rayu Ustadz Hafizh pada syifa.


Syifa hanya diam penuh kekecewaan karena menurut nya, syifa nggak ada artinya sama sekali.


"Mas Hafizh tega sama syifa, kenapa mas, kenapa aku harus dinomer duakan dalam hal apapun sakit mas sakit..." Ucap batin syifa sampai meneteskan air mata.


"Syifa kenapa nangis.?? Tanya suaminya sambil mengusap air mata syifa yang jatuh di pipi nya.


Saut syifa sambil menghempaskan tangan suaminya yang menempel di pipi nya.


Lalu syifa membalikkan badan nya sebagai isyarat kalau dirinya sangat kecewa pada suaminya.


"Syifa sekali lagi maafin mas, karena mas juga bingung harus bagaimana.."


Dan kemudian suara ponsel Ustadz Hafizh berbunyi.


Kring.. Kring..

__ADS_1


"Assalamu'alaikum..


" Waalaikum salam benar ini dengan bapak Hafizh suami dari ibu Khadijah."


"Iya benar ada apa ya Sus..? Tanya Ustadz Hafizh dengan badan gemeteran dan tangannya pun tak kuat memegang ponselnya karena takut terjadi apa apa pada Khadijah.


" Oh iya sebaik bapak secepatnya ke kamar ibu Khadijah karena pasien keadaan nya Drop.."ucap suster itu.


Ustadz Hafizh tak menghiraukan siapa pun, hanya berpamitan pada syifa, walaupun syifa nggak ada respon Ustadz Hafizh tetap pergi meninggalkan syifa.


Ustadz Hafizh tak berpamitan pada orang tua syifa karena takut terjadi apa apa pada Khadijah.


Ustadz Hafizh menaiki mobil dan menancap gas pergi menuju rumah sakit.lalu Ustadz Habibi keluar rumah dan melihat kepergian Ustadz Hafizh yang terburu-buru dan bertanya pada syifa.


"Syifa suami mu mau kemana tumben nggak pamitan sama Abah dan umi, kok kayak buru buru sekali.??


" Nggak tau bah tadi cuma ada telfon dari rumah sakit dan langsung pergi meninggalkan syifa."


"Ada apa ya nggak biasanya suamimu kayak gitu, apa mungkin ada yang terjadi pada Khadijah..??


" Ahh udah nggak usah mikirin urusan menantu mu biarin dia yang nyelesain yang penting putri kita sehat."tegur ibunya syifa pada suaminya.


Syifa hanya terdiam tak bisa ngomong apa apa lagi disaat suaminya pergi meninggalkan nya hanya rasa sakit dan cemburu yang syifa rasakan.


"Syifa udah istirahat ajah, nggak usah mikirin suami mu yang nggak adil itu." Ucap ibunya syifa.


"Iya umi..

__ADS_1


Lalu ibunya syifa menyelimuti syifa dan menemani nya.


" Mas kenapa kamu begitu tega meninggalkan ku dalam keadaan seperti ini, aku juga sakit mas, bukan cuma istri pertama mu yang membutuhkan perhatian mu tapi aku juga.."ucap batin Syifa dan meneteskan air mata.


__ADS_2