Penguasa Culun

Penguasa Culun
Pertemuan Yang Tidak Terduga


__ADS_3

"Apa urusan mu menghalangi ku, Andre?!" Tanya Julian dengan marah.


"Jangan terlalu gegabah dalam bertindak, kau tahu kota ini memiliki dua pemimpin yang sulit di singgung!" Ujar Andre dengan pelan.


"Aku tidak perduli dengan mereka, aku yakin keluarga Dexter bisa menghabisi mereka!" Ujar Julian kepada Andre.


"Aku sudah memperingatkan mu!" Ujar Andre yang langsung pergi.


"KAU TIDAK BISA MENGHENTIKAN KU!!" Teriak Julian dengan keras.


"Kota Nozel adalah semut bagi kami di kota Castle Rock!" Ujar Julian dengan marah.


"Itu benar, mari kita balaskan sakit hati ini!" Ujar pria muda lainnya.


"Setelah semua nya selesai, wanita sombong itu akan jatuh di pelukan mu!" Ujar pria muda lainnya kepada Julian.


Seketika wajah Novi terbayang di benak Julian.


Dia tidak sabar untuk menghabiskan seharian penuh bersama wanita cantik itu.


Wanita penggoda itu berani menolaknya dan menghinanya dengan sangat buruk.


Julian akan melihatnya apakah dia akan melakukan hal yang sama saat kedua pria yang membela nya di sakiti.


Mungkin dia akan berlutut dan menangis memohon ampun kepada Julian !


Perasaan itu membuat Julian sangat senang.


Dia tidak sabar untuk menunggu momen itu terjadi.


Sementara itu Rizki saat ini tengah menikmati hidangan dengan Novi.


Mereka terlihat senang dan tertawa bersamaan.


Rizki memang tidak banyak makan, dia hanya menatap ke depan seolah olah memikirkan sesuatu.


"Kenapa kau diam saja dari tadi?!" Tanya Novi kepada Rizki.


"Aku sedang memikirkan sesuatu!" Jawab Rizki dengan cepat.


"Apa yang sedang kau pikirkan?!" Tanya Novi penasaran.


"Aku tiba tiba merasa aneh dengan prilaku pria muda yang terakhir beri salam kepada kita!" Ujar Rizki kepada Novi.


"Kenapa kamu merasa aneh?!" Tanya Novi kepada Rizki.

__ADS_1


Rizki tidak menjelaskan apa pun dia hanya diam dan terasenyum.


Novi yang menyadari itu segera terdiam dan tidak bertanya lagi.


Novi tahu jika Rizki adalah pria yang sangat misterius.


Bahkan di sekolah dulu, dia hanya menyendiri dan tidak bergaul dengan teman teman sebayanya.


Dia hanya menghabiskan waktu dengan membaca buku di perpustakaan.


Tapi entah kenapa Novi selalu merasa Rizki menyembunyikan sesuatu.


Novi menyadarinya, karena setiap ada masalah yang di hadapinya.


Rizki selalu bisa keluar dari masalah itu dengan jalan keluar yang tidak terduga.


Dia hanya tahu jika Rizki adalah anak culun yang menyembunyikan misteri yang besar.


Novi hanya bisa bertanya tanya di hati dan pikirannya.


Bahkan ayahnya, selalu tertawa dan bangga saat menceritakan tentang Rizki.


Seolah olah dia adalah anak kandungnya !


Tiba tiba di tertawa dengan keras !


Suasana tenang tadi tiba tiba berubah dengan cepat.


"Apa yang kamu tertawakan?!" Tanya Novi kepada Rizki.


Wajah Novi berubah menjadi merah gelap.


Dia terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


"Tidak ada.. tidak ada, maaf kan aku!" Ujar Rizki dengan tersenyum.


Namun berbeda dengan Rizki, Novi kini tersipu dan menatap Rizki dengan hangat.


Dia berharap Rizki tahu apa yang dia inginkan.


"Baiklah aku sudah selesai makan, sekarang kau harus ikut dengan ku!" Ujar Rizki yang langsung menarik Novi.


***


Sementara itu, Tuan David saat ini sudah tiba di rumah keluarga Saputra.

__ADS_1


Ini adalah keluarga Sahabatnya yang telah meninggal karena tragedi di kota Grozz.


"Tuan David, lama tidak berjumpa!" Ujar Bagas yang menyambut tuan David.


"Ahh Bagas, kau terlihat sangat dewasa sekarang!" Ujar tuan David memuji Bagas.


"Jangan bicara seperti itu, kau sendiri terlihat sangat muda sekali!" Ujar Bagas kepada tuan David.


Mereka pun terlihat bernostalgia dengan ucapan masing masing.


Bagi Bagas, tuan David terlihat seperti mendiang kakaknya.


Mungkin karena tuan David adalah teman atau sahabat dari mendiang kakaknya.


Lalu mereka pun selalu kemana mana bersama sama.


"Ada hal apa yang membuat tuan, mengunjungi kota Nozel?!" Tanya Bagas kepada tuan David.


"Aku mengkhawatirkan mu!" Ujar tuan David dengan tenang.


"Anda tidak perlu mengkhawatirkan aku!" Ujar Bagas dengan tenang.


"Aku tahu, kau menganggap aku sebagai adik mu sendiri!" Ujar Bagas dengan tenang.


"Terima kasih atas semuanya, tapi sekarang aku sudah tidak khawatir lagi!" Ujar Bagas menjelaskan.


"Apa maksudmu?!" Tanya tuan David yang penasaran.


"Jika kau mati, maka keluarga Saputra tidak akan memiliki penerus lagi!" Ujar tuan David dengan bingung.


"Tidak, keluarga Saputra akan terus ada dan akan semakin kuat!" Ujar Bagas dengan percaya diri.


Tuan David terdiam karena ucapan Bagas.


Dia bingung apa yang sebenarnya di maksud oleh Bagas.


Bagaimana bisa keluarga Saputra akan terus ada dan bertambah kuat jika dirinya mati.


Bukan kah hanya dia saat ini satu satunya anggota keluarga Saputra yang masih hidup.


Jadi kenapa Bagas mengatakan seolah olah jika anggota keluarga Saputra akan semakin kuat ?


Pemikiran itu sangat sulit di terima akal sehat dari tuan David.


Dia tidak pernah menyangka jika Bagas akan sedikit bermasalah kejiwaan nya karena mengurus hal besar seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2