
60
Khadijah diam sejenak karena mau menjawab masih bingung harus jawab apa. Tapi Aisyah terus bertanya tanpa henti.
"Sebenarnya Ustadz Hafizh mau menikah lagi."
"Apa..?????
Nggak mungkin mbak, memangnya apa yang terjadi kenapa harus menikah lagi?? Tanya Aisyah kaget dan terkejut dan wajahnya langsung penuh dengan amarah karena merasa Ustadz Hafizh telah menghianati saudara nya.
" Cerita nya panjang syah, lain kali aku ceritain, sekarang kamu ikut nemenin aku kerumah sakit untuk menjadi saksi pernikahan Abi sama Aisyah putri Ustadz Habibi."
"Bukannya dia udah nikah mbak??
" Udah jangan banyak tanya mbak mau mempersiapkan baju Abi dulu tar telat kerumah sakitnya.
Dan Khadijah mendandani suaminya begitu tampan seperti pemuda
yang baru menikah.
"Sayang Terima kasih atas semua keikhlasan mu, semoga dinda menjadi seorang istri yang kuat dan sabar."
"Udah Abi jangan sedih lagi, sebentar lagi Abi akan menjadi seorang pengantin, sayang dedek bayi do'ain Abi dan umi semoga acara nya lancar ya." Ucap Khadijah sambil mengelus perut nya.
Ustadz Hafizh sebenarnya nggak sanggup menjalani pernikahan ini tapi karena istrinya yang terus memaksa, dan Ustadz Hafizh tak bisa apa apa.
"Sayang sini.."
"Apa bi.."
Ustadz Hafizh memeluk Khadijah dengan eratnya tak mau melepaskan pelukan itu.
"Abi udah ayo kita berangkat, nanti telat loh,.." Ajak Khadijah sambung melepaskan pelukan suami nya.
Dan mereka berdua keluar dari dalam kamar, Ustadz Hafizh begitu kaget dengan seserahan yang Khadijah siapkan, karena begitu cantik dan banyak sekali.
Dan ada beberapa santri yang ikut mengantarkan Ustadz Hafizh, dan dari pihak keluarga hanya ada Aisyah dan bukdenya Ustadz Hafizh, kalau pakdenya tak ikut karena tak tega dengan Khadijah.
Iring iringan beberapa mobil mulai meninggalkan pesantren, Khadijah Dan Ustadz Hafizh mobil paling depan.
Selama dijalan Ustadz Hafizh terus memeluk Khadijah tak mau melepaskan pelukan nya.
Sedangkan Aisyah dan bukdenya Ustadz Hafizh duduk dimobil dibelakang Khadijah.
Bukdenya Ustadz Hafizh yang tak menyangka kalau ponakannya akan menikah lagi terus ngomel ngomel sendiri, sampai sampai Aisyah capek dengernya, karena bukdenya Ustadz Hafizh tak setuju dengan pernikahan Ustadz Hafizh dengan Syifa.
Setelah sampai dirumah sakit keluarga Ustadz Habibi sudah menunggu kedatangan dari mempelai pria.
Dikamar Syifa sudah dihias seindah mungkin, karena pernikahan nya digelar dikamar rawat Syifa.
Syifa yang dalam keadaan tidak bisa apa apa, didandani secantik mungkin agar terlihat cantik didepan Ustadz Hafizh.
__ADS_1
Dan sampailah didepan kamar Syifa, keluarga Ustadz Hafizh disambut dengan hangat.
"Assalamu'alaikum" Ucap rombongan dari keluarga Ustadz Hafizh.
"Waalaikumsalam.." Jawab keluarga Ustadz Habibi.
Dirumah sakit itu sudah berkumpul seorang dokter dan suster yang menjadi saksi pernikahan Ustadz Hafizh dan Syifa.
Khadijah berdiri disebelah Ustadz Hafizh.
Karena Ustadz Hafizh terus memegangi tangan Khadijah tanpa dilepas.
Lalu Syifa yang terbaring diatas tempat tidur memaksakan dirinya bangun untuk mengucapkan Terima kasih pada Khadijah.
"Syifa mau kemana nak??
Tanya ibunya.
" Syifa mau ngomong sama Khadijah bu.."jawab Syifa perlahan.
Lalu Khadijah menghampiri Syifa lalu Syifa memegang tangan Khadijah.
"Mbak.. Maafkan aku, bukan niat ku untuk merampas kebahagiaan mu, tapi perasaan ku sejak pertama bertemu dengan suamimu tak bisa dipendam, aku mencintaimu suami mu, sudah berulang kali aku mencoba menghapus perasaan ku tapi perasaan itu semakin dalam." Ucap Syifa terbata bata karena kondisinya masih lemah.
"Ya nggak apa apa aku ngerti, yang penting sekarang kamu cepat sembuh dan menjadi istri yang taat pada perintah agama dan patuhi perintah suami." Ucap Khadijah sambil meneteskan air mata dibalik cadar nya.
Dan persiapan sudah siap dan akad nikah segera dilaksanakan.
"Mana istri pertama??
Tanya penghulu.
" Saya pak."jawab Khadijah pelan.
"Apa kamu benar-benar setuju dengan suamimu yang berpoligami.??
" Insya Allah pak.."
"Kalau begitu tanda tangan disini." Ucap penghulu itu.
Dan setelah berkas semua selesai Ustadz Hafizh dan Ustadz Habibi duduk berhadap-hadapan untuk memulai akad nikah.
Semua orang terharu dengan Khadijah karena begitu ikhlas nya berbagi suami dengan wanita lain.
Khadijah duduk pas dibelakang suaminya,
Sebelum akad dinikah dimulai Ustadz Hafizh mengajukan syarat yang harus disepakati.
"Sebelum akad nikah ini dimulai saya mau mengajukan syarat, kalau semua setuju maka pernikahan ini bisa dilanjutkan tapi kalau masih salah satu ada yang nggak setuju maka pernikahan ini batal." Ucap Ustadz Hafizh tegas.
Membuat semua orang Tercengang dan bertanya-tanya apa syarat yang diajukan.
__ADS_1
Dan Khadijah pun membisikan ditelinga suaminya.
"Bi.. Ada apa??
Tanya Khadijah malu, karena merasa dirinya yang mengajukan persyaratan itu.
Tapi Ustadz Hafizh tak menghiraukan perkataan Khadijah.
" Syarat nya adalah??
Tapi ini murni permintaan saya, bukan permintaan istri saya yang pertama,
Karena Khadijah lah yang memaksa saya menikah dengan Syifa, karena istri saya mau, saya berbakti pada guru saya yaitu Ustadz Habibi."ucap Ustadz Hafizh.
"Ya apa persyaratan nya nak?? Tanya Ustadz Habibi.
" Hhmm saya mau setelah menikah, lima hari dirumah Khadijah dan yang dua hari lagi diri Syifa, karena saya dipesantren Kyai Abdullah memegang amanah dari mertua saya untuk menjaga dan melindungi pesantren."ucap Ustadz Hafizh tanpa basa basi.
Dan semua orang saling menoleh ke kanan dan kekiri.
Syifa pun terkejut dengan syarat yang diajukan Ustadz Hafizh.
"Ustadz Hafizh bagaimana mungkin.. Itu tidak adil.!! Ucap Syifa dengan suara lemahnya.
" Apanya yang tidak mungkin, Khadijah dengan suka rela mengikhlaskan aku menikah dengan mu apa itu masih kurang, bagaimana kalau pernikahan ini dibatalkan."ucap Ustadz Hafizh tegas.
Syifa yang kaget langsung kejang kejang dan harus di oksigen, tapi akhirnya Syifa tenang dan bisa menerima syarat dari Ustadz Hafizh.
"Ini kan cuma masalah waktu kalau aku sudah sembuh aku akan membuatmu betah dirumahku dan tak akan pernah pulang lagi." Gumam Syifa dalam hatinya.
Lalu Khadijah mengajak Ustadz Hafizh keluar untuk bicara.
"Bi.. Kenapa Abi harus mengajukan syarat itu, itu akan membuat keluarga Ustadz Habibi kecewa bi,"
Ucap Khadijah menegur suami yang tak seharusnya memberikan syarat seperti itu.
"Nggak apa apa sayang, karena Abi tidak mau terlalu lama jauh dari dinda, dan Abi masih berharap pernikahan ini tidak terjadi.
Oh sayang Abi mau nanya sekali lagi, dinda cinta nggak sih sama Abi kok bisa menyuruh Abi menikahi wanita lain.?? Tanya Ustadz Hafizh dengan tatapan serius.
" Abi nggak percaya sama dinda??
"Bukan gitu sayang tapi Abi heran aja sama dinda."
"Dinda hanya ingin menolong sesama hamba Allah yang butuh pertolongan kita bi.."
"Tapi jangan Abi yang dijadikan korban."
"Maksudnya?? Tanya Khadijah.
" Ya ini Abi harus berkorban menikah dengan orang yang tidak Abi cintai."
__ADS_1
"Itu kan cuma maslah waktu bi, nanti Abi juga sayang dan cinta sama Syifa.