Penguasa Culun

Penguasa Culun
Asal Keluarga Flick


__ADS_3

Pengawal itu pun segera berlari masuk kedalam satu ruangan.


Didalam ruangan itu sudah ada Vista Flick bersama anak buahnya yang sedang menyiksa Edward Flick dengan sangat kejam.


Edward selalu dipaksa untuk selalu tersadar dan merasakan semua rasa sakit.


Sementara mereka semua memukuli Edward tanpa ada sedikitpun rasa kasihan kepadanya.


"ampuni aku Vista aku mohon hentikan!" ucap Edward yang sudah mulai lemah.


Namun bukannya berhenti Vista kembali menyuruh Roger untuk memberikan minum kepada Edward agar terus hidup.


"ini akan menjadi peringatan keras kepada siapa pun!" ujar Vista yang emosi.


"aku tidak pernah mentoleransi segala bentuk pengkhianatan!" tambah Vista yang menginjak kepala Edward.


"aku sangat menghormati mu ka!" ujar Vista kepada Edward.


"namun kau malah menjadi duri dalam daging untuk keluarga kita!" ucap Vista yang emosi.


"apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan?!" tanya Vista kembali.


"kak Hanser terlalu lemah terhadap mu selama ini!" ujar Vista dengan marah.


"tapi apa ini balasan mu untuknya!!" ujar Vista yang menekan kakinya semakin keras.


"Vista Maafkan aku!" ujar Edward yang mulai lemas.


"APA HANYA ITU YANG BISA KAU KATAKAN!!" teriak Vista yang mengangkat kakinya dan hendak menginjak kepala Edward.


Namun tiba tiba seorang penjaga datang.


"Hentikan tuan Vista!" ujar penjaga itu dengan hormat.


Vista yang mendengar itu seketika menoleh dan melihat seorang penjaga berani menghentikannya.


Vista pun menunjuk penjaga itu.


Roger yang mengerti langsung berjalan kearah penjaga itu.


"tunggu tuan, aku diperintahkan tuan Hanser untuk menjemput dia!" ujar penjaga itu seraya menunjuk Edward.

__ADS_1


Vista yang mendengar itu pun menjadi tertawa dengan keras.


"mengapa kau tidak berbicara sedari tadi!" ujar Vista yang berjalan kearah penjaga itu.


"bawa dia menuju kakak ku!" perintah Vista kepada anak buahnya.


"Roger kau dan Steve segera bersiap menangkap dua tikus lainnya!" perintahnya kepada kedua orang kepercayaanya.


"baik tuan!" ujar mereka berdua dan segera pergi.


"baiklah mari kita melakukan pertunjukan!" ujar Vista yang menutup wajah Edward dengan kain.


Mereka pun berjalan menuju aula dimana semua anggota keluarga Flick berkumpul.


Banyak orang yang sedang menanti apa kejutan yang di siapkan oleh tuan Hanser.


Ada pula yang cemas menanti siapa yang akan menjadi kepala keluarga selanjutnya.


Ini merupakan tradisi yang di turunkan oleh nenek moyang mereka sendiri.


Dimana kepala keluarga bukanlah karena garis keturunan saja.


Tradisi ini terjadi karena dahulu banyaknya sang pewaris yang menjadi sangat angkuh setelah diangkat menjadi calon kepala keluarga.


Sehingga menyebabkan sedikit perpecahan diantara anggota keluarga Flick saat itu.


Sehingga membuat beberapa sesepuh keluarga Flick memutuskan untuk menunjuk calon Kepala Keluarga Flick dengan beberapa peraturan.


Sehingga membuat keluarga Flick selalu dapat memilih kepala keluarga dengan tepat.


Calon kepala keluarga harus lah seseorang yang terbaik dari yang terbaik.


Seperti saat ini Hanser bukan terpilih hanya karena dia adalah anak dari mendiang kepala keluarga yang sebelumnya.


Tapi semua murni karena kemampuannya dalam mengembangkan keluarga Flick semakin baik kedepannya.


Itu terbukti dengan kondisi keluarga Flick saat ini yang semakin berkembang jauh lebih baik.


Bahkan perusahaan Transportasi mereka saat ini ditunjuk oleh pemerintah Lakertown untuk menjadi fasilitas umum yang langsung di biayai oleh pemerintah.


"Baiklah semuanya, ini adalah persembahan dari aku untuk kalian!" ujar Hanser dengan tersenyum.

__ADS_1


"mari kita sambut sang pengkhianat keluarga Flick!" teriak Vista yang membuat semua orang terkejut.


"bukan kah itu tuan Vista!" ujar salah seorang anggota keluarga Flick.


"benar, apa yang sebenarnya terjadi?!" tanya salah seorang anggota keluarga yang lain.


"pengkhianat apa yang dimaksud oleh tuan Vista?!" tanya seorang anggota keluarga yang bingung.


Semua anggota keluarga Flick saat ini mengeluarkan semua pertanyaan yang ada di benak mereka masing masing.


Semua orang bingung dengan keadaan mereka saat ini.


Namun ada dua orang yang saat ini sedang merasa ketakutan.


Mereka berdua merasa bahwa Tuan Hanser dan Tuan Vista sudah berhasil menangkap Tuan Edward.


Saat ini mereka mungkin tinggal menunggu giliran untuk di eksekusi karena mengkhianati keluarga mereka sendiri.


Semua fasilitas untuk keluarga mereka dan kemewahan mereka saat ini akan menghilang dalam sekejap.


Theo yang menyadari itu pun mengendap mengendap ingin keluar dari ruangan ini.


Namun Roger berhasil menahannya.


"kau hendak kemana tuan Theo?!" tanya Roger dengan tampang yang menakutkan.


Sedangkan disisi lain Farah sedang di halangi oleh Steve dengan tenang.


"Baiklah, akan ku beri tahu akibatnya jika berani mengkhianati keluargamu sendiri!" teriak Vista yang membuka kain penutup kepala Edward.


Sontak saja pemandangan itu membuat semua orang yang hadir menjadi teriak ketakutan.


Wajah Edward yang sulit dikenali karena banyak nya lebam yang ada di wajahnya.


Bahkan jika ada yang dapat menyadarinya, tulang rusuk dan salah satu tangannya sudah di patahkan oleh Vista.


Bisa dikatakan bahwa saat ini Edward menjadi calon gelandangan yang lumpuh.


"ini yang kau dapatkan jika menjadi pengkhianat di keluarga mu!!" teriak Vista dengan keras.


"selama aku masih hidup, semua anggota keluarga yang memiliki keinginan untuk menjadi pengkhianat akan mendapat hukuman mati!" Ujar Vista yang mengeluarkan aura membunuhnya.

__ADS_1


__ADS_2