
Dan Ustadz Hafizh pun terkejut dengan perkataan sepupunya Syifa, lalu Ustadz Hafizh bertanya lagi dengan keadaan Syifa.
"Lalu bagaimana kondisi Syifa??
" Kalau Syifa masih koma belum sadarkan diri."jawab sepupunya Syifa.
Lalu Ustadz Hafizh datang pada Ustadz Habibi untuk memberikan semangat.
"Ustadz yang sabar ya dan ihlas karena semua ini adalah takdir Allah yang tidak bisa dirubah." Ucap Ustadz Hafizh.
"Insya Allah saya ihlas dengan kejadian ini, tapi bagaimana dengan Syifa kalau sampai mendengar tentang calon suaminya yang sudah meninggal, pasti dia akan terpukul." Jawab Ustadz Habibi.
Lalu Ustadz Hafizh berpamitan pada Ustadz Habibi untuk mengantarkan jenazah calonnya Syifa kerumah nya.
Dan dalam perjalanan menuju rumah calonnya Syifa tak lupa Ustadz Hafizh mengabari istrinya.
"Assalamu'alaikum sayang."
"Waalaikumsalam Bi, Abi dimana kok ada suara Ambulans.?? Tanya Khadijah dengan suara gemetaran.
" Sayang calonnya Syifa meninggal karena kehabisan darah."jawab Ustadz Hafizh pelan.
__ADS_1
"Innalillahi wainnailaihi roji'un, terus Abi sekarang lagi dimna??
" Abi dalam perjalanan menuju kediaman calonnya Syifa, untuk mengantarkan jenazahnya, dinda jangan nungguin Abi ya, takutnya Abi pulang nya malam."
"Ya Bi, Abi hati hati ya, jangan lupa makan apa gitu Bi, takut Abi sakit karena sibuk."
"Ya sayang ya udah ya.."
"Ya Bi.."
Dan setelah selesai pemakaman, Ustadz Hafizh pun berpamitan pada pihak keluarga untuk pulang.
"Bapak, ibu saya pamit pulang karena sudah malam, dan bapak sama ibu yang sabar dan ikhlas semua ini adalah takdir dari Allah SWT." Ucap Ustadz Hafizh pada orang tua calonnya Syifa.
Dan Ustadz Hafizh pun pulang dan jam sudah menunjukkan jam 1 malam.
Setelah sampai dirumah Ustadz Hafizh kebingungan didepan pintu, karna nggak enak mau bangunin istrinya, karena takut mengganggu istirahat nya.
Ustadz Hafizh hanya mondar mandir di teras rumah tanpa mengetuk pintu dan akhirnya tidur dikursi teras karena sudah tak tahan dengan matanya yang tak bisa dibuka.
Sedangkan Khadijah menunggu Ustadz Hafizh dari jam 9 mlam hanya mondar mandir diruang tamu menunggu Ustadz Hafizh pulang, tapi Khadijah tak berani bertanya sedang dimana Suaminya karena takut mengganggu. Dan jam waktu itu menunjukkan jam 12 malam tapi suaminya tak kunjung datang dan akhirnya Khadijah tidur disofa ruang tamu karena takut suaminya datang tidak terdengar suaranya.
__ADS_1
Dan tak terasa subuh sudah tiba Khadijah terbangun kaget karena sampai subuh suaminya belum pulang.
"Ya Allah kemana kamu Bi, kok nggak ada kabar?? Gumamnya dalam hati Khadijah sambil membuka gorden depan.
Dan setelah membuka gorden Khadijah terkejut dengan sosok sesuatu yang ada di kursi depan, akhirnya Khadijah memangigl Aisyah untuk melihat apa yang ada di kursi itu.
"Aisyah kamu lagi apa?? Tanya Khadijah dari ruang tamu.
" Ya ada apa mbak, aku ditempat sholat." Jawab Aisyah dengan suara kenceng dari dalam.
"Sini dulu."
"Ada apa sih mbak??
" Coba kamu lihat itu ada apa di kursi depan kok hitam besar."
Lalu Khadijah dan Aisyah memberanikan diri untuk keluar dengan membawa pentungan.
Dan setelah didepan saat mau disentuh lalu Ustadz Hafizh terbangun dan berteriak kaget karena ada sosok perempuan yang berdiri dihadapan nya.
"Allahhun akbar Allahhu akbar. " Ucap Ustadz Hafizh dengan suara teriakan.
__ADS_1
"Astaghfirullah Abi kenapa tidur disini, dinda kira apaan kok hitam besar." Ucap Khadijah tak menyangkan kalau suaminya yang hitam besar karena saat itu Ustadz Hafizh memakai jaket tebal.