
Teriakan yang terdengar melengking dan memilukan itu membuat lima orang penjaga itu tertegun.
Mereka sangat ketakutan karena adanya seseorang yang berani menyerang Keluarga Saputra dalam keadaan tenang seperti ini.
"Dimana Tuan kalian?!" Tanya Gordon dengan pelan.
"Kami..kami tidak tahu Tuan!" Jawab seorang penjaga dengan ketakutan.
"Apa pertanyaan yang ku ajukan kurang jelas?!" Tanya Gordon dengan ekspresi dingin.
"Ampun Tuan, kita benar benar tidak tahu di mana Tuan Bagas saat ini!" Jawab seorang penjaga lainnya.
"Potong tangan mereka semua!" Perintah Gordon kepada anak buahnya.
"SERANG!!" Teriak salah seorang bawahan Gordon yang langsung menyerang
"Ampuni kami Tuan!!" Teriak semua penjaga Keluarga Saputra.
Mereka segera berlutut dan memohon belas kasihan.
Tidak ada perlawanan seperti yang terjadi di halaman utama.
Mereka berlima berlutut dan menyerah kepada Gordon dan pasukannya.
Gordon yang melihat hal itu sedikit tidak terima dengan pemandangan yang terjadi di hadapannya.
Keluarga Saputra yang sangat kuat ternyata memiliki penjaga yang sangat lemah.
"BANGUN KALIAN SIALAN!!" Teriak Gordon dengan keras.
Gordon marah karena tidak adanya perlawanan dari mereka.
Mereka lebih memilih pasrah dan menerima nasib mereka dari pada harus berjuang mempertaruhkan kewajiban dan tanggung jawab mereka sebagai penjaga.
"Aku sangat kecewa dengan Keluarga Saputra!" Ujar Gordon dengan tenang.
"Aku tidak menyangka jika Keluarga Saputra akan memperkerjakan pecundang seperti kalian!" Ujar Gordon yang berjalan dengan pelan kearah mereka berlima.
Para penjaga yang melihat hal itu mundur dengan perlahan sambil tetap berlutut.
Sementara Gordon mengeluarkan Aura yang sangat kuat !
__ADS_1
"Aku akan membunuh kalian semua!" Ujar Gordon dengan amarah.
Mendengar hal itu membuat mereka menjadi sangat ketakutan.
"Tolong ampuni kami Tuan!!" Teriak ke lima penjaga Rumah Keluarga Saputra.
Namun teriakan itu tidak di gubris sama sekali oleh Gordon.
Dengan cepat Gordon berlari dan mengeluarkan Teknik ke dua dari dua belas gerakan tinju Tenggara.
Tinju Gordon langsung mengarah kearah kepala dari kelima penjaga itu.
Teriakan demi teriakan terjadi pada malam itu di rumah Keluarga Saputra.
Gordon membunuh kelima penjaga itu dengan menghancurkan kepala mereka.
Tangan nya berlumuran darah !
Itu terlihat sangat menyeramkan dan menakutkan !
Sedangkan di halaman depan, saat ini lima belas penjaga meringis kesakitan.
Mereka berteriak karena merasakan tangan dan kaki mereka yang patah.
Dia menatap kearah salah satu penjaga itu dan berjalan kearahnya.
"Dimana Kepala Keluarga Saputra?!" Tanya Luis Braga kepada salah seorang penjaga.
"Kami tidak tahu!" Jawab nya dengan meringis kesakitan.
Luis Braga tertawa dan menginjak tangan penjaga itu dengan keras.
"Jawaban mu salah!" Ujar Luis Braga dengan tersenyum.
"Aaaarrgghhh ampun, aku memang tidak tahu dimana Tuan Bagas berada!" Ujar penjaga itu dengan berteriak kesakitan.
Luis Braga yang melihat itu pun seketika melepas pijakan kakinya dari tangan penjaga itu.
"Tuan Bagas? Kau masih menghormatinya meskipun dia tidak ada disini?!" Tanya Luis Braga yang terlihat sangat marah.
"Lalu bagaimana dengan Bryan?!" Tanya Luis Braga dengan tenang.
__ADS_1
"Dia adalah seorang pengkhianat dan pengecut yang hanya berani bersembunyi dari balik bayang bayang Tuan Bagas!" Ujar salah seorang penjaga dengan keras.
Mendengar hal itu Luis Braga menjadi sangat marah.
"Bunuh dia dan biarkan teman temannya melihat kematiannya!" Ujar Luis Braga dengan amarah yang memuncak.
"Baik Tuan!" Ujar Silverus yang maju kedepan.
Dia mengeluarkan belati kecil dari sakunya !
Itu tidak terlihat berbahaya jika berada di tangan orang biasa.
Namun jika berada di tangan seorang seniman beladiri seperti Silverus, maka itu akan menjadi sangat berbahaya.
"Sepertinya aku akan memulai dari sebuah mata yang menggemaskan!" Ujar Silverus dengan tertawa.
Dia adalah seniman beladiri yang sangat berbahaya, karena psikologinya yang sedikit terganggu.
Silverus menjadi petarung yang sangat menyukai dalam hal menyiksa lawannya.
Dia sangat menyukai saat seseorang merasakan ketakutan dan berteriak sangat keras karena ketidak mampuannya.
Namun sesaat sebelum dia bisa menyiksa penjaga itu, tiba tiba terdengar suara hentakan kaki yang sangat banyak.
Gordon dan anak buahnya pun seketika ikut bergabung bersama Luis Braga dan Silverus di halaman depan.
"Apa yang terjadi Tuan?!" Tanya Gordon kepada Luis Braga.
"Sepertinya kita telah di jebak!" Ujar Luis Braga kepada anak buahnya.
Hentakan kaki itu semakin kuat dan keras !
Itu terdengar seperti banyak orang yang sedang menuju ke arah mereka semua.
Gordon dan Silverus sudah bersiap dengan segala kemungkinan yang ada.
Luis Braga meskipun terlihat sangat tenang tapi justru dia merasa seperti orang bodoh.
Dia tidak menyangka jika Keluarga Saputra akan menjadi sepintar ini.
Bahkan semua rencananya berantakan karena mereka hanya menemukan dua puluh orang disini.
__ADS_1
"Sialan kau Saputra!!" Teriak Luis Braga dengan keras.
"Kau tidak pantas mencaci Tuan Rumah yang sudah menyambut mu dengan sangat baik!" Ujar Bagas dengan tenang.