Penguasa Culun

Penguasa Culun
Trik Kotor Di Mulai


__ADS_3

Setelah berita itu keluar dan menyebar dengan cepat.


Beberapa orang terlihat sangat marah dan beberapa orang lainnya terlihat sangat senang.


Semua ini memang sering terjadi di lingkaran ilegal !


Dimana kehidupan akan sangat murah harganya di banding dengan uang dan kekuasaan.


Saat ini tuan Ardiansyah masih menunggu strategi yang akan di keluarkan oleh Luis Braga.


Dia tahu bahwa tuan Renan sangat licik dan cerdas.


Tapi dia juga tahu betul bagaimana dahulu kemampuan keluarga Braga.


Mereka hanya kalah dari keluarga Saputra yang merupakan musuh abadi mereka.


Tidak lama kemudian datang lah Hayden yang memang dikirim untuk menemui tuan Ardiansyah.


"Salam tuan Ardiansyah!" Hormat Hayden kepada tuan Ardiansyah.


Tuan Ardiansyah yang melihat itu mendengus dan terlihat tidak senang.


"Dimana boss mu?!" Tanya tuan Ardiansyah kepada Hayden.


"Tuan Braga ada urusan pribadi dengan keluarg Forst!" Ujar Hayden mengarang.


Dia memang di minta oleh Luis Braga mengatakan hal itu.


Tuan Ardiansyah adalah orang yang dipenuhi dengan pertimbangan.


Dia tidak akan pernah terlibat jika itu memiliki resiko yang cukup tinggi.


Meskipun terlihat seperti pribumi yang baik sebenarnya dia adalah pemuja kekuasaan.


Jadi wajar jika Hayden di minta untuk datang dan meyakinkan tuan Ardiansyah.


Dengan adanya dua orang petarung terbaik yang dia miliki.


Itu sudah lebih dari cukup untuk menghabisi keluarga Saputra dan si rubah tua Renan.

__ADS_1


Luis Braga memperhatikan kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi.


Dia tahu bahwa menghadapi keluarga Saputra dan tuan Renan perlu strategi yang matang.


Jika dia salah langkah sedikit saja maka kematian adalah harga yang harus di bayar.


"Jadi apa yang kau bawa untuk ku?!" Tanya tuan Ardiansyah kepada Hayden.


"Kita semua sudah tahu bahwa beberapa hari ini telah terjadi peristiwa yang mengejutkan kita!" Ujar Hayden dengan tenang.


"Tuan Braga pun tidak percaya jika petarung terampil yang dikirim keluarga Torres akan tewas!" Ujar Hayden menjelaskan.


"Tapi tuan Braga memastikan jika kematian ruba tua itu akan terjadi secepatnya!" Ujar Hayden dengan tersenyum.


"Kenapa kau begitu yakin?!" Tanya tuan Ardiansyah dengan penasaran.


Hayden yang mendengar itu pun tersenyum dengan pelan.


Ternyata benar apa yang di katakan tuan Braga, jika tuan Ardiansyah sangat bodoh.


"Tuan Braga telah mengetahui berita jika rubah tua itu sedang bermasalah dengan pendukungnya di selatan!" Jawab Hayden pelan.


"Jadi dengan memanfaatkan situasi ini, tuan Braga ingin mengajak tuan Forst untuk bersatu!" Ujar Hayden meyakinkan.


"Kau pikir keluarga Selatan akan begitu saja memberikan petarung terampilnya kepada kalian?!" Tanya tuan Ardiansyah dengan tertawa.


"Kita pasti akan mendapatkannya, dengan keberadaan tuan Braga dan legenda dari keluarga Braga!" Ujar Hayden dengan tenang.


Tuan Ardiansyah yang mendengar itu menjadi terdiam.


Dia tahu bahwa keluarga Braga memang adalah legenda yang sama seperti keluarga Saputra.


Hanya keluarga Braga sedikit lebih tidak manusiawi !


Mereka memaksa seluruh anggota keluarga mereka menjadi seorang petarung terampil.


Mereka sadar jika mereka kekurangan sumber daya di bandingkan dengan keluarga Saputra.


Tapi keluarga Braga tidak kekurangan kekuatan dan kecerdasan.

__ADS_1


Bahkan saat itu di ketahui jika kecerdasan keluarga Braga hampir setara dengan keluarga Saputra.


Meskipun banyak berita simpang siur mengenai semua itu.


Tapi tuan Ardiansyah tahu jika Luis Braga pasti akan berhasil meyakinkan tuan Forst untuk ikut andil dalam membunuh tuan Renan.


Tapi jika memang seperti itu, maka keluarga Ardiansyah dan kelompok Luis Braga akan berada di bawah perlindungan keluarga Forst.


Meskipun tuan Ardiansyah enggan mengakuinya, tapi memang Luis Braga begitu menakjubkan.


"Baiklah, ijinkan cucuku Gery untuk ikut andil dalam perang ini!" Ujar tuan Ardiansyah yang mendorong Gery.


"Apa hanya itu saja?!" Tanya Hayden yang tahu alasan sebenarnya.


"Latih dia hingga menjadi petarung yang terampil!" Ujar tuan Ardiansyah dengan tertawa.


"Baiklah, dia akan ikut bersamaku bertemu dengan tuan Braga!" Ujar Hayden yang menyetujui itu.


***


Sementara itu, saat ini Rizki sedang bertemu dengan Dina di sebuah restoran di pusat kota Nozel.


Dina memang berniat mengajak Rizki untuk bertemu dengan keluarganya.


Tapi Rizki selalu menolak dengan alasan yang di buat buat.


"Apa kau tidak ingin mengantarku?!" Tanya Dina kepada Rizki.


"Aku harus mengantar mu menggunakan apa?!" Tanya Rizki dengan tersenyum.


"Aku saja kemari jalan kaki!" Tambah Rizki dengan tersenyum.


"Dasar laki laki menyebalkan!" Ujar Dina yang segera pergi meninggalkan tempat itu.


Tidak lama kemudian, Rizki mendapatkan sebuah telepon.


"Rizki, kami sudah tiba di kota Nozel!" Ujar pria di balik telepon itu.


"Aku saat ini berada dekat dengan Grand Mall Nozel!" Ujar Rizki memberi tahu lokasinya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan segera kesana!" Ujar pria itu dan langsung menutup teleponnya.


"Apa wanita itu ikut juga kemari?!" Gumam Rizki dalam hati.


__ADS_2