
80
Dan Ustadz Hafizh mempersilahkan keluarga Ustadz Habibi untuk masuk.
Sedangkan Syifa hanya diam menunggu suaminya menegurnya, walaupun hatinya juga terkejut dengan keadaan Khadijah yang kurus dan tak secantik dulu lagi.
Khadijah yang memberikan kode pada suaminya untuk menyapa Syifa, karena Syifa hanya diam dibelakang orang tuanya.
Lalu Ustadz Hafizh menghampiri Syifa yang sedang berdiri disebelah mobilnya.
"Assalamu'alaikum Syifa.." Ucap Ustadz Hafizh mendekatinya.
"Waalaikumsalam mas.. Sehat..??
" Ya sehat.. Ayo masuk."ajak Ustadz Hafizh pada Syifa.
Lalu Syifa mengambil Muhammad dari gendongan Ustadz Hafizh.
"Sayang kamu sudah besar ya.. Tante lama nggak ketemu kamu." Ucap Syifa pada Muhammad.
__ADS_1
Saat itu Muhammad putra Khadijah sangat senang digendong Syifa.
"Syifa.. putra ku nggak apa apa kan kalau memanggil kamu dengan sebutan umi..?? Tanya Khadijah sambil menatap wajah Syifa..
" Ya nggak apa apa mbak.. Lagian aku seneng kalau Muhammad memanggil ku dengan sebutan umi, iya kan sayang.."ucap Syifa pada Khadijah dan Muhammad.
Lalu mereka semua masuk ke rumah Kyai Abdullah, Ustadz Hafizh yang mendorong Khadijah berjalan berdampingan bersama Syifa.
"Ya Allah begitu sakit hati ini saat melihat suamiku berjalan bersama istri keduanya walaupun aku yang didorong nya.." Ucap batin Khadijah menangis walaupun tanpa air mata.
Dan saat itu dua keluarga itu saling berbagi cerita dan menanyakan tentang penyakit Khadijah.
Sedangkan Ustadz Hafizh mengantar Khadijah kedalam kamar, tapi tak berapa lama kemudian Muhammad rewel dan Syifa mengantarkan nya kekamar Khadijah, saat itu Ustadz Hafizh sedang menyuapi Khadijah dan sedang memanjakan nya lalu tak sengaja Syifa mengucapkan salam.
"Syifa masuk aja nggak apa apa.. Ucap Khadijah dengan suara yang tertatih-tatih karena sedang merasakan kesakitan.
" Ya mbak.."lalu Syifa masuk dan memberikan Muhammad pada Ustadz Hafizh.
Saat itu perasaan Syifa juga nggak karuan melihat kemesraan suami nya dengan Khadijah.
__ADS_1
Syifa duduk disebelah Khadijah sambil menyuapi nya.
Dan tak lama Aisyah datang dan membawa Muhammad keluar dari kamar Khadijah.
"Mbak.. Syifa nggak apa apa kalau waktu aku dan mas Hafizh aku berikan pada mbak.. Karena mbak lebih butuh perhatian mas Hafizh dari pada aku.." Ucap Syifa sambil memegang tangan Khadijah.
"Nggak Syifa, aku nggak mau waktu kamu bersama Abi, kamu kasih ke aku, karena itu sudah kewajiban Abi sebagai suami kita." Ucap Khadijah pelan..
"Nggak mbak.. Aku ikhlas nggak apa apa, malah aku akan merasa bersalah kalau membiarkan mas Hafizh pulang ke rumah ku.."
Ustadz Hafizh hanya terdiam melihat istrinya yang ingin saling berbagi.
"Ya Allah ampunilah dosaku jika pernikahanku ini membuat dua wanita terluka dengan keadaan ini.." Ucap hati Ustadz Hafizh.
"Syifa mas minta maaf mungkin mas akan jarang pulang karena mas harus menjaga Khadijah dan Muhammad, semoga kamu bisa mengerti dengan keadaan ini." Ucap Ustadz Hafizh pada Syifa.
"Ya nggak apa apa mas, aku ikhlas dan bisa menerima, mas nggak usah khawatir tentang perasaan ku, insya Allah aku ikhlas." Ucap Syifa dengan suara serak.
Karena sebenarnya hati nya ingin selalu bersama suaminya, tapi Syifa mencoba ikhlas dengan semuanya.
__ADS_1
"Jangan bi.. Abi harus adil waktu walaupun dinda lagi sakit karena dinda nggak mau Abi berdosa pada Syifa."
"Insya Allah Syifa ikhlas mbak.. Mbak jangan banyak pikiran biar mbak cepat sembuh, kasian Muhammad butuh kasih sayang mbak.." Ucap Syifa dengan keikhlasan hatinya.