Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 19


__ADS_3

Dan setelah makan malam Ustadz Hafizh membantu istrinya membereskan meja makan dan membantu mencuci piring.


Waktu sudah menunjukan jam 9 malam Ustadz Hafizh duduk diruang tengah menunggu istrinya yang sedang ke kamar mandi.


Dan Khadijah keluar dari kamar mandi sedang kan Ustadz Hafizh senyum senyum melihat istrinya yang tidak memakai hijab karna Ustadz Hafizh merasa bangga dan bahagia punya istri yang begitu cantik.


"Ustadz, Khadijah masuk dulu ya ke kamar." Ucap Khadijah yang sedang berdiri didekat Ustadz Hafizh dengan suara pelan.


"Mau masuk kamar permaisuri ku ayo silahkan." Ucap Ustadz Hafizh smbil bergurau.


Dan Ustadz Hafizh mengikuti istrinya masuk kamar.


Setelah dikamar Ustadz Hafizh dan Khadijah berdiri disamping tmpat tidur seperti orang kebingungan.


"Suamimu ini boleh duduk diranjang permaisuri ku.??Tanya Ustadz Hafizh dengan nada bergurau.


" Silahkan duduk Ustadz,"jawab Khadijah pelan.


"Boleh nggak suamimu ini minta sesuatu?? Tanya Ustadz Hafizh dengan muka yang serius.


Khadijah saat itu tidak yang masih berdiri disamping ranjangnya mendadak kebelet kencing karena perasaan nya yang masih malu dan takut Ustadz Hafizh melakukan sesuatu.


Lalu Ustadz Hafizh memegang tangan Khadijah dan menarik nya duduk didekat nya.


" Tidak sayang suamimu tidak mau ngapain ngapain, permaisuri ku nggak usah takut gitu ya, suamimu ini akan setia menunggu sampai permaisuri ku siap melaksanakan kewajiban nya,

__ADS_1


Suamimu ini cuma mau bilang mulai sekarang jangan panggil Ustadz lagi ya,


Ya terserah mau manggil siapa aja yang penting permaisuri ku bahagia."


Ucap Ustadz Hafizh sambil mengelus elus rambut Khadijah yang panjang terurai.


"Baik," Jawab Khadijah pelan


"Terus permaisuri ku mau manggil apa??


Tanya Ustadz Hafizh manja.


" Terserah Ustadz aja."


"Gimana kalau permaisuri ku manggil nya Abi aja, dan Abi manggil permaisuri ku Dinda, setuju nggak??" Ucap Ustadz Hafizh sambil bergurau


"Hem iya." Jawab Khadijah mengangguk kan kepalanya.


"Ya sudah kalau gitu dindaku ngantuk??


Ucap Ustadz Hafizh Pada Khadijah.


" Belum."jawab Khadijah malu malu.


Sebenarnya Khadijah ngantuk dan capek karna seharian acara akad nikah berlangsung tapi Khadijah malu untuk mengatakan pada suaminya.

__ADS_1


Dan Ustadz Hafizh yang masih berbinar binar karna tidak mau melewati malam pertama begitu saja.


Ustadz Hafizh berpikir apa yang mau ditanya sama istrinya itu biar istrinya nggak tidur dan melewati malam pertama dengan indah.


Tapi wajah Khadijah yang terlihat sangat capek dan ngantuk membuat Ustadz Hafizh tidak enak untuk bertanya terus.


Lalu Ustadz Hafizh menyuruh Khadijah untuk naik keatas ranjangnya.


"Berbaringlah dindaku sayang mungkin dinda kelelahan ya." Tanya Ustadz Hafizh pada istrinya itu.


"Nggak ngantuk cuma capek aja." Jawab Khadijah sambil mau mengikat rambutnya yang panjang.


"Sini biar Abi yang ngiket."ucap Ustadz Hafizh pada istrinya.


Lalu Khadijah memberi kan ikat rambut nya pada suaminya.


Setelah diikat rambutnya oleh Ustadz Hafizh Khadijah berpamitan Untuk rebahan.


" Bi.. Boleh dinda rebahan?? Tanya Khadijah Pada Ustadz Hafizh.


"Silahkan permaisuri ku." Jawab Ustadz Hafizh sambil menepuk menepuk bantal yang mau ditiduri Khadijah.


Lalu Khadijah rebahan sambil tersenyum malu. Dan Ustadz Hafizh menarik selimut untuk menyelimuti Istri tercintanya.


Dan Ustadz Hafizh pun tidur disamping Khadijah tapi tidak bisa memejamkan mata karna ingin terus memandang Khadijah Yang begitu cantik, wajahnya yang putih kemerahan dan rambutnya panjang lurus alisnya yang tebal hidungnya mancung bagaikan rembulan malam.

__ADS_1


__ADS_2