
89
Ustadz Hafizh langsung beranjak pergi untuk menemui istri tercinta nya Khadijah.
Ustadz Hafizh saat itu resah dan gelisah karena takut Kyai Abdullah tak bisa memaafkan kesalahan nya yang telah meninggal kan putri nya sendiri dalam keadaan sakit dan tak sadar.
Saat sampai didepan kamar Khadijah, Ustadz Hafizh langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
"Assalamu'alaikum.. " Ucap Ustadz Hafizh dengan nafasnya yang masih ngos ngosan karena berlari dari ruang rawat syifa.
"Waalaikumsalam bi. " Jawab Khadijah sambil mengangkat kepala nya sedikit demi menyambut kedatangan suaminya.
Saat itu sedang ada dokter yg memeriksa kondisi Khadijah.
"Bagaimana putri saya dok.??
Tanya Kyai Abdullah.
" Kondisi pasien sudah mulai stabil dan jadwal operasi nanti malam sekitar jam delapan malam, jadi nanti setelah makan siang tidak boleh makan apa apa lagi harus berpuasa ya mbak.."ucap dokter itu.
"Iya dok..jawab Khadijah.
" Ya sudah kalau begitu bapak Hafizh tolong kebagian administrasi untuk menyetujui operasi nya."ucap dokter itu pada Ustadz Hafizh.
"Baik dok..
Dan dokter itu keluar dari kamar Khadijah.
__ADS_1
" Sayang apa yang kamu rasakan biar abi pijitin atau mau makan apa biar Abi beliin.."ucap Ustadz Hafizh penuh perhatian pada istrinya.
"Nggak bi..Khadijah nggak mau apa apa,"
Jawab Khadijah.
"Oh iya bi, tadi dokter menyuruh Abi untuk kebagian administrasi, udah sana bi, dinda kan ada Abah disini." Suruh Khadijah dengan suara lemahnya.
"Iya sayang Abi keluar dulu sebentar."
"Iya bi."
"Bah, Hafizh keluar dulu sebentar, Abah mau makan apa.?? Tanya Ustadz Hafizh tanpa menatap wajah mertuanya.
" Nggak usah Abah udah kenyang, yang penting putri Abah nggak ditinggal Abah sudah kenyang."jawab Kyai Abdullah menyindir menantunya.
Dan Ustadz Hafizh langsung keluar kamar dan mengucapkan salam.
Dan tak berapa langkah kaki Ustadz Hafizh melangkah keluar dan menutup pintu Kyai Abdullah mengikuti dan memanggil nya.
"Nak Hafizh.. " Panggil mertuanya.
"Iya ada apa bah..." Jawab Ustadz Hafizh sambil membalikkan badannya.
"Maaf sebelumnya nak, Abah cuma mau bilang tolong jangan diulangin lagi kejadian semalam, meninggalkan Khadijah sendiri tanpa ada yang menemani walau gimana pun keadaan nya." Ucap Kyai Abdullah tegas.
"Iya bah, Hafizh juga minta maaf karena sudah meninggal kan Khadijah, karena Hafizh terpaksa bah, karena syifa sakit panas tinggi dan sekarang ada dirumah sakit ini juga." Tutur Ustadz Hafizh pada mertuanya.
__ADS_1
"Iya Abah sudah tau, ya sudah sana Abah cuma mau ingetin jadikan Putri Abah yang nomer satu jangan sakiti dia karena tidak mau melihat Khadijah sedih atau disakiti." Ucap Kyai Abdullah sambil menepuk pundak menantunya.
"Insya Allah bah Hafizh akan selalu menomorsatukan Khadijah, iya Sudah bah Hafizh pergi dulu." Pamit Ustadz Hafizh pada mertuanya
Kyai Abdullah menganggukkan kepalanya.
Dan setelah selesai kebagian administrasi Ustadz Hafizh menyempatkan mampir ke kamar syifa untuk melihat keadaan nya.
"Assalamu'alaikum.. " Ucap Ustadz Hafizh sambil membuka kamar rawat syifa.
"Waalaikumsalam.. Jawab Ustadz Habibi dan istrinya.
" Mas...!!!
Ucap manja syifa menyambut kedatangan suaminya.
"Gimana keadaan kamu syifa.??
" Aku pusing mas, panas mual mual terus.."ucap syifa sambil menyenderkan kepalanya dipundak suaminya.
"Apa mungkin kamu hamil..?? Sontak ibu nya syifa kaget karena tanda tandanya seperti orang hamil.
" Heeeemmm ya nggak mungkin umi."Jawab syifa menatap wajah suaminya.
"Apanya yang nggak mungkin kan kamu punya suami." Tegur Ibu nya syifa menatap tajam pada Ustadz Hafizh.
"Nggak umi, syifa cuma kecapean aja kata dokter terus telat makan." Jawab syifa menyembunyikan Kenyataan bahwa belum pernah disentuh oleh suaminya.
__ADS_1