
Dan Khadijah menyuruh suaminya untuk masuk, sedangkan Khadijah menyiapkan air hangat untuk suaminya karena takut masuk angin.
"Bi.. Mandi dulu sana, dinda udah siapkan air hangat untuk Abi mandi takut masuk angin." Ucap Khadijah sambil manja manja dipangkuan Ustadz Hafizh.
"Makasih ya sayang Abi mandi dulu takut ketinggalan subuh, tar lanjut lagi ya biar nambah gizi dedek nya." Ucap Ustadz Hafizh sambil tertawa.
Dan sang surya sudah bersinar terang dan Khadijah bersama Ustadz Hafizh jalan jalan pagi menikmati indahnya pagi hari disekeliling pesantren.
"Oh ya Bi, Abi semalam datang jam berapa kok nggak manggil dinda.?? Tanyakan Khadijah
"Abi semalem datang jam setengah dua tapi Abi kasian sama dinda kalau harus bangunin dinda, jadi Abi tidur diluar, tapi nggak apa apa sekali kali bikin dinda takut karena lihat Abi hehe." Ucap Ustadz Hafizh sambil ngegoda istrinya.
Dan setelah beberapa hari Ustadz Hafizh dan Khadijah pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Syifa.
Dan saat Khadijah memakai baju yang bagus dan cantik lalu Ustadz Hafizh memandang dengan keheranan karena melihat istrinya yang begitu cantik dan mempesona.
"Ya Allah dinda.."
Ucap Ustadz Hafizh dengan nada heran.
__ADS_1
"Ada apa Bi, apa ada yang salah dengan baju dinda??
" Nggak ada, cuma Abi sangat bersyukur dengan ciptaan Allah SWT yang begitu cantik dan mempesona."
"Siapa Bi, Memangnya Abi lagi muji siapa?? Tanya Khadijah dengan suara lemes.
" Ya siapa lagi kalau bukan dinda sayang, emangnya ada wanita lain selain dinda."
Jawab Ustadz Hafizh sambil memeluk istrinya dari belakang.
Dan berangkat lah Ustadz Hafizh dan Khadijah kerumah sakit, dan setelah sampai disana, Ustadz Habibi bersama istrinya sedang menangis karena tak tega melihat kondisi Syifa yang belum siuman dari komanya.
"Assalamu'alaikum Ustadz.." Ucap Ustadz Hafizh sambil menjabat tangan Ustadz Habibi.
Dan Khadijah duduk disamping ibunya Syifa sambil memberikan semangat.
"Ibu yang sabar ya setiap cobaan dan ujian yang kita lewati pasti ada rencana Allah yang indah pada waktunya."
"Iya nak.. Tapi ibu tidak menyangka kalau Syifa harus punya nasib seperti ini, dihari pernikahannya yang di tunggu tunggu dia harus kehilangan calon suaminya."
__ADS_1
Khadijah yang masih polos tidak tahu harus bilang apa lagi, Khadijah hanya bisa memberikan semangat dan memeluk ibunya Syifa.
"Oh ya nak, katanya kamu lagi hamil ya??
Tanya ibunya Syifa.
" Ya buk, udah dua bulan. "Jawab Khadijah.
" Ya Ibu do'a kan semoga kamu sama bayimu sehat selalu dan diberi kekuatan amin."
"Amin amin amin buk, makasih do'anya."
"Oh ya nak Hafizh, ada yang mau Ustadz bicarakan berdua sama kamu." Ucap Ustadz Habibi sambil melihat kearah Ustadz Hafizh.
"Sayang tunggu dulu Abi ikut Ustadz Habibi sebentar." Ucap Ustadz Hafizh pada Khadijah.
"Ya ada apa Ustadz?? Tanya Ustadz Hafizh dengan wajah penasaran.
" Hafizh aku curhat sama kamu, anggap saja aku ini bukan gurumu tapi temanmu, aku mau minta pendapat mu tapi kamu nggak usah jawab sekarang karena sangat berat untuk kamu jawab sekarang."ucap Ustadz Habibi bikin penasaran.
__ADS_1
"Ya Ustadz, sebenarnya ada apa??
"Kemaren Syifa sempat sadar sebentar, yang dia ingat hanya namamu dan dia ber anggapan kalau calon suaminya adalah kamu, dan setelah itu kami sekeluarga bermusyawarah, kalau nak Hafizh berkenan untuk menyelamatkan nyawa Syifa Ustadz mohon tolong nikahilah Syifa karena menurut dokter itu jalan satu satunya untuk Syifa siuman dari komanya, dan Ustadz tidak minta kamu menjawab sekarang, karena ini hal besar yang harus kamu musyawarah kan dengan istrimu.