Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 66


__ADS_3

66


Dan Ustadz Hafizh memandang istrinya, ingin berada di dekat nya tapi mertuanya terus menghalangi nya untuk dekat dekat.


"Bagaimana kondisi putri saya dok..?? Tanya Kyai Abdullah khawatir.


" Hhmm nggak apa apa, putri bapak hanya mengalami pendarahan sedikit kemarin dan shok, tapi sekarang nggak apa kondisi nya sudah stabil dan boleh pulang."ucap dokter itu.


"Tapi dok, nggak apa apa dibawa pulang, apa semuanya sudah benar-benar sehat."


Tanya Kyai Abdullah.


"Ya pak.. Nggak apa apa, asal ibunya bisa menjaga pola makannya dan jangan banyak pikiran, ya sudah kalau gitu saya permisi keluar." Ucap dokter itu.


"Terima kasih dok.. Ucap Ustadz Hafizh dan mertuanya.


" Ya sama sama pak, semoga lekas sembuh ya.."ucap dokter dengan senyuman.


Dan Ustadz Hafizh membereskan barang barang Khadijah dan Aisyah ikut membantu.


Dan Khadijah keluar dari rumah sakit menggunakan kursi roda karena Kyai Abdullah tak membolehkan Khadijah berjalan kaki,dan Kyai Abdullah pun tak mengijinkan Ucap Hafizh mendorong kursi roda Khadijah, dan Ustadz Hafizh hanya berjalan di belakang Kyai Abdullah.


Khadijah sesekali menoleh pada suaminya karena merasa nggak enak.


"Bah.. Biarkan Abi aja yang mendorong Khadijah, kasian Abah capek baru datang belum istirahat." Ucap Khadijah sambil menoleh ke Abahnya.


"Udah nggak apa apa, masak Abah yang bawa baju baju kamu."


"Kan Ada Aisyah Bah..


" Udah jangan ngebantah cuma dorong ini."


"Udah sayang nggak apa apa Abi bajunya dinda." Ucap Ustadz Hafizh mencoba bersabar.


Dan mereka menaiki satu mobil, Ustadz Hafizh duduk bersama Ustadz Ali didepan sedang kan Khadijah bersama Abahnya di tengah dan Aisyah dibelakang.


Setelah sampai di rumah Ustadz Hafizh dengan sigap langsung turun dan menggendong Khadijah masuk kedalam kamar dan Kyai Abdullah hanya memandangi.


"Dinda sayang istirahat dulu ya.. Abi ambilkan Air dulu." Ucap Ustadz Hafizh dengan raut wajah bahagia karena bisa menemani istrinya.


"Ya Makasih bi..


Dan Kyai Abdullah masih menahan amarah terhadap menantunya yang tega berpoligami karena masih menunggu Khadijah benar-benar sembuh.

__ADS_1


" Khadijah putri Abah gimana keadaan mu nak..??


"Baik Bah..Abah ada apa kok semenjak bertemu dengan Ustadz Habibi wajah Abah menjadi sangat murung."?? Tanya Khadijah pada Abahnya yang sedang duduk disebelahnya.


" Udah Abah nggak apa apa cuma capek aja, udah Abah ke kamar dulu ya mau istirahat, Khadijah tidur dan jangan lupa minum obatnya dan istirahat."ucap Kyai Abdullah dengan wajah yang lesu.


Dan setelah keluar Kyai Abdullah, Ustadz Hafizh masuk kamar membawa makanan dan minuman buat Khadijah.


"Sayang Abah kenapa ya, kok kayak nya banyak pikiran??


" Ya mungkin Abah capek aja bi..


"Tapi apa mungkin ya, Ustadz Habibi menceritakan semuanya pada Abah??


" Ya nggak tau juga bi, tapi Abi nggak usah khawatir Insya Allah semua ada jalan keluarnya."ucap Khadijah memberi ketenangan pada suaminya.


"Ya udah dinda bobok cantik sana, biar besok bangunnya segar dan sehat."


"Ya Makasih ya Abi tercinta, perhatian nya."


"Ya sayang sama sama."


Dan malam telah berlalu pagi yang cerah, Khadijah dan Ustadz Hafizh pergi jalan jalan pagi menikmati indahnya pedesaan.


"Assalamu'alaikum, mas kapan pulang?? Tanya Syifa dengan suara rengekan manjanya.


" Waalaikumsalam Syifa, nggak tau mas pulang kapan, soalnya Khadijah belum sehat,


"Tapi massss Syifa kangen.. Masak semenjak kita nikah,mas Hafizh belum melakukan kewajiban sebagai suami istri pada Syifa??


Dan Ustadz Hafizh tak ngomong panjang lebar, Ustadz Hafizh hanya bilang nanti pasti aku pulang, karena Ustadz Hafizh tak ingin membuat hati Khadijah bersedih.


