
105
Ustadz Hafizh terdiam setelah mendengar perkataan Aisyah.
"Mas ada apa kok kayak bingung gitu.?? Tanya syifa yang sedang menggendong Muhammad disebelah suaminya.
" Maaf ya syifa aku harus pulang karena barusan Aisyah nelpon katanya Abah marah besar karena tau aku bawa Muhammad ketemu sama kamu."
"Ya memangnya kenapa mas, kalau Muhammad ketemu sama aku.??
" Iya mungkin Abah takut aku membawa putra ku pergi dari rumah, karena kemarin aku sempet ijin untuk pulang ke rumah bersama Muhammad tapi Abah melarang keras aku membawa Muhammad, karena Muhammad adalah satu-satunya peninggalan Khadijah." Cerita Ustadz Hafizh pada syifa.
"Mas tapi kalau menurut aku, kamu lebih berhak daripada Kyai Abdullah.karena dia putra mu." Ucap syifa memberi nasehat.
__ADS_1
Ustadz Hafizh terdiam mendengar ucapan syifa, tapi Ustadz Hafizh juga berpikir kalau Kyai Abdullah bukan sekedar mertua baginya tapi sekaligus guru yang mengangkat derajat nya.
"Ya sudah syifa aku antar kamu pulang dulu, dan mas langsung pulang aku takut Abah tambah marah kalau aku pulang nya terlalu malam." Ucap Ustadz Hafizh.
"Terus kamu nggak nginep dirumah mas.??
" Maaf syifa insya Allah besok mas pulang lagi kalau sekarang takut Muhammad rewel lagi."
"Sama aja dulu masih ada Khadijah alasannya karena Khadijah sakit, apa lah, sekarang alasannya ada lagi, kapan sih mas kamu menganggap aku ada, aku juga mau diperhatikan disayang, tidur setiap malam bersama suami, cuma itu impian aku mas.." Ucap syifa dengan wajah ditekuk kebawah.
"Aku nggak butuh maaf dari mu mas, tapi yang aku butuhin hanya perhatian dan kasih sayang mu." Sontak syifa marah dan berdiri dari tempat duduk nya, syifa memalingkan wajahnya dari suaminya, dan memberikan Muhammad pada gendongan suaminya.
Ustadz Hafizh semakin bingung dengan keadaan nya sekarang, sebenarnya dalam lubuk hati Ustadz Hafizh ingin sekali menjadi kan syifa sebagai layaknya istri, tapi Ustadz Hafizh masih belum bisa melupakan Khadijah, karena dengan berada di rumah Kyai Abdullah, Ustadz Hafizh merasa dirinya masih dekat istri tercinta nya Khadijah.
__ADS_1
Ustadz Hafizh bangun dari tempat duduk nya, dan menggandeng tangan syifa masuk kedalam mobil nya.
Syifa hanya diam dengan raut wajah ditekuk, dan memasang bibir cemberut.
Dalam perjalanan syifa terus diam tanpa bicara sekata patahpun, walaupun diajak bicara hanya menjawab iya dan nggak.
Ustadz Hafizh mencoba merayu dan membuat candaan pada syifa, agar syifa tersenyum, tapi syifa masih dengan wajah cemberut nya dan memalingkan wajahnya melihat kearah jendela mobil.
Lalu Ustadz Hafizh mencoba dengan rayuan dan gombalan tapi Syifa masih marah dan dengan berat hati Ustadz Hafizh memegang tangan syifa, karena Ustadz Hafizh baru pertama kalinya memegang tangan syifa semenjak menikah.
Syifa kaget dengan pegangan tangan suaminya yang berada diatas tangan nya. Saat itu syifa luluh dan tersenyum karena saking bahagia nya suaminya memegang tangan nya.
Dan tak terasa sampai didepan rumah syifa, syifa masih terus tersenyum dan memegang erat tangan suaminya tanpa melepasnya.
__ADS_1
"Syifa sudah sampai." Ucap Ustadz Hafizh sambil melepas tangannya dari genggaman syifa.
"Heemm kenapa sudah sampai sih aku masih pengen pegangan tangan sama kamu mas, baru pertama kalinya mas megang tangan syifa semenjak kita menikah, mas aku mau minta hak aku sebagai istri, aku sudah sabar sampai sekarang menunggu malam malam terindah yang aku dambakan."ucap syifa dengan perkataan nya yang manja, dan membelai wajah suaminya sampai ke bibir nya yang merah kecoklatan membuat syifa semakin tergoda dengan ketampanan suaminya sendiri.