
69
Dan Ustadz Hafizh keluar dari belakang Khadijah.
"Mas.. Syifa kangen.."
Ucap Syifa sambil mendekati suaminya dan memeluk nya walaupun ada Khadijah di dekat nya.
Khadijah hanya diam melihat pemandangan yang sangat menyakitkan melihat orang yang paling dia sayang dipeluk didepan mata kepala nya sendiri.
Dan Ustadz Hafizh langsung menjauh dari pelukan Syifa demi menjaga perasaan Khadijah.
"Ngapain Syifa datang kesini??
Tanya Ustadz Hafizh tegas.
" Syifa kangen sama mas.!!
Jawab Syifa Sambil memegangi tangan Ustadz Hafizh.
"Ya kan bisa ditunggu di rumah nggak usah nyamperin kesini." Ucap Ustadz Hafizh memberi pengertian pada Syifa.
"Ya lagian ditelfon nggak diangkat angkat, ya udah Syifa kesini, daripada nahan rindu berat.." Ucap Syifa tak mau melepaskan tangannya dari tangan Ustadz Hafizh.
"Ya udah Syifa silahkan duduk.." Suruh Khadijah.
Dan Syifa duduk tapi masih dengan tangan nya yang melingkar di pergelangan tangan Ustadz Hafizh,
Syifa tak mau melepaskan tangan nya dari suaminya.
__ADS_1
Khadijah yang cemburu langsung pergi kedapur mengambil segelas air
untuk diminum nya agar hatinya sedikit tenang.
Lalu Ustadz Hafizh memaksa Syifa untuk melepaskan tangannya, dan pergi menemui Khadijah yang sedang duduk meminum segelas air putih di dapur.
Dan tak lama kemudian Kyai Abdullah datang dari mengajar,
Dan begitu kaget dan terkejut nya Kyai Abdullah dengan adanya Syifa di rumah nya.
"Syifa..?? Bentak terkejut Kyai Abdullah dengan keberadaan Syifa di rumahnya.
" Ya Kyai, maaf Syifa datang kesini, tapi Syifa datang kesini hanya ingin bertemu dengan suami Syifa, karena Syifa merindukan nya.
Lalu Kyai Abdullah langsung memanggil Ustadz Hafizh dan Khadijah.
Ustadz Hafizh dan Khadijah langsung datang menemui Kyai Abdullah.
" Ya Abah ada apa?? Tanya Khadijah dengan perasaan takut.
"Kenapa Syifa datang kesini??
Tanya balik Kyai Abdullah.
" Maaf Abah, mungkin ada hal yang penting, yang membuat Syifa datang kesini."
"Hal penting apa??
" Maaf bah,bukan niat Hafizh untuk membuat kekacauan dirumah ini."
__ADS_1
"Sebenarnya kita sebagai tuan rumah harus menghargai tamu yang datang, tapi kalau tamunya hanya membuat putriku kecewa dan sakit hati maka, Abah perintahkan Untuk nak Hafizh mengantarkan dia pulang. "!!
Ucap Kyai Abdullah dengan tegas dan lantangnya.
" Tapi maaf bah.. Khadijah nggak apa apa dengan keberadaan Syifa di sini,
Khadijah ngerti kok sebagai perempuan yang baru menikah pasti kangen terus sama suaminya"ucap Khadijah dengan kebijaksanaan nya.
"Syifa ayo mas anterin pulang dulu." Ucap Ustadz Hafizh sambil menarik tangan Syifa.
"Tapi Syifa mau di sini dulu, masak baru nyampe di suruh pulang."
"Ya udah nggak apa apa kok bi.. Biarin Syifa di sini dulu." Ucap Khadijah tanpa keberatan.
Dan Khadijah menyuguhkan air minum dan makanan kecil untuk Syifa,
Dan karena sudah siang dan sesudah sholat dhuhur, Khadijah mempersiapkan makanan untuk mereka semua.
Dan Khadijah menghidangkan berbagai makanan untuk menghormati tamu yaitu Syifa.
Syifa yang masih duduk diruang tengah dipanggil oleh Khadijah untuk makan bersama.
"Syifa mari kita makan siang dulu." Panggil Khadijah dengan kelembutan nya.
Dan Ustadz Hafizh yang baru datang dari mesjid tanpa mengajak Syifa langsung menikmati makanan yang disediakan Khadijah.
Dan Syifa langsung mendekati Ustadz Hafizh yang sedang duduk didekat Khadijah.
Dan Syifa dengan sigap mengambil kan makanan buat suaminya, sedangkan Khadijah hanya diam tercengang dengan kelakuan madunya yang membuat hatinya perih dan sakit.
__ADS_1