
"Ya Allah bagaimana kalau Khadijah tinggal dirumahku, apa boleh ya Sama Abah sedangkan rumah ku sempit dan kecil, tapi Allah Maha adil, semuanya aku serahkan pada Allah."gumamnya dalam hati Ustadz Hafizh.
Dan matahari mulai panas menunjukkan jam 10 pagi, Ustadz Hafizh dan Khadijah hanya diam dirumah tanpa beraktifitas apapun, dan Ustadz Hafizh mengajak istrinya untuk mengaji Al-quran sambil menunggu datangnya shalat dhuhur.
Khadijah yang masih malu pada sang suami hanya mendengar kan lantunan ayat ayat Al-quran yang dilantunkan oleh sang suami.
Khadijah tak sengaja mengeluarkan air mata karena saking sedihnya mendengar Ustadz mengaji dengan artinya.
"Sayang kenapa menangis??
Tanya Ustadz Hafizh pada istrinya.
" Dinda sedih Bi, mendengar Abi melantunkan ayat ayat Alquran dengan artinya."ucap Khadijah pada suaminya.
"Apa yang membuat dinda sedih, orang nya yang ngaji apa Alquran nya.?? Tanya Ustadz Hafizh sambil bergurau.
Khadijah terdiam dan menundukkan kepalanya, sambil mengusap air mata yang tak sengaja jatuh di pipinya.
__ADS_1
Dan Ustadz Hafizh dengan sigap langsung mengusap air mata Khadijah.
"Kenapa sayang maafin Abi ya, Abi bercanda, kenapa dinda sampai meneteskan air mata." Tanya Ustadz Hafizh.
"Dinda takut tidak bisa menjadi seorang istri yang sholehah dan juga seorang putri yang sholehah buat Abah Bi,"
Ucap Khadijah sambil tersedu sedu.
"Insya Allah dindaku sayang, dinda pasti menjadi seorang putri dan istri yang sholehah buat Abah dan Abi." Jawab Ustadz Hafizh sambil
menghibur istrinya .
Dan setelah beberapa hari Ustadz Hafizh dan Khadijah pergi ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah umroh.
Semua kerabat dan sahabat datang untuk mngantar kepergian Ustadz Hafizh dan Khadijah kebandara tak terkecuali Ustadz Fatah juga datang.
"Hafizh saya titip Khadijah di tanah suci, jaga dia lindungi dia, karena Khadijah adalah saudara ku yang paling baik, aku tidak mau terjadi apa apa pada Khadijah."ucap Ustadz Fatah pada Ustadz Hafizh.
__ADS_1
Ustadz Hafizh yang cemburu dan kesal dengan sikap Ustadz Fatah hanya diam menganggukkan kepalanya.
Ustadz Hafizh dan Khadijah berpamitan pada semua keluarga.
Khadijah tidak sanggup meninggalkan Abahnya yang sudah tua karna tidak ada yang merawatnya dirumah, hanya ada santri yang sesekali dipanggil untuk menyiapkan kebutuhan Kyai Abdullah.
Khadijah memeluk Abahnya tidak sanggup untuk melepas tangannya dari tubuh Abahnya tapi Ustadz Hafizh memberi pengertian.
"Dinda sayang, Abi tahu dinda pasti berat meninggal kan Abah sendiri dirumah tapi yakinlah Allah pasti menjaga Abah dari segala mara bahaya, kan masih ada santri yang bisa dipanggil untuk menyiapkan kebutuhan Abah, sayang ayo kita berangkat takut ketinggalan pesawat Insya Allah Abah selalu sehat." Ucap Ustadz Hafizh pada istrinya yang terus memeluk Abahnya karena tega meninggalkan nya.
Semua santri dan keluarga mengiringi kepergian Ustadz Hafizh dan Khadijah sampai di gerbang pesantren.
Semua bersholawat mendoakan kepergian Ustadz Hafizh dan Khadijah ketanah suci mekkah.
Saat itu semua santri menangis karena gembira dan juga sedih melihat kepergian Ustadz Hafizh dan Khadijah yang begitu ramai karena beribu-ribu santri bersholawat.
Dan berangkatlah Ustadz Hafizh dan Khadijah menuju bandara, diiringi beberapa mobil sambil berpawai mngucapkan sholawat.
__ADS_1
Khadijah yang satu mobil dengan Abahnya terus memeluk Abahnya sampai sampai Ustadz Hafizh merasa cemburu karena dicuekin.