Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 73


__ADS_3

73


Sedangkan Ustadz Hafizh tidak bisa apa apa dengan keadaan semua itu.


"Nak Hafizh Abah cuma mau bilang, kamu sebagai laki laki yg mempunyai dua istri harus adil dan tegas pada istri istrimu, kalau kejadian seperti ini yang kasian kan Khadijah..!! Ucap Kyai Abdullah tegas.


" Ya Bah.. Maafin Hafizh karena tidak bisa menjadi suami yang baik bagi istri istri Hafizh."jawab Ustadz Hafizh sambil menundukkan kepalanya karena malu.


Khadijah hanya bisa diam karena perasaan dia pun bercampur aduk.


"Syifa tidur sudah malam nggak apa apa kamu tidur sendiri?? Tanya Khadijah dengan kelembutan nya.


" Maaf mbak tapi aku takut.."jawab Syifa dan matanya terus memandangi suaminya, berharap bisa ditemenin Ustadz Hafizh.


"Ya udah tidur sama mbak aja.."


Lalu Ustadz Hafizh menegur Khadijah.


"Jangan dinda sayang biarkan Syifa tidur dikamar tamu, lagian Syifa nggak bakalan takut, kan disini banyak santri yang ronda.." Ucap Ustadz Hafizh.


"Tapi aku takut mas, aku nggak mau kalau harus tidur sendiri, aku maunya ditemenin mas.." Ucap Syifa merengek.

__ADS_1


"Ya nggak bisa Syifa, ini kan jatah aku sama Khadijah."


"Ya udah nggak apa apa bi.. Abi nemenin


Syifa.." Ucap Khadijah walaupun hatinya sedih dengan keadaan semua itu.


Ustadz Hafizh bingung harus bagaimana, karena keduanya sama-sama istri yang harus dihargai.


Dan Ustadz Hafizh berpikir untuk tidur bersama Syifa, karena mungkin lebih mengerti Khadijah dengan kondisi yang sekarang ini.


"Syifa ayo masuk kamar sudah malam, maaf yang dinda sayang Abi nemenin Syifa dulu.." Ucap Ustadz Hafizh


Ustadz Hafizh dan Syifa masuk kedalam kamar sedangkan Khadijah hanya melihat dan menahan rasa cemburunya.


Ustadz Hafizh keluar dari kamar Syifa dan masuk ke kamar Khadijah diam diam, dan Ustadz Hafizh mengetuk pintu Khadijah perlahan takut membuat Syifa kebangun.


Khadijah langsung bangun dan membuka pintu kamar nya.


"Abi.. Ngapain kesini, gimana kalau Syifa bangun nanti dia marah." Ucap Khadijah dengan suara bisik bisik nya.


"Nggak bakalan bangun sayang, Syifa tidur nya pules banget, kenapa dinda belum tidur??

__ADS_1


" Belum ngantuk bi.."


"Maafin Abi yang sayang, yang membuat hatimu cemburu dan sakit." Ucap Ustadz Hafizh sambil memeluk Khadijah diatas ranjangnya.


"Nggak apa apa bi.. Ini sudah menjadi konsekuensi perjalanan hidup kita.


Dan mereka tidur bersama malam itu tanpa gangguan dari Syifa.


Dan keesokan harinya dengan tegasnya Ustadz Hafizh mengajak Syifa pulang


Dan hari hari berlalu begitu saja sampai Khadijah melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan. Dan sejak itu Ustadz Hafizh banyak menghabiskan waktu bersama Khadijah.


Syifa hanya bisa pasrah dengan semua yang terjadi. Dan Ustadz Habibi sangat sedih dengan kesendirian yang dirasakan putrinya Syifa.


Ustadz Hafizh dan Khadijah saat itu memutuskan untuk hidup mandiri pulang ke rumah Ustadz Hafizh, walaupun dengan berat Hati Kyai Abdullah mengijinkan kepergian Khadijah Untuk tinggal bersama suaminya


Ustadz Hafizh dan Khadijah sangat hidup sederhana dengan keadaan seadanya.


Di rumah nya Ustadz Hafizh bertani dan sore hari nya mengajar santri mengaji. Tapi walaupun hidup sangat sederhana tapi mereka berdua sangat bahagia tanpa ada yang menganggu kehidupan nya.


Seminggu sekali Ustadz Hafizh pergi ke rumah Syifa untuk menunaikan kewajibannya sebagai suami dari Syifa, dan Syifa tak banyak menuntut karena dirinya sadar bahwa kebahagiaan suaminya hanya bersama Khadijah istri pertamanya.

__ADS_1


Karena sampai delapan bulan menikah dengan Syifa, Ustadz Hafizh belum pernah sekalipun menyentuh Syifa.


Dan pada akhirnya Syifa menyerah dengan keadaan punya suami tapi seperti tak mempunyai suami.


__ADS_2