Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 103


__ADS_3

103


Ustadz Hafizh menarik nafas dalam dalam karena masih memikirkan perasaan syifa kalau dirinya masih tinggal dirumah Kyai Abdullah, karena mungkin Ustadz Hafizh akan sulit menemui syifa,


"Iya bah..


Abah,Hafizh antar kedokter ya.."


"Ngga usah nak,tadi sudah ada dokter kesini.." Ucap Kyai Abdullah memberitahu.


"Kalau gitu Hafizh keluar dulu,


Kalau butuh sesuatu panggil Hafizh bah.."


"Iya tolong jaga Muhammad cucu Abah, karena dia satu satu nya peninggalan Khadijah."


"Baik bah.. Lalu Ustadz Hafizh keluar dari kamar Kyai Abdullah.


Dan syifa sering menelpon Ustadz Hafizh memintanya untuk pulang tapi Ustadz Hafizh masih merasa ngga nyaman pada Kyai Abdullah, dan kalau harus meninggalkan putra nya terus pada Aisyah.


Sejak meninggalnya Khadijah Muhammad terus diasuh oleh Aisyah karena selain pada Aisyah, Muhammad tidak mau diasuh.

__ADS_1


Hari berganti hari sampai 100 hari meninggal nya Khadijah, Ustadz Hafizh memutuskan untuk pulang dan membawa Muhammad pulang ke rumah Ustadz Hafizh. Tapi lagi lagi Kyai Abdullah melarang nya, dengan alasan takut cucu nya nggak terawat.


Saat itu kondisi Kyai Abdullah memang belum sehat masih sering sakit sakitan tapi Ustadz Hafizh mencoba untuk minta ijin pulang membawa putra nya pulang.


"Abah, sebelumnya Hafizh minta maaf tapi Hafizh harus pulang dan membawa Muhammad pulang bersama Hafizh. " Pinta Ustadz Hafizh dengan kelembutan.


"Tapi Abah melarang kamu membawa Muhammad pergi dari rumah ini, siapa yang menemani hari hari Abah, kalau bukan cucu Abah, dan Abah juga nggak rela kalau cucu Abah dirawat sama syifa karena sudah pesan Khadijah agar Muhammad dirawat oleh Aisyah." Ucap tegas Kyai Abdullah.


Ustadz Hafizh bingung harus menjawab apa, tapi Ustadz Hafizh juga nggak bisa pulang tanpa membawa putra nya bersama nya.


Ustadz Hafizh mencoba bertahan demi putra nya sampai satu tahun meninggal nya Khadijah. Walaupun kadang Ustadz harus pergi menemui syifa secara diam-diam.


Dan pagi itu suasana sangat cerah sekali dan Ustadz Hafizh berniat membawa Muhammad jalan jalan ke rumah syifa, lalu Ustadz Hafizh menemui Aisyah untuk membawa Muhammad ke rumah syifa.


"Assalamu'alaikum.. Ucap Ustadz Hafizh pada Aisyah yang sedang duduk di ruang tengah menemani Muhammad bermain.


" Waalaikum salam Ustadz.. Jawab Aisyah kaget.


"Maaf maaf Aisyah kali aku mengagetimu." Ucap Ustadz Hafizh sambil berdiri dekat putra nya.


"Ada apa Ustadz.. Kok kayak nya rapi sekali mau kemana.?? Tanya Aisyah dengan nada ngeledek.

__ADS_1


" Ooohh, Aisyah aku mau bawak Muhammad jalan jalan boleh...?? Tanya Ustadz Hafizh sambil menggendong Muhammad.


"Ya boleh lah Ustadz masak mau bawa putra nya sendiri masih ijin." Jawab Aisyah tersenyum.


"Makasih ya Aisyah kamu sudah menjaga dan menyayangiku putra ku, dan maaf kalau keberadaan Muhammad putra ku menjadi penghalang kebahagiaanmu. "


"Maksud nya..? Sontak Aisyah kagett.


" Maaf sebelumnya Aisyah tapi saya dengar dari Abah katanya kamu dilamar seorang Ustadz tapi kamu menolak nya karena Muhammad takut nggak keurus."


Jawab Ustadz Hafizh memalingkan wajannya.


"Ooh itu, bukan karena Muhammad Ustadz.. Tapi Aisyah belum siap.." Ucap Aisyah menundukkan kepala nya..


"Oh iya Ustadz mau jalan jalan kemana..?? Tanya Aisyah sambil mengganti baju Muhammad.


" Aku mau ke rumah syifa, mungkin dengan sering ketemu dengan syifa, Muhammad jadi dekat."ucap Ustadz Hafizh.


"Apa.. Memangnya Ustadz Hafizh mau pulang ke rumah syifa.?? Tanya Aisyah mengerutkan Alisnya dan bernada kesal.


" Aku nggak tau Aisyah akhirnya aku pulang kemana soalnya Abah melarang ku keluar dari rumah ini kalau harus membawa Muhammad pergi. Jawab Ustadz Hafizh dengan galau.

__ADS_1


__ADS_2