
Rizki tetap saja diam dan menatap dua orang tua yang ada di hadapannya.
Dua orang tua itu sedang memohon dengan menundukan kepala kepada Rizki.
Master Rey yang biasanya bersikap keras pun kali ini terlihat sangat lembut.
Dia memang tidak mempunyai anak, namun putri tuan Renan sudah dianggap sebagai anaknya sendiri.
Jadi dia pun ikut memohon kepada Rizki demi keselamatan seorang gadis yang lucu itu.
"Bukan kah anak mu sudah bekerja di perusahaan keluarga Saputra?!" Tanya Rizki dengan tenang.
"Jika itu benar, maka anak mu sudah aman sekarang!" Ujar Rizki yang tersenyum.
Bagas mengambil cangkir teh dan meminum teh itu dengan tenang.
"Karena keponakan ku sudah mengatakan nya, maka kau tidak perlu khawatir lagi!" Ujar Bagas kepada tuan Renan.
Tangan tuan Renan bergetar dan dengan suara yang serak dia berkata.
"Terima kasih banyak!" Ujar tuan Renan dengan pelan.
"Setelah sampai di tahap ini? Apa kah kamu menyesalinya?!" Tanya Bagas kepada tuan Renan.
Tuan Renan pun tertawa getir dan menggelengkan kepalanya.
"Dalam kehidupan ku ini, ada banyak hal yang tidak bisa saya pilih!" Ujar tuan Renan.
"Bahkan ada beberapa saat aku salah mengambil keputusan!" Ucap tuan Renan dengan tersenyum.
Tidak lama kemudian datang Dina dengan wajah yang sangat bahagia.
"Rizki!" Ujar Dina dengan bahagia.
Dia datang dengan membawa sebuah boneka yang terlihat kuno di tangan kanan nya.
Dan di tangan sebelah kiri ada sebuah gelang giok yang terlihat antik.
Dina tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia pada ekspresi wajahnya.
Ini adalah boneka yang saat kecil dulu sangat ingin Dina beli.
Saat itu keluarga nya tidak mempunyai uang yang cukup.
Jadi saat keluarga nya cukup mapan, boneka itu sudah tidak di jual lagi.
__ADS_1
Dia tidak melupakannya !
Dina juga tidak berharap jika tuan Renan tahu tentang ini dan menyiapkan untuknya !
"Lihat, ini yang di berikan tuan Renan kepada ku!" Ujar Dina terlihat senang.
"Terima kasih tuan Renan, anda benar benar sangat baik hati!" Ujar Dina yang membungkuk.
"Itu tidak masalah sama sekali!" Ujar tuan Renan dengan tertawa.
"Putri saya dahulu sangat menyukai boneka ini ketika dia masih kecil!" Ujar tuan Renan dengan tenang.
"Jadi saya membeli dua, untuk nya dan diri ku!" Ujar tuan Renan pelan.
"Jadi semoga kau menyukai boneka tua ini!" Ucap tuan Renan dengan tersenyum.
"Ohh tidak, ini sangat bagus dan aku menyukai nya!" Ujar Dina dengan tersenyum.
Dina seperti wanita yang kembali ke masa kecilnya, dia terus bermain dan tertawa bersama boneka itu.
Rizki dan Bagas yang melihat itu ikut merasakan senang.
Namun Rizki melirik sedikit tuan Renan dan mengutuk karena menjadi rubah tua yang licik !
Dina pun ikut bergabung dan meminum teh buatan tuan Renan.
Dan tuan Renan pun merasakan hal yang sama, dia merasa jika Dina adalah putrinya sendiri.
Matanya menggambarkan kelembutan yang ada di hatinya.
Bahkan tuan Renan tidak terlihat seperti seorang pemimpin lingkaran ilegal kota Nozel.
Dina juga tidak mengetahui siapa tuan Renan !
Yang dia tahu, ini adalah orang tua sedih dan kesepian yang jarang merayakan ulang tahunnya.
Dan boneka ini menjadi sesuatu yang mereka bicarakan berdua dengan ceria !
Mereka mulai mengobrol banyak hal, bahkan tuan Renan berbicara tentang putrinya.
"Dia bekerja di perusahaan keluarga Saputra!" Ujar tuan Renan dengan tersenyum.
"Siapa namanya? Aku ingin berjumpa dan berteman dengannya!" Ujar Dina kepada tuan Renan.
"Jika kamu di takdirkan untuk bertemu, maka kamu akan mengenalnya!" Ujar tuan Renan dengan bijak.
__ADS_1
Tuan Renan sangat terlihat bahagia berbicara dengan Dina.
Bahkan Bagas, Rizki dan Master Rey seperti orang lain yang menyaksikan seorang ayah bertemu putrinya.
Namun kenyataannya, tuan Renan bahkan tidak berani bertemu dengan putrinya sendiri.
Dia bahkan sudah tidak bertemu lebih dari satu dekade sekarang !
Dia hanya bisa melihat dari jauh dan melindungi nya.
Bagaimana pun dia harus bisa melindungi privasi keluarga nya.
Dia tidak ingin lagi merasakan kehilangan orang yang di cintainya untuk ke dua kalinya.
Dia adalah pemimpin ilegal kota Nozel dan telah banyak orang yang menganggapnya musuh.
Bahkan sampai saat ini belum ada yang mengetahui kelemahan tuan Renan itu kecuali keluarga Forst.
Bahkan putrinya sendiri mungkin sudah menganggapnya mati !
Namun itu bukan lah hal buruk !
"Aku semakin tua dan bertele tele!" Ujar tuan Renan tersenyum.
"Ini sudah larut dan kalian harus kembali, maafkan aku tidak bisa mengantar kalian!" Ujar tuan Renan yang bangkit dari kursinya.
Rizki, Bagas dan Dina pun bangkit dari kursi.
"Tuan Renan, sekali lagi selamat ulang tahun dan terima kasih atas hadiahnya!" Ujar Dina dengan tersenyum manis.
"Lain kali, berkunjunglah kerumah keluarga Saputra atau keluarga Amarantha!" Ujar Dina dengan senang.
"Aku akan memasakan makanan enak untuk mu!" Ujar Dina dengan hormat.
"Terima kasih atas jamuannya!" Ujar Bagas yang langsung pergi.
Sedangkan Rizki hanya menunduk tanda hormat dan segera meraih tangan Dina dan pergi.
Tuan Renan berdiri di tempat itu dengan waktu yang lama.
Sepertinya ada air mata yang mengalir ke pipinya.
Dia melihat keatas untuk mencoba menahan agar air matanya tidak jatuh.
"Putri ku pasti baik hati seperti gadis ini kan?!" Tanya tuan Renan yang masih menengok keatas.
__ADS_1
Master Rey tidak mengatakan apa apa dia hanya diam.