Penguasa Culun

Penguasa Culun
Sepuluh Hewan Buas


__ADS_3

Sementara itu mata Red Dragon melebar saat dia melihat Bagas tersenyum, itu adalah senyum yang menakutkan.


Monster.. Bagas adalah monster !!


Semakin dia melihat Bagas maka semakin besar rasa takut yang ada di dalam hatinya.


Red Dragon mencoba bergerak, dia ingin pergi meninggalkan rumah iblis ini.


Dia ingin memberi tahu kepada Jill Vice dan seluruh keluarga Vice !


Untuk jangan pernah datang dan mengganggu keluara Saputra !!


Tapi sayangnya Red Dragon tidak memiliki kesempatan itu.


"Jangan.. jangan pernah datang ke sini!!" Ujar Red Dragon terbata bata.


"Jangan.. jangan mencari masalah disini!!" Ucap Red Dragon yang terus mengulang.


Hanya itu yang dapat dilantunkan oleh Red Dragon dengan berulang ulang.


Pemandangan itu membuat Bryan dan kelima harimau yang memperhatikan itu sedikit merasa kasihan.


"Dia tidak pantas kau kasihani, jika bukan dia maka kita yang akan mati!" Ucap Bagas dengan menepuk pundak Bryan dan tersenyum.


Bryan yang mendemgar itu pun seketika merubah ekspresinya menjadi sedikit acuh.


"Kirim mereka kembali ke Bougenville!!" Ujar Bagas yang pergi meninggalkan Red Dragon dan Gio Vice.


Segera, seluruh anak buah Bagas pun datang dan menyeret Gio Vice dan Red Dragon.


Tidak ada lagi rasa kasihan, mereka menyeret Gio dan Red Dragon seperti seekor hewan yang mati.


Semua darah di bersihkan dan di tutup dengan sangat baik, seolah olah tidak pernah terjadi apa apa.


Bryan segera mengejar Bagas kedalam dan membawakannya minuman.


"Tuan, apakah ini tidak keterlaluan?!" Tanya Bryan kepada Bagas.


"Apa maksudmu? Apa kau takut dengan mereka?!" Tanya Bagas yang menuangkan anggur kedalam gelas.

__ADS_1


"Tidak, tapi..!" Ujar Bryan yang belum selesai berbicara.


"Sudah lah, ini termasuk kedalam rencanaku!" Ujar Bagas yang memotong omongan Bryan.


"Baik tuan!!" Ujar Bryan yang menunduk.


Bagas sudah mengatur siasat sebaik mungkin untuk menghadapi siasat tuan Renan.


Karena saat ini mau tidak mau, Bagas terlibat dengan siasat tuan Renan.


Tapi tidak mungkin dia akan diam dan menuruti semua permainan tuan Renan.


Seperti kata Rizki, anggap saja tuan Renan sedang meminta kita membereskan masalahnya.


Lalu setelah semua masalahnya selesai kita akan pinta bayarannya sesuai dengan kekuatan dan pengorbanan kita.


"Bryan temani aku ketempat pelatihan!" Ujar Bagas kepada Bryan.


"Baik tuan, mari lewat sini!" Ujar Bryan kepada Bagas.


Saat masuk kedalam, Bagas sedikit takjub dengan desain fasilitas latihan yang di buat oleh Rizki.


Ini benar benar fasilitas latihan yang sangat bagus untuk seorang yang hanya tahu dasar beladiri.


Dalam waktu singkat orang orang ini dapat mengeluarkan potensi mereka dalam hal kecepatan dan kekuatan.


"Bukan kah ini sangat terlihat bagus?!" Tanya Bagas kepada Bryan.


"Benar tuan, sesuai dengan permintaan saudara Rizki, maka hanya ada sepuluh orang yang berada disini!" Ujar Bryan dengan pelan.


Bagas hanya mengangguk sedikit, di dalam ruangan latihan ini hanya ada teriakan dan teriakan.


Mereka semua telah di caci maki dan di permalukan dengan sangat buruk oleh pemuda yang bahkan belum berusia 25 tahun.


Bahkan mereka di tantang oleh Rizki untuk dapat mendaratkan pukulan kepada Rizki.


Namun tidak ada satu pun yang dapat melakukannya, bahkan mereka di buat terjatuh berkali kali oleh Rizki.


Meskipun mereka membenci omongan dan prilaku yang telah Rizki lakukan terhadap mereka.

__ADS_1


Namun saat ini bisa di katakan bahwa mereka menaruh hormat yang tinggi kepada Rizki.


Bahkan mereka berterima kasih karena pelatihan ini.


Setelah beberapa saat, mereka akhirnya saling mengadu kekuatan satu sama lain !


Mereka seperti kumpulan hewan yang sengaja di pasangkan untuk saling membunuh.


Namun menurut mereka ini sangat menyenangkan.


Metode ini memang di buat oleh Rizki, agar mereka tahu kapasitas mereka dan musuh mereka nantinya.


Apa kekurangan mereka dan apa kelebihan mereka, Rizki bahkan meminta mereka merubah nama mereka.


Semua diubah menjadi angka, ini untuk meminimalisir masalah yang akan datang kedepannya.


Mereka pun terima begitu saja tanpa ada yang merasa keberatan.


Jika saat ini mereka hanya menghormati Bagas sebagai tuan mereka.


Maka mereka menghormati Rizki bagaikan raja mereka.


"Jika mereka semua selesai berlatih, maka mereka akan menjadi sekawanan singa yang menarik!" Ujar Bagas yang tersenyum.


"Entah apa yang telah kau lalui bersama kakek mu!" Gumam Bagas tersenyum mengingat Rizki.


Saat ini tidak jauh dari kediaman keluarga Saputra, berdiri dua orang laki laki yang terlihat mencurigakan.


"Apa itu yang kau sebut lemah?!" Tanya Luis Braga kepada Hayden.


Hayden hanya dapat tercengang dengan pemandangan di hadapannya.


Bagaimana bisa Bagas yang terkenal paling lemah ternyata mempunyai kekuatan sebesar dan sehebat itu.


"Kota ini memang sangat menarik!" Ujar Luis Braga dengan tertawa keras.


"Segera hubungi Victor dan Yuan, katakan bahwa permainan akan semakin menarik!!" Ujar Luis Braga dengan tertawa.


Hayden yang mendengar hal itu segera menghubungi Victor dan Yuan.

__ADS_1


"segera selesaikan semuanya!!" ujar Hayden kepada Victor dan Yuan.


__ADS_2