Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 42


__ADS_3

Lalu Ustadz Hafizh, bukde dan pakde nya menaiki mobil dan langsung berangkat.


Sesampainya dipesantren Ustadz Hafizh langsung mengabari Khadijah


"Assalamu'alaikum sayang, Abi udah nyampek." Ucap Ustadz Hafizh.


"Waalaikumsalam Bi, alhamdulillah kalau udah nyampek, terus bukde sama pakde dianterin sampai rumah Bi,?? Tanya Khadijah.


" Ya sayang Abi anterin sampai depan rumah, udah dulu ya sayang, Abi mau siap siap dulu."ucap Ustadz Hafizh.


"Ya Bi, assalamualaikum." Ucap Khadijah.


"Waalaikumsalam sayang." Jawab Ustadz Hafizh.


Dan hari berganti hari Khadijah yang kesepian hanya ditemenin oleh Aisyah,


Khadijah yang tak nafsu makan membuat tubuhnya tambah kurus dan pucat.


"Mbak Khadijah ayo makan, aku nggak enak sama Abah, dan Ustadz Hafizh, masak ditinggal beberapa minggu udah kurus kaya gitu,

__ADS_1


Mbak mau minta makanan apa tar Aisyah beliin." Ucap Aisyah dengan suara gelisah karena melihat badan Khadijah yang mulai kurus.


"Nggak Aisyah, aku nggak pengen apa apa, cuma aku lemes aja pengen tiduran terus." Ucap Khadijah lemes.


Dan berapa hari kemudian Khadijah mulai muntah muntah dan pusing sehingga tak bisa bangun dari tempat tidur.


Aisyah yang kebingungan menelfon Ustadz Hafizh menyuruhnya untuk pulang karna takut terjadi apa apa pada Khadijah.


"Assalamu'alaikum, Ustadz Hafizh, maaf ya tapi saya mau ngabarin kalau Khadijah nggak enak badan dari semalem muntah muntah dan sekarang tidur karena pusing." Ucap Aisyah dengan suara tergesa-gesa karena khwatir.


Dan tanpa basa basi Ustadz Hafizh langsung minta izin pada panitia penyelenggara untuk pulang karena istrinya yang sedang sakit tidak ada yang merawatnya, dan setelah diizinkan Ustadz Hafizh langsung pulang dengan buru buru karena khawatir pada istrinya takut terjadi apa apa, karena semenjak berangkat tiga minggu lalu Ustadz Hafizh tidak pernah pulang, karena kesibukannya menjadi juri.


Setelah beberapa jam Ustadz Hafizh sampai dirumah dan langsung masuk rumah dan mencari istrinya dikamar yang sedang beristirahat karena lemes.


Kenapa nggak ngabarin Abi." Ucap Ustadz Hafizh dengan suara cemas.


"Waalaikumsalam Bi, Abi pulang, emang udah selesai Bi," Ucap Khadijah dengan wajah terkejut dengan kepulangan suaminya yang tidak mengabari untuk pulang, lalu Khadijah dengan semangat bangun dari tempat tidur nya tanpa manja manja pergi kedapur membuatkan minuman untuk suaminya yang baru datang walaupun badan Khadijah masih lemes karena muntah muntah terus dan belom makan dari semalem.


Tapi Ustadz Hafizh yang penuh perhatian mengikuti istrinya dari belakang karena Ustadz Hafizh tau istrinya walaupun masih sakit masih ingin berbakti sebagai seorang istri.

__ADS_1


Dan Khadijah menyuruh suaminya untuk menunggu di ruang makan sedangkan Khadijah membuat kan minuman dan makanan kecil.


Setelah selesai Khadijah langsung membawa minuman ke meja makan dan menyuguhkannya pada suaminya.


"Bi, silahkan diminum mumpung masih hangat Abi pasti capek." Ucap Khadijah dengan suara lemes karna masih nggak enak badan.


"Ya sayang makasih ya." Ucap Ustadz Hafizh sambil mrngelus pipi Khadijah.


Lalu Ustadz Hafizh meminumnya dengan penuh lahap karena ingin membuat istrinya bahagia, dan menyisakan nya sedikit untuk istrinya.


"Sayang dinda minum dulu ya, ini Abi sisain sedikit biar Dinda segeran."


"Ya Makasih Bi." Ucap Khadijah.


"Tar sore dinda periksa kedokteran ya." Ucap Ustadz Hafizh sambil memegang jidad Khadijah yang sedikit panas.


"Nggak usah Bi, dinda cuma pusing aja, tar minum obat juga sembuh." Jawab Khadijah.


"Udah nurut aja sama Abi tar Sore dinda periksa kebidan aja, kalau dinda nggak mau kedokteran."

__ADS_1


"Ya udah Bi."


"Sekarang dinda masuk kamar istirahat, Abi temenin ya." Ucap Ustadz Hafizh, dan Khadijah hanya mengangguk kan kepalanya dan langsung masuk kamar.


__ADS_2