" Udah dulu ya Syifa, assalamu'alaikum."dan Ustadz Hafizh langsung mematikan HPnya.


"Mas mas tunggu dulu aku belum selesai ngomong, huhhh waalaikumsalam." Ucap Syifa kesal dan marah.


"Kenapa Bi.. Syifa??


" Nggak apa apa sayang, udah nggak usah mikirin Syifa mending kita lanjut jalan dan nyari sarapan pagi pasti Abah sudah nungguin."


Dan setelah jalan jalan pagi dan membeli sarapan Khadijah dan Ustadz Hafizh langsung pulang.


Khadijah, Ustadz Hafizh dan Kyai Abdullah sarapan bersama, dan setelah sarapan Kyai Abdullah menanyakan tentang Ustadz Hafizh yang menikah lagi.

__ADS_1


"Sayang Khadijah, apa kamu benar-benar sehat nak..??


Tanya Kyai Abdullah sambil memandang keduanya.


" Ya Bah.. Khadijah sudah sehat."jawab Khadijah.


"Abah mau nanya, kenapa kamu sampai pendarahan kemarin.??


Tanya tegas Kyai Abdullah.


" Kemaren Khadijah lagi nyiram tanaman diteras dan Khadijah nggak sengaja Khadijah nginjak bekas air siraman tanaman itu dan akhirnya Khadijah ke peleset jatuh dan Khadijah nggak ingat lagi."tutur Khadijah pada Abahnya.


"Terus Hafizh kemana, katanya yang bawa kamu ke rumah sakit Aisyah sama Ali?? Tanya Kyai Abdullah memandang sinis pada Ustadz Hafizh.


" Hhmm Abi lagi keluar Bah..jadi Abi nggak bisa nemenin Khadijah di rumah."jawab Khadijah dengan perasaan nggak enak karena harus berbohong pada Abah Nya.


"Abah mau nanya pada kalian berdua, sebenarnya apa yang terjadi saat Abah nggak ada di rumah??


" Hhmmm nggak ada sih Bah.. Memang nya ada apa Bah??


"Kalian jujur aja sama Abah, sebelum Abah yang menjelaskan semuanya.!! Ucap Kyai Abdullah tegas dan nada marah.


Khadijah dan Ustadz Hafizh tercengang kaget dengan ucapan Kyai Abdullah,


Khadijah memandangi suaminya dengan penuh tanda tanya.


" Ya Allah apa yang akan terjadi ya kalau aku harus jujur tentang pernikahan ku dengan Syifa?? Gumam hati Ustadz Hafizh.


"Abah.. Kita baik baik aja kok, ngga ada apa apa."


"Ya udah gini Abah nggak mau berbelit-belit, Abah langsung aja ke pokok permasalahan nya. " Ucap tegas Kyai Abdullah pada Khadijah dan Ustadz Hafizh.


Khadijah diam dan menoleh pada suaminya, karena Khadijah merasa dirinya yang bersalah, karena menyuruh dan memaksa suaminya untuk menikah lagi.


"Abah jangan marah dulu, biar Khadijah yang ngejelasin semuanya." Ucap Khadijah gemeteran karena takut Abah Nya marah besar.


"Harus nya bukan bukan kamu yang ngejelasin, ini semua salah suamimu, karena dia berpoligami makanya kamu nggak diperhatiin sampai sampai jatuh dan terpeleset." Ucap Kyai Abdullah dengan suara nada tinggi dan memandangi Ustadz Hafizh penuh dengan emosi amarah.


"Abah.. Sabar dulu ya, sebenarnya ini semua salah Khadijah, karena Khadijah yang memaksa dan menyuruh suami Khadijah untuk menikah lagi, karena Khadijah nggak tega setiap hari harus melihat seorang ibu menangisi putrinya yang sedang sekarat tak berdaya diatas tempat tidur, sedangkan dokter bilang Syifa bisa sembuh kalau hatinya selalu bahagia, dan saat itu Khadijah berpikir untuk berbagi suami, mungkin dengan cara ini Allah memberi kan pahala dan rasa sabar dan ikhlas pada Khadijah, karena semua yang kita miliki hanya titipan bah.. "Ucap Khadijah dengan penuh kelembutan memberi penjelasan pada Abah nya.


" Tapi Abah nggak rela sampai kapan pun kamu dipoligami, karena Abah tau kamu pasti akan merasakan sakit hati dan kecewa."


"Insya Allah Bah..Khadijah kuat dan ikhlas, karena biar bagaimana pun Abi tetap sayang dan perhatian pada Khadijah." Ucap Khadijah tetap kekeh membela suaminya, walaupun dimata orang lain suaminya dipandang tidak setia.

__ADS_1


__ADS_2