
74
Dan setelah beberapa bulan kehidupan Ustadz Hafizh dan Khadijah mulai mendapatkan ujian, Khadijah sakit dan harus dirawat dirumah sakit karena mengidap kanker payudara, dan terpaksa putranya yang masih kecil harus berhenti disusui dan diberi susu formula.
Ustadz Hafizh bingung harus mencari biaya kemana, karena orang tua Khadijah belum tau tentang penyakit Khadijah yaitu Kyai Abdullah.
Saat itu Khadijah harus menjalani kemo terapi untuk mengurangi rasa sakitnya,
Memang semua biaya rumah sakit saat itu tidak bayar karena memakai surat kemiskinan, tapi untuk biaya hidup putranya dan juga Ustadz Hafizh mereka kesulitan, karena Ustadz Hafizh tidak bisa mencari nafkah karena harus menjaga anak dan Khadijah yang sedang dirawat dirumah sakit.
Dan tanpa sengaja Ustadz Hafizh bertemu dengan sepupu Khadijah yaitu Aisyah.
"Ustadz Hafizh...??? Tegur Aisyah sambil menatap mata Ustadz Hafizh yang sedang tidak fokus dengan keadaan disekitarnya.
" Heeeeemm... "Ucap kaget Ustadz Hafizh sambil menggosok gosok matanya karena kaget bertemu dengan Aisyah.
" Ustadz Hafizh dan Muhammad ngapain disini, mana uminya sayang..??? Tanya Aisyah sambil celingak celinguk pada Ustadz Hafizh dan pada putranya yang masih berumur satu tahun.
"Maaf sebelumnya Aisyah.. Aku tidak memberi tau pada siapapun tentang keadaan istriku Khadijah." Ucap Ustadz Hafizh dengan suara lesu.
"Memang nya ada apa, kenapa..??? Tanya Aisyah kaget dan dengan nada resah.
__ADS_1
" Sebenarnya Khadijah sakit.."ucap Ustadz Hafizh.
"Sakit apa.??? Tanya tegas Aisyah.
" Sakit kanker payudara.!!
"Apa..!!!Jawab Aisyah, dan saking kagetnya Aisyah tak sadar meneteskan air mata dan terus menangis sambil menuju ke ruang rawat Khadijah.
Sesampainya didepan kamar Khadijah, ternyata Khadijah belum sadarkan diri setelah menjalankan kemoterapi, dan Aisyah terus menangis sambil menelfon Kyai Abdullah untuk memberi tau keadaan Khadijah.
" Assalamu'alaikum.. Bah..
Ucap Aisyah sambil menangis.
" Maaf bah.. Tapi Abah jangan kaget yang sabar, Khadijah bah...
"Ya kenapa Khadijah??
" Khadijah sakit bah... Sekarang ada dirumah sakit."ucap Aisyah.
"Sakit apa... Ya Allah..
__ADS_1
" Ya Abah kesini aja minta anterin santri, Aisyah kirim alamat nya ya."
Dan tanpa berpikir dua kali Kyai Abdullah langsung berangkat menuju rumah sakit.
Sedangkan Ustadz Hafizh hanya bisa diam dan menerima dengan apa yang terjadi.
Dan setibanya dirumah sakit Kyai Abdullah tak bisa menahan air matanya, karena walaupun sebagai laki-laki dia tetap orang yang khawatir terhadap putri tercintanya.
Dan Ustadz Hafizh sudah menunggu kedatangan Kyai Abdullah diLoby.
"Assalamu'alaikum bah.. Ucap Ustadz Hafizh gemeteran, karena takut disalahkan dengan keadaan Khadijah yang semakin parah.
" Waalaikumsalam. "Jawab Kyai Abdullah sambil menatap mata menantunya.
" Maafin Hafizh bah, karena tidak memberi tau keadaan Khadijah pada Abah..ucap Ustadz Hafizh sambil menundukkan kepalanya.
"Hafizh kenapa kamu tidak memberi tau Abah tentang penyakit Khadijah, kenapa sampai separah ini.. " Ucap Kyai Abdullah dengan nada kecewanya pada menantunya.
"Maaf bah.. Tapi ini permintaan Khadijah karena tidak ingin membuat Abah khawatir pada Khadijah. "
"Tapi saya ini orang tuanya, kalau sudah parah begini baru diberi tau.. " Ucap Kyai Abdullah dengan nada marah.
__ADS_1
"Ya sudah sekarang antar Abah kekamar putri Abah.!! Ucap tegas Kyai Abdullah.
" Baik bah.. "Jawab Ustadz Hafizh sambil mengusap keringet dinginnya karena merasa dirinya sangat bersalah dengan keadaan Khadijah yang semakin parah